Perompak Somalia Dibantai Pasukan Elit Gabungan Kopassus, Denjaka, dan Kopaska, Begini Kisahnya
Bajak laut atau perompak di Somalia dibuat kocar-kacir ketika diserang oleh gabungan satuan elit Kopassus, Kopaska, dan Denjaka beb
POS KUPANG.COM-- Bajak laut atau perompak di Somalia dibuat kocar-kacir ketika diserang oleh gabungan satuan elit Kopassus, Kopaska, dan Denjaka beberapa waktu lalu.
Waktu itu pasukan elit TNI kebanggaan Indonesia mendapat tugas membebaskan WNI yang disandera bajak laut Somalia pada 2011.
Pasukan elite TNI memburu perompak Somalia setelah kapal MV Sinar Kudus yang dioperasikan PT Samudera Indonesia dibajak di perairan Laut Arab pada 16 Maret 2011.
• Sumba Timur Masuk Daerah Tertinggal, Ini Tanggapan Bupati Gidion Mbilijora
Kapal yang bermuatan ferro nikel yang berlayar dari Sulawesi itu rencananya akan menuju Rotterdam Belanda.
Sejauh ini pasukan elit Tentara Nasional Indonesia (TNI) dikenal cukup pengalaman dalam hal pembebasan sandera.
Sebut saja peristiwa pembebasan sandera pesawat Woyla di Thailand yang terjadi 39 tahun lalu atau 1981 silam, karena peran aktif pasukan elit TNI.
Kembali pada kehebatan pasukan TNI yakni Marinir saat membebaskan WNI yang disandera bajak laut Somalia pada 2011, misalnya, bahkan disebut-sebut mirip film Captain Phillips.
Permintaan Presiden SBY
Presiden SBY kemudian meminta agar dilakukan langkah untuk melindungi WNI yang disandera dan membebaskan MV Sinar Kudus melalui berbagai opsi.
Markas Komando Korps Marinir pun telah menerbitkan buku tentang keberhasilan membebaskan sandera tersebut.
Buku setebal 184 halaman itu dibeberkan lengkap bagaimana rapat-rapat dijalankan, latihan dilakukan, hingga keputusan diambil Komandan Satgas Merah Putih Mayjen TNI (Mar) M Alfan Baharudin untuk menyergap para perompak tersebut.
• Rekor Boaz Solossa yang Belum Bisa Dikalahkan Pemain Lain di Indonesia
Dilansir dari Wikipedia operasi pembebasan sandera kapal MV Sinar Kudus adalah sebuah operasi untuk membebaskan awak kapal MV Sinar Kudus yang disandera di Somalia.
Dalam pembebasan ini dibentuklah Satgas Merah Putih, Satuan tugas militer ini dibentuk untuk menyelamatkan awak kapal MV Sinar Kudus yang dibajak perompak secara milter.
Satgas melibatkan dua kapal fregat yakni KRI Abdul Halim Perdanakusuma-355 dan KRI Yos Sudarso-353, satu kapal LPD KRI Banjarmasin-592 dan satu helikopter, “sea riders” dan LCVP.
• Ini Alasan Pemain Indonesia Sulit Tembus Pasar Eropa, Ada Pemain Ingin Pulang ? Simak Info
Personel yang dikerahkan terdiri atas pasukan khusus dari Kopassus (Satuan 81/Penanggulangan Teror), Korps Marinir (Denjaka) dan Kopaska.
Sebelumnya kapal MV Sinar Kudus milik PT Samudra Indonesia (persero) dibajak Perompak Somalia pada tanggal 16 Maret 2011 dan membawa 20 ABK.
Kapal berbobot 8.911 ton itu membawa feronikel dengan tujuan Belanda.
Ketika dibajak, MV Sinar Kudus berada di Perairan Somalia tepatnya di sekitar 350 mil laut tenggara Oman.
Tugas pokok dari Satgas Merah Putih adalah menyelamatkan 20 WNI membawa kembali atau membebaskan kapal Sinar Kudus, bebas ke Indonesia atau melanjutkan pelayaran ke Eropa seperti rencana sebelum dibajak dengan pengawalan TNI.
Operasi penyelamatan pun dimulai, pada 23 Maret 2011 melalui surat perintah Panglima TNI saat itu Laksamana Mar Agus Suhartono.
Strategi pun diatur, helikopter bolkow yang berpangkalan di KRI Yos Sudarso melakukan pengintaian pada 4 April 2011.
Sempat tercetus untuk melakukan operasi pada malam hari dengan memanfaatkan kegelapan malam.
Namun keberhasilan fifty fifty karena lokasi para ABK belum diketahui.
Satgas Muhibah yang melakukan pengintaian terus memberi laporan perkembangan.
Selain penyiapan operasi militer, pihak PT Samudera Indonesia juga melakukan negosiasi dengan para perompak, mengingat keselamatan ABK harus diutamakan.
Akhirnya pada 30 April pembayaran dilakukan PT Samudera Indonesia kepada para perompak.
Namun di tengah para perompak terjadi perselisihan, pembebasan kapal dan ABK menjadi kian tak pasti.
Ada kemungkinan setelah dibebaskan, akan ada kelompok lain yang menyandera.
Saat itu, pasukan Denjaka segera mengejar para perompak yang turun dari MV Sinar Kudus, sekaligus mencegah pembajakan ulang.
• Tak Terpengaruh Corona, Seleksi Sekolah Kedinasan Tahun 2020 Tetap Dilaksanakan, Ini Tanggal Daftar
Sejumlah perahu milik perompak dikejar dan ditenggelamkan.
Para perompak juga dihabisi.
Satgas Merah Putih melakukan operasi militer dan juga melakukan pengejaran hingga ke garis pantai Somalia setelah para sandera dibebaskan.
Atas keberhasilannya membebaskan seluruh ABK, Kolonel Laut (Pelaut) Achmad Taufiqoerrochman diberikan kenaikan pangkat satu tingkat lebih tinggi menjadi Laksamana Pertama TNI.
Presiden juga memberikan tanda jasa Santi Dharma masing-masing kepada Letkol (Infanteri) Sabri (Danton Ban Sat-801/Gultor), Kolonel (Marinir) Suhartono, (Dandenjaka) dan Letkol (Penerbang) Ronald Lucas Siregar (Pilot Boeing 474-400) yang bertugas dalam misi pembebasan itu. (*)
Artikel ini telah tayang di Tribunjambi.com dengan judul PASUKAN Denjaka, Kopassus & Kopaska Bergabung Tumpas Bajak Laut di Somalia, Begini Aksinya
Artikel ini telah tayang di Wartakotalive dengan judul Perompak Somalia Dibantai Pasukan Elit Gabungan Kopassus, Denjaka, dan Kopaska, Ini Kisahnya, https://wartakota.tribunnews.com/2020/05/08/perompak-somalia-dibantai-pasukan-elit-gabungan-kopassus-denjaka-dan-kopaska-ini-kisahnya?page=all.
Editor: Andy Pribadi
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/kopaska_20150907_232218.jpg)