TTU Keluar dari Daerah Tertinggal, Bupati Ray: Saya Belum Pastikan Senang
Bupati TTU, Raymundus Sau Fernandes, S.Pt mengatakan dirinya tidak senang dengan penetapan Kabupaten TTU yang keluar dari daerah tertinggal
Penulis: Thomas Mbenu Nulangi | Editor: Kanis Jehola
POS-KUPANG.COM | KEFAMENANU - Bupati TTU, Raymundus Sau Fernandes, S.Pt mengatakan dirinya tidak senang dengan penetapan Kabupaten TTU yang keluar dari daerah tertinggal oleh pemerintah pusat.
Menurut Bupati TTU dua periode tersebut, dalam situasi yang normal semua sektor bisa digerakkan agar dapat mempertahankan status tersebut.
Namun dengan adanya pendemi covid-19, maka semua sektor tidak dapat digerakkan, sehingga status TTU keluar dari daerah tertinggal dapat berubah ditahun yang akan datang.
• Peduli Korban Terkena Dampak Covid-19, KKSS NTT Bagikan Sembako
"Karena angka kemiskinan dapat meningkat lagi. Orang miskin yang baru nanti akan meningkat, karena dia tidak bisa berproduksi. Diam di rumah semua energi serta sumber daya akan habis karena dia diam di rumah," kata Raymundus kepada Pos Kupang saat ditemui di Mapolres TTU pada, Jumat (8/5/2020).
Raymundus mengatakan, meski pemerintah telah mengalokasikan anggaran untuk memberi bantuan kepada masyarakat, namun hal itu tidak dapat memenuhi semua kebutuhan masyarakat.
• Cara Bikin Daging Kambing Empuk dengan Daun Pepaya, Ini 12 Manfaat Daun Pepaya untuk Kesehatan
Oleh karena itu, sangat terbuka kemungkinan ketika dievaluasi di akhir tahun, dan jika kalau covid-19 berlangsung sampai pada bulan Agustus, maka posisi keluar dari daerah tertinggal akan masuk lagi karena angka kemiskinan anak meningkat lagi.
"Jadi orang yang berpenghasilan baik dia tidak akan berproduksi lagi maka dia juga akan masuk dalam keluarga miskin karena sumber daya habis di konsumsi selama berdiam di rumah," ujarnya.
Untuk itu, ungkap Raymundus, dirinya tidak sedang dulu dengan penetapan status TTU keluar dari daerah tertinggal dengan situasi pandemi yang sedang dialami bangsa ini.
"Saya belum pastikan senang, sebab kalau dalam situasi normal, semua sektor kita bisa gerakan, maka untuk mempertahankan status itu sangat dimungkinkan, tetapi dengan situasi seperti ini bagaimana kita optimis kita akan keluar dari daerah tertinggal ini," pungkasnya. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Tommy Mbenu Nulangi)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/siaga-corona-bupati-ttu-larang-pejabat-keluar-daerah.jpg)