Di Kabupaten TTS - NTT, 10 Warga Niki-Niki Kembalikan Uang BST, Ini Alasannya
Kakak, kami pengusaha jasa angkutan ini juga kena dampak dari adanya virus Corona ini. Tapi kalau memang kami dirasa tidak layak, ya biar kami kembali
Penulis: Dion Kota | Editor: Ferry Ndoen
Laporan Reporter Pos-Kupang. Com, Dion Kota
POS-KUPANG.COM | SOE - Sebanyak 10 warga Niki-Niki yang berprofesi sebagai wirausahawan, Selasa (12/5/2020) pagi mendatangi kantor Kelurahan Niki-Niki guna mengembalikan uang bantuan sosial tunai (BST) yang diterimanya pada Jumat lalu. Hal ini dilakukan setelah muncul polemik di media sosial dan masyarakat terkait BST yang diterima mereka.
Kepada POS-KUPANG.COM, Frengki Tanoni salah satu penerima BST yang mengembalikan uang BST mengaku, dirinya secara sukarela mengembalikan uang tersebut kepada pemerintah untuk selanjutnya diberikan kepada masyarakat yang benar-benar membutuhkan. Ia sendiri mengaku, kaget saat mendapat undangan untuk menerima BST di kantor pos. pasalnya selama ini tidak ada petugas dari Dinas Sosial maupun TKSK yang datang ke rumahnya untuk melakukan pendataan.
" Awalnya saya kaget, kok tidak ada pendataan tiba-tiba saya dapat undangan untuk menerima BST. Saya kira, karena saya juga terkena dampak covid 19 makanya saya juga masuk penerima bantuan. Tapi kalau memang ada masyarakat yang lebih pantas menerima BST ini maka hari ini saya kembalikan uangnya," ungkap Frengki.
Pasca merebaknya virus Corona lanjut Frengki, usaha jasa angkutan penumpang miliknya mengalami penurunan pendapatan yang sangat drastis. Kebijakan pemerintah untuk menutup pasar Mingguan dan menghimbau masyarakat untuk di rumah saja sangat berdampak pada usaha angkutan miliknya.
" Kakak, kami pengusaha jasa angkutan ini juga kena dampak dari adanya virus Corona ini. Tapi kalau memang kami dirasa tidak layak, ya biar kami kembalikan saja, dari pada menjadi polemik di masyarakat dan media sosial," ujarnya.
Dirinya mengaku, kesal dengan pendataan yang dilakukan oleh Dinas Sosial. Jika memang dirinya dirasa tak pantas menerima BST karena berprofesinya sebagai Pengusaha jasa angkutan, mengapa namanya dimasukkan sebagai penerima BST.
• Di Sikka - NTT, Mahasiswa dan Dosen Bagi Masker dan Sosialisasi Pencegahan Covid 19,
" Jujur pak gara-gara polemik yang muncul di media sosial dan masyarakat, saya pribadi sangat terganggu," sebutnya.
Lorens Un, pengusaha jasa angkutan truk juga memutuskan mengembalikan uang BST yang diterimanya kepada pemerintah. Dirinya merasa terganggu dengan polemik yang muncul di media sosial terkait pantas tidaknya mereka menerima bantuan BST.
Ia mempertanyakan proses dataan yang dilakukan Dinas Sosial hingga namanya muncul sebagai penerima BST. Dirinya berharap, pemerintah bisa melakukan verifikasi data penerima BST sehingga benar-benar tepat sasaran.
" Saya berharap kedepan pendataan yang dilakukan pemerintah bisa lebih baik," pintanya.
Diberitakan sebelumnya, Diberitakan sebelumnya, Jumat (8/7/2020) mulai dilakukan pembagian bantuan sosial tunai (BST) bagi warga kurang mampu terdampak Covid 19 di kantor pos Kelurahan Niki-Niki. Sayangnya, launching awal penyaluran BST ini menuai protes dari masyarakat setempat. Pasalnya, banyak masyarakat kurang mampu di kelurahan Niki-Niki yang tidak terdata sebagai penerima BST. Namun warga yang tergolong mampu, justru menikmati BST yang bersumber dari APBN. (din)
