Bupati dan Kapolres Malaka Ingatkan Warga Maktihan Jangan Sepelekan Virus Corona
pekan lalu presiden perintahkan para menteri, gubernur, bupati/walikota sampai camat, kepala desa, RT/RW untuk turun ke daerah.
Penulis: Edy Hayong | Editor: Rosalina Woso
Bupati dan Kapolres Malaka Ingatkan Warga Maktihan Jangan Sepelekan Virus Corona
POS-KUPANG.COM I MALAKA--Walau ditengah hujan melanda wilayah Malaka umumnya, Bupati Malaka, dr. Stefanus Bria Seran,MPH, bersama Kapolres Malaka, AKBP Albert Neno bersama pimpinan SKPD melakukan safari ke Kecamatan Malaka Barat.
Dalam safari ke Malaka Barat diawali dari Desa Maktihan ini, bupati dan kapolres mengingatkan warga untuk tidak sepelekan virus corona ini. Pasalnya, siapapun yang terkena virus corona, dalam waktu 14 hari tidak tertangani secara baik maka dampaknya pada kematian.
Bupati Malaka, dr. Stefanus Bria Seran,MPH, dihadapan Sekda Malaka, Donatus Bere, S.H, tokoh masyarakat, pimpinan kecamatan, tokoh perempuan di Desa Maktifan, Kamis (7/5) menyampaikan maksud dan harapan dari safari yang dilakukan.
Menurut Bupati SBS, pekan lalu presiden perintahkan para menteri, gubernur, bupati/walikota sampai camat, kepala desa, RT/RW untuk turun ke daerah.
Semua harus turun ke lapangan menyisir ke desa untuk memastikan kesiapan warga dalam mengantisipasi penyebaran virus corona. Sebelum ada perintah dari Presiden, katanya, Pemkab Malaka sudah turun ke lapangan sejak sebulan ini.
"Kita di Malaka sudah lakukan safari ke beberapa kecamatan sejak sebulan lalu dan saat ini di Malaka Barat. Tugas pemerintah selalu jaga rakyat. Kami pastikan warga di tingkat bawa apakah taati aturan atau tidak," kata SBS.
Menurut Bupati SBS, Pemerintah datang ke desa untuk melihat apakah kondisi warga baik atau tidak. Karena corona ini berdampak pada kematian sangat tinggi. Contoh di Amerika kematian ribuan setiap harinya.
"Saya mau katakan bahwa kehadiran ini sebagai bupati tidak ada kaitannya dengan politik pilkada. Belum ada penetapan pasangan calon oleh KPU. Jangan kait-kaitan dengan politik. Pesan saya melalui camat, kepala desa untuk urus warga baik-baik," pesan SBS.
Sementara Kapolres Malaka, AKBP Albert Neno menegaskan, safari ini tidak ada kepentingan lain. Semata-mata untuk melihat keadaan warga terkait pandemi corona.
"Saya mau ingatkan Virus ini tidak sekedar sakit tapi begitu serang kita dalam waktu 14 hari tidak tertangangi maka akan meninggal. Banyak yang sudah meninggal dunia. Dicermati kematian ini maka virus ini sangat sadis, kejam tidak ada toleransi," ujarnya.
Dirinya menambahkan, pemerintah dan jajarannya tidak cuma duduk di belakang meja. Karena untuk mengetahui kondisi warga maka tidak akan tahu keadaan warga di lapangan.
• Update Corona di NTT : Gubernur dan Wagub NTT Tinjau Pemeriksaan Pertama Swab di RSUD Johannes
• DJP Perluas Sektor Usaha yang Berhak Dapatkan Insentif Pajak
"Saya minta warga di Malaka khususnya di Maktihan jangan anggap remeh. Kita berdoa jangan ada positif sehingga kita jalan aman. Ada empat senjata yang perlu kita perhatikan yakni masker, sediakan tempat cuci tangan, duduk jaga jarak, tidak boleh ada kerumunan," pesan kapolres.(Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Edi Hayong)