SMAN 5 Kupang Membagi Paket Data Rp 100.000 kepada Siswa Demi Kelancaran UAS

SMAN 5 Kupang membagikan kepada para siswa/i paket data Rp 100.000 demi kelancaran ujian akhir sekolah ( UAS) tahun ini secara online

POS-KUPANG.COM/RAY REBON
Veronika Wawo, S.Pd. M. Pd, Kepala Sekolah SMA N 5 Kupang. Senin (11/05/2020) 

POS-KUPANG. COM | KUPANG - Sekolah Menengah Atas Negeri Kupang ( SMAN 5 Kupang), membagikan kepada para siswa/i paket data Rp 100.000 demi kelancaran ujian akhir sekolah ( UAS) tahun ini secara online.

Kepala sekolah SMA N 5 Kupang, Veronika Wawo S.Pd. M.Pd, kepada POS-KUPANG.COM, Senin (11/05/2020), mengatakan, berbagai inovasi pendidikan sudah kami lakukan di tengah pandemi Covid-19, dengan memastikan kegiatan belajar mengajar tetap berjalan efektif, meskipun dilakukan di rumah.

BST di Ngada Mulai Disalurkan

"Saya memberikan imbauan kepada para siswa-siswi, bahwa kegiatan pembelajaran melalui online tidak dianggap sebagai kesempatan liburan dan berpergian ke tempat keramaian, sehingga kebijakan belajar dari rumah akan menjadi tidak tetap sasaran"

Para guru melakukan kegiatan pembelajaran dengan metode E-learning, yaitu pembelajaran memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi. "Dan saya juga terus berinovasi dalam melaksanakan fungsi supervisi dan pembinaan kepada guru untuk memastikan bahwa kegiatan belajar mengajar telah dilakukan oleh guru dan peserta didik, meskipun menggunakan metode jarak jauh ( daring)," kata Veronika.

SMKN 3 Kupang Peduli Covid-19, Berbagi Kasih

Kegiatan pembelajaran diakhiri dengan evaluasi hasil belajar semester II dilakukan secara online, dan telah dijadwalkan mulai tanggal 11-16 Mei 2020.

Kepala sekolah SMAN 5 Kupang mengatakan, dengam sistem link, hasil ujian dikirim ke wali kelas dan selanjutnya diteruskan ke group kelas serta peserta didik mengerjakan sesuai jadwal yang telah dipersiapkan oleh panitia.

Dan untuk melancarkan kegiatan ujian akhir sekolah (UAS), kami dari pihak sekolah mengambil kebijakan untuk memberikan paket data Rp. 100.000 yang diambil dari dana operasional sekolah (Dana BOS) kepada peserta didik dan pulsa untuk bapak ibu guru.

"Sehingga apabila ada peserta didik yang berkeberatan karena alasan paket kuota, berarti itu alasan yang di buat-buat karena malas," tutup Veronika. (Laporan Reporter POS-KUPANG. COM, Ray Rebon)

Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved