Breaking News:

BBPP Kupang

Sarjana Pertanian Tak Malu Jalani Profesi sebagai Petani Pembuat Bokashi

Ini bukti bahwa pertanian merupakan sektor usaha yang sangat menjanjikan untuk masa depan," katanya. Sementara itu, Kepala BPPSDMP, Dedi Nursyamsi men

BBPP Kupang
anak muda Antonius Tesen Jemu, SST, Yohanes Tenda Raga, SST, Gusta Naldi Baok, 2 diantaranya sarjana berprofesi sebagai petani dan pembuat pupuk bokashi 

POS KUPANG.COM-- Bagi sebagian anak-anak muda, profesi petani atau pembuat bokashi dari kotoran hewan bukan menjadi pilihan untuk menunjang kehidupan di masa depan. Mereka menganggap petani identik dengan kemiskinan dan juga tidak kekinian.

Tapi sangkaan itu coba untuk didobrak oleh tiga anak muda mereka adalah Antonius Tesen Jemu, SST, Yohanes Tenda Raga, SST, Gusta Naldi Baok, 2 diantaranya adalah sarjana, yang berprofesi sebagai petani dan pembuat pupuk bokashi.

Ketiga anak muda ini di gandeng oleh Balai Besar Pelatihan Peternakan kupang untuk di latih dan mengelola produksi pupuk Bokashi sampai pemasarannya.

Kepala Balai Besar Pelatihan Peternakan Kupang Drh. Bambang Haryanto mengatakan “ kami butuh anak-anak muda yang mau di ajak kerja keras, kreatif dan semangat untuk berkarya baik untuk diri sendiri maupun lingkungan sekitar mereka di latih dan di ajak mengelola pupuk bokashi milik BBPP kupang”
Lanjut Bambang “ anak-anak muda ini akan dilatih pembuatan bokashi dari pembuatan, packging sampai ke pemasarannya, agar mereka mengelola bokashi milik balai dan nanti akan bagi hasil”

“Di masa pandemi Covid-19 ini, para petani muda didorong untuk tidak tinggal diam, jaman sekarang jaman petani melenial yang mendobrak kebiasan lama untuk menghasilkan sesuatu yang berguna bagi kehidupan mereka” ungkap bambang

“Kami mendorong paran anak muda atau petani muda untuk penuh semangat mengambil peran dukung Kementerian Pertanian, agar ketersediaan pangan dan pupuk tetap terjaga dengan membuat dan menggunakan pupuk organik,” jelas kepala BBPP Kupang

Kepala Balai melanjutkan bahwa pembangunan pertanian harus mampu memberi ruang bagi kaum muda untuk mengambil peran yang lebih besar dalam peningkatan sektor pertanian yang masih menjadi andalan Indonesi sekarang ini.

Longginus Lengi, M.Si, Widyaiswara Ahli Madya BBPP Kupang yang dipercayakan sebagai instruktur dalam kegiatan atau pengelolaan pembuatan pupuk bokashi dengan dilaksanakannya pengelolaan bokashi ini dapat menambah produksi pupuk bokashi BBPP Kupang dan dapat membantu petani atau masyarakat yang membutuhkan bokashi dengan harga terjangkau yang ada di wilayah kota/kabupaten Kupang.

“ Pembuatan Bokashi perdana di lakukan pada tanggal 4 sd 6 mei 2020 menghasilkan 1,2 ton pupuk bokasi yang di kemas dalam kemasan 10 Kg dan akan di pasarkan ke toko pertanian maupun masyarakat di kota/kabupaten Kupang” tutur longginus Lengi

Pada kesempatan yang sama Antonius Tesen Jemu, SST sangat senang di ajak untuk mengelola pupuk bokashi milik BBPP Kupang

Halaman
12
Editor: Ferry Ndoen
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved