Breaking News:

Hikmah RAMADHAN: Fenomena Hari Jumat

Marilah bersama-sama kita bersyukur kehadirat Allah SWT atas rahmat serta hidayah Allah SWT kita masih diberikan

Editor: Kanis Jehola
Hikmah RAMADHAN: Fenomena Hari Jumat
ISTIMEWA
Chariul Pua Tingga

POS-KUPANG.COM - Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh. Alhamdulillahi Rabbil'alamiin, para pembaca Pos Kupang kaum muslim dimana pun berada. Marilah bersama-sama kita bersyukur kehadirat Allah SWT atas rahmat serta hidayah Allah SWT kita masih diberikan kepercayaan untuk menjalankan perintah Allah SWT sampai dengan hari ke 15 bulan Ramadhan, jadi kita sekarang sudah berada di pertengahan bulan Ramadhan.

Sholawat serta salam semoga tercurahkan kepada baginda Nabiyullah Muhammad Rasulullah SAW yang menjadi panutan kita dalam melaksanakan seluruh perintah-perintah Allah, semoga kita mendapatkan syafa'at-nya di yaumul akhir kelak.

Para pembaca Pos Kupang kaum muslim yang di Rahmati Allah SWT. Hari Jumat mempunyai kedudukan tersendiri di dalam Islam, baik dari sisi keutamaan, sejarahnya dan juga disyariatkan amal-amalan sunnah yang berlipat ganda pahalanya. Diantara hadits dan riwayat yang menyebutkan hal tersebut antara lain: Pertama: Hari Jumat sebagai hari terbaik dan bersejarah.

Derita Lamalera, Jadi Destinasi Wisata Kelas Dunia Tapi Susah Internet dan Telepon

Dari Abi Hurairah ra, Rasulullah SAW bersabda: Hari terbaik terbitnya matahari adalah pada hari Jum'at, pada hari itu Adam diciptakan, pada hari itu pula dimasukkan ke dalam surga dan pada hari itu tersebut dia dikeluarkan dari surga" (HR. Muslim)

Kedua: Hari Jumat sebagai hari raya bagi kaum muslimin di antara keutamaan hari Jumat adalah Allah subhanahu wata'ala menjadikan hari tersebut sebagai hari raya pekanan bagi kaum muslimin. Dari Ibnu Abbas ra, Rasulullah SAW bersabda: Sesungguhnya hari ini adalah hari raya, Allah menjadikannya istimewa bagi kaum muslimin, maka barang siapa yang akan mendatangi shalat Jum'at maka hendaklah dia mandi". (IbnuMajah)

Bupati Ende Djafar Achmad Nasehati Warga Seusai Launching Bantuan Sosial Tunai, Ibu-ibu Terharu

Ketiga: Hari yang dipenuhi dengan doa yang mustajabah. Diriwayatkan oleh Muslim di dalam kitab shahihnya dari Abi Hurairah radhhiyallahu a'nhu bahwa Nabi Muhammad shalallahu'alaihi wasallam bersabda: Sesungguhnya pada hari Jum'at terdapat satu saat tidaklah seorang muslim mendapatkannya dan dia dalam keadaan berdiri shalat dia meminta kepada Allah suatu kebaikan kecuali Allah memberikannya, dan dia menunjukkan dengan tangannya bahwa saat tersebut sangat sedikit. (HR. Muslim dan Al-Bukhari)

Keempat: Hari diampuni dosa-dosa kecil kaum muslimin. Dari Abu Hurairah ra, Rasulullah Shallallahu `Alaihi Wassalam bersabda: Sholat lima waktu, dari Jumat ke Jumat, dan Ramadhan ke Ramadhan, adalah penghapus dosa antara satu dan lainnya selama dijauhi dosa-dosa besar. (HR Muslim dan lainnya)

Dalam mengisi kemuliaan dan keberkahan hari Jumat, ada serangkaian amalan yang disyariatkan bagi kita semua. Mari bersama berusaha untuk mewujudkannya, Pertama: Mandi, Memakai wangi-wangian dan Pakaian yang Terbaik: Rasulullah SAW bersabda: "Siapa yang mandi pada hari jum'at dan memakai pakaian terbaik yang dimiliki, memakai harum-haruman jika ada, kemudian pergi jum'at dan di sana tidak melangkahi bahu manusia lalu ia mengerjakan sholat sunnah, kemudian ketika imam datang ia diam sampai selesai sholat jum'at maka perbuatannya itu akan menghapuskan dosanya antara jum'at itu dan jum'at sebelumnya." (HR. Ibnu Hibban dan Al-Hakim).

Kedua: Memotong Kuku dan Mencukur Kumis. "Adalah Rasulullah SAW memotong kuku dan mencukur kumis pada hari jum'at sebelum beliau pergi sholat jum'at. (HR. Al-Baihaqi dan At-Thabrani).

Ketiga: Membaca Surat Al-Kahfi. Dari Abu saied bahwa Nabi bersabda: "Barang siapa membaca surat al-kahfi pada hari jum'at, maka cahaya akan menyinarinya diantara dua jum'at". (H.R al-hakim. hadits shahih).

Keempat: Memperbanyak Sholawat Atas Nabi. "Maka perbanyaklah (sholawat) kepadaku pada hari (jum'at) ini, sesungguhnya sholawat kalian akan ditampakkan kepadaku". (H.R Abu Daud hadits shahih).

Kelima: Bersegera Menuju Masjid. Dari Abu hurairoh berkata: Rasulullah telah bersabda: "Pada hari jum'at disetiap pintu masjid ada beberapa malaikat yang mencatat satu persatu orang yang hadir sholat jum'at sesuai dengan kualitas kedudukannya, apabila imam datang/ naik mimbar maka para malaikat itu menutup lembaran catatan tersebut lalu meraka bersiap-siap mendengarkan khutbah, perumpamaan orang yang datang lebih awal seperti orang yang berqurban seekor unta gemuk, orang yang datang berikutnya seperti orang yang berqurban sapi, dan orang datang berikutnya seperti orang yang berqurban kambing, dan orang yang datang berikutnya seperti orang yang bersedeqah ayam, dan orang yang datang berikutnya (kelompok akhir) seperti orang yang bersedekah sebutir telur." (H.R Bukhori dan Muslim).

Keenam: Beritikaf dan memperbanyak Sholat Sunnah sebelum Khotib naik mimbar Abu Hurairah radhiallahu `anhu menuturkan bahwa Nabi Muhammad shallallahu `alaihi wasallam bersabda, "Barang siapa mandi kemudian datang untuk sholat jumat, lalu ia sholat semampunya dan dia diam mendengarkan khotbah hingga selesai, kemudian sholat bersama imam maka akan diampuni dosanya mulai Jumat ini sampai Jumat berikutnya ditambah tiga hari." [HR. Muslim]

Para pembaca Pos Kupang kaum muslim yang dimuliakan Allah. Mari kita berdoa semoga Allah SWT senantiasa memberikan kemudahan dan keberkahan bagi kita dalam mengisi hari Jumat yang mulia ini.*

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved