Gubernur Copot Izhak Rihi, Alex Kaget Jadi Plt Dirut Bank NTT
Gubernur Viktor kemudian mengangkat Alexander Riwu Kaho sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Dirut Bank NTT
POS-KUPANG.COM | KUPANG -Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat selaku Pemegang Saham Pengendali ( PSP) mencopot Izhak Edward Rihi dari Direktur Utama (Dirut) Bank NTT. Gubernur Viktor kemudian mengangkat Alexander Riwu Kaho sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Dirut Bank NTT.
Alex sebelumnya menjabat Direktur Dana Bank NTT. Sedangkan Ishak Rihi akan menempati Direktur Kepatuhan. Posisi Direktur Dana dijabat Absalom Sine yang sebelumnya Direktur Kredit.
Keputusan ini disetujui para kepala daerah selaku pemegang saham dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Tahun Buku 2019 dan RUPS Luar Biasa Tahun Buku 2020 di Kantor Gubernur NTT, Rabu (6/5/2020).
• Hikmah RAMADHAN: Fenomena Hari Jumat
Usai memimpin RUPS, Gubernur Viktor mengungkapkan alasan melakukan pergeseran. Menurutnya, sesuai kesepakatan RUPS Tahun Buku 2018/2019 target laba bersih Rp 500 miliar. Namun tidak mencapai nominal tersebut.
"Jumlahnya sangat kecil sekitar Rp 200-an miliar. Oleh karena itu, RUPS memutuskan melakukan penyegaran dengan Dirut yang akan bergeser ke Direktur Kepatuhan. Perlu ada kerja yang lebih ekstrem dan profesional," katanya.
• Satu Warga Flotim Positif, Pasien Corona di NTT Jadi 12 Orang
"Tahun kemarin saja yang standar sudah berat. Bila tidak disiapkan dengan baik maka Bank NTT tidak bisa menjadi lebih hebat," tambah Gubernur Viktor.
Mantan anggota DPR RI dari Partai NasDem ini mengatakan, peraturan OJK pada 2024 modal disetor harus Rp 3 triliun. Bank NTT masih kekurangan Rp 1,2 triliun.
"Itu perlu ada pekerjaan yang harus dilakukan luar biasa. Kita mendorong seluruh direksi, agar penyegaran yang dilakukan bekerja lebih profesional dan semangat," ujar Gubernur Viktor.
Ia mengatakan NPL Bank NTT mencapai 4 persen menjadi tanda yang berbahaya. Karena itulah maka harus segera melakukan langkah-langkah untuk bisa mampu menurunkan angka NPL.
Gubernur Viktor mengakui, dalam melakukan pekerjaan pasti ada kekurangan-kekurangan dan itu perlu diperhatikan. Dalam kondisi saat ini, capaian sangat jauh dari target.
"Tapi laba kotor di angka Rp 200 miliar sudah hebat, terlebih dikondisi sulit seperti ini. Oleh karena itu perlu ada pembenahan dan tim kerja. Kita tak butuh superman tapi tim kerja yang solid dan super untuk membawa Bank NTT hebat. Rapikan tim kerja yang baru dan semangat kerja. Pergeseran yang dibuat akan membuat semangat membangun Bank NTT," tandasnya.
Komposisi Direksi
Komisaris Utama Bank NTT, Juvenile Jodjana mengatakan, pemegang saham kecewa dengan pencapaian di bawah target. Untuk itu dilakukan penyegaran.
"Menaruh orang yang tepat di posisi yang tepat, sehingga diputuskanlah oleh para pemegang saham khususnya PSP untuk melakukan rolling. Artinya memberi kesempatan pada semua direksi untuk ayo bekerja lebih solid lagi dan keras lagi," katanya.
Menurut Juvenile, selain Plt Dirut Bank NTT, Alex Riwu Kaho menjabat Direktur Kredit. Sedangkan Absalom Sine yang sebelumnya Direktur Kredit Bank NTT kini menjabat Direktur Dana.
"Pak Hila (Hilarius Minggu) dan Pak Umbu masih di posisi yang sama. Karena untuk menjadi seorang Dirut harus melalui proses uji kelayakan di OJK, untuk itu akan memproses administrasinya. Meskipun kondisi Covid-19 tapi akan diurus secepatnya. Bila Pak Alex bisa lolos di fit and proper test maka bisa dilantik sebagai Dirut dan Pak Izhak akan kembali aktif tapi sebagai Direktur Kepatuhan. Pak Hila dan Pak Umbu akan bergeser juga Pak Hila direncakan diposisi Direktur Umum dan Pak Umbu di Direktur Kredit," paparnya.
Juvenile percaya bahwa keputusan ini keputusan yang terbaik. Menurutnya, pemegang saham ingin menaruh orang yang tepat di posisi yang tepat. Dewan Komisaris juga sudah bisa memetakan kemampuan direksi.
"Kami menjamin kalau semua direksi profesional dan bekerja luar biasa. Kami berharap dengan ini lebih solid lagi Bank NTT ke depannya, apalagi kita berhadapan dalam era Covid-19, dimana terjadi banyak restruktur kredit dan sebagainya. Kami juga tetap harus bertumbuh," ujarnya.
Ia mengatakan, PSP mengingatkan Plt Dirut untuk menekan NPL karena sudah mencapai angka 4. "Kalau NPL bisa di-recover, semoga laba bisa meningkat," harapnya.
Juvenile menyebut Cabang Bank NTT penyumbang NPL terbesar, yaitu Bank NTT Cabang Surabaya sekitar dua digit.
"Cabang Surabaya sudah tidak boleh lagi memberikan kredit. Bahkan kantornya sudah dikecilkan, karyawan ada yang mengundurkan diri, dirumahkan dan dirotasi," kata Juvenile.
Kaget
Sementara itu, Alexander Riwu Kaho mengaku kaget mendapat kepercayaan menjadi Plt Dirut Bank NTT. "Rasa kaget. Terkejut saja karena tidak menduga jika dinamika RUPS LB akan sampai hal ini. Saya juga tidak pernah ditanya kesiapan atau tidak, namun sebagai abdi, mau tidak mau, suka tidak suka," tulis Alex dalam pesan WhatsApp yang dikirim kepada Pos Kupang, Kamis (7/5).
Ia berjanji akan bekerja secara profesional. "Banyak tantangan dan tugas berat maka wajib untuk taat melaksanakan tugas secara profesional," katanya.
Emeritus Komisaris Independen Bank NTT, Piet Elias Jemadu mengatakan, pemegang saham ikut bertanggung jawab terhadap kinerja perbankan. Tanggung jawab pemegang saham itu sepanjang posisinya sebagai pemegang saham, setahun sekali mengetahui hasil dari kinerja.
Mengenai target laba Rp 500 miliar, Jemadu menilai Ishak Rihi selaku Dirut terlalu berani karena sebelum adanya wabah Covid-19, sudah ada tanda-tanda tantangan ekonomi.
"Targetnya terlalu tinggi. Pemegang saham memang minta tantangan seperti itu tapi kan harus dijawab oleh direksi secara rasional. Saya dengar ini di bawah laba tahun 2018 sekitar 200-an miliar, kurang lebih 50 persen saja," kata Piet Jemadu menanggapi pencopotan Ishak Rihi.
"Saya kira para pemegang saham sudah melakukan pencermatan secara baik dengan coba melakukan pergeseran ini sekaligus juga untuk penyegaran ditengah tantangan ini. Harus ada semangat baru dan totalitas baru untuk bank ini survive dimasa krisis dan bisa bangkit setelah krisis ini lewat," tambahnya.
Ia yakin Ishak Rihi legowo dengan keputusan yang dibuat. Selain itu, siap mem-back up Plt Dirut Bank NTT yang baru. "Saya yakin keputusan pemegang saham ini semata-mata untuk kepentingan perseroan atau usaha bank itu sendiri."
Jemadu mengingatkan kekompakan pengurus, soliditas.
Dan, juga harus memahami dan mendengar pimpinan cabang. Menurutnya, ujung tombak di medan tempur perbankan adalah pimpinan-pimpinan cabang dan juga kepala-kepala divisi bersama eksekutif perbankan.
Terkait komisaris yang tidak dicopot, Jemadu mengatakan, pemegang saham memegang kendali untuk melakukan evaluasi setelah menilai kinerja komisaris.
Ia berharap tidak ada pihak yang menciptakan kegaduhan. Semua harus komando lurus kepada keputusan pemegang saham. (yen/cr4)