Refly Harun Sindir Sandiaga Uno Masih Seperti Cawapres, Sebut Arah Politik Gerindra yang Tak Jelas

Namun sikap politik Partai Gerindra masih dipertanyakan lantaran masih adanya kritik dari kader partai tersebut ke pemerintahan Jokowi

Editor: Alfred Dama
Channel YouTube Refly Harun/Talk Show tv One
Pakar Tata Hukum Negara, Refly Harun dan Sandiaga Uno 

Refly Harun Sindir Sandiaga Uno Masih Seperti Cawapres, Sebut Arah Politik Partai Gerindra yang Tak Jelas

POS KUPANG.COM, JAKARTA -- Partai Gerindra sudah bergabung dengan pemerintahan  yang ditandai dengan masuknya dua pimpinan dan kader partai tersebut.

Dua sosok dari Partai Gerindara yang masuk dalam Kabinet Presiden Joko Widodo yaitu Menteri Pertahanan Prabowo Subianto dan Menteri Kelautan dan Perikanan , Edhy Prabowo

Namun sikap politik Partai Gerindra masih dipertanyakan lantaran masih adanya kritik dari kader partai tersebut ke pemerintahan Jokowi

Pakar Tata Hukum Negara, Refly Harun mempertanyakan arah politik Partai Gerindra pada Mantan Wakil Ketua DPR, Fadli Zon.

Menurut Refly Harun, saat ini Partai Gerindra tidak jelas. "Saya ingin bertanya berbagai hal Bung Fadli."

"Kita mulai dengan posisi politik Gerindra menurut saya ini ambigu," ujar Refly Harun dikutip dari channel YouTubenya pada Rabu (6/6/2020).

Pakar Hukum Tata Negara, Refly Harun dalam acara Indonesia Lawyers Club (ILC), Selasa (28/4/2020).
Pakar Hukum Tata Negara, Refly Harun dalam acara Indonesia Lawyers Club (ILC), Selasa (28/4/2020). ((YouTube Indonesia Lawyers Club))

Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto diketahui memang sudah bergabung dengan kabinet Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Namun Refly menilai, Gerindra masih kurang benar-benar klop dengan pemerintah.

"Oke Pak Prabowo sudah ada di kabinet tapi tidak semua Bung Fadli sendiri misalnya, Sandiaga Uno seperti punya agenda sendiri-sendiri ini."

KABAR BURUK Covid-19, Ahli Kesehatan WHO Sebut Vaksin Virus Corona Tak Akan Pernah Ada

Suku Asli Australia Masih Bebas Virus Corona, Ini Rahasia Orang Aborigin Hingga Belum ada Covid-19

Apa Agama Didi Kempot? Pertanyan yang Bikin Sebel Sahabat: Sungguh Menyedihkan

Nikita Mirzani Diledekin Usai Selfie Pamer Dada dan Ungkap Ingin Kawin Lagi

"Pak Prabowo di kabinet di Kementerian Pertahanan tidak blended bener dengan Kabinetnya Jokowi rasanya seperti itu," ujar Refly.

Refly lalu juga menyinggung Fadli sendiri yang selama ini masih keras mengkritik pemerintah.

Sementara itu, Mantan Calon Wakil Presiden pasangan Prabowo, Sandiaga Uno dinilai juga masih bersikap seperti Cawapres.

Sehingga, Refly menilai Gerindra tidak jelas.

"Bung Fadli tidak merasa bagian dari pemerintah juga, Sandiaga Uno malah lebih kelihatannya bersikap sebagai Calon Wakil Presiden terus yang lepas dari partai politik dan lebih banyak ketemu konstituen ke sana ke mari."

"Silakan dialog Bung Fadli kok Gerindra ini enggak jelas malah," ungkap Refly.

Fadli lantas membantah hal tersebut.

Menurutnya, baik Prabowo maupun dirinya sendiri tengah melaksanakan tugas yang sedang diemban.

"Menurut saya sih cukup jelas, Pak Prabowo sebagai Menteri Pertahanan menjalankan fungsi-fungsinya sebagai Menteri Pertahanan."

"Kalau saya sebagai anggota DPR ya saya menjalankan fungsi-fungsi saya sebagai anggota DPR, legislatif yang juga dipilih oleh rakyat dan tentu saja harus bersikap objektif," jelas Fadli.

Ia mengatakan bahwa akan mengkritik jika menurutnya kebijakan kurang bagus.

Namun, juga akan memuji jika ada kebijakan yang menurutnya bagus.

"Objektif itu adalah menurut saya kalau ada kebijakan yang bagus kita dukung tapi kalau kebijakan yang jelek kita kritisi."

Politisi Partai Gerindra, Fadli Zon mengomentari soal beda aturan pemerintah pusat dengan Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan.
Politisi Partai Gerindra, Fadli Zon mengomentari soal beda aturan pemerintah pusat dengan Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan. ((YouTube Refly Harun))

"Kalau lebih banyak kebijakan yang jelek ya lebih banyak lagi kritiknya."

"Semakin banyak kebijakan bagus, semakin susah kita mengkritiknya gitu," ucap dia.

Menurut Fadli Zon, banyak pihak yang mempertanyakan alasannya tak menjadi juru bicara (jubir) Prabowo.

Justru, ia mengaku sudah terlalu lama menjadi jubir ketua umum Partai Gerindra itu.

Kini, Fadli Zon yang duduk di kursi DPR mengaku hanya ingin menjadi jubir rakyat.

"Jadi saya menjalankan fungsi saya sebagai parlemen ya harus bicara dan kemudian saya kira banyak yang juga mengatakan waktu itu kenapa tidak menjadi juru bicara partai atau juru bicara Prabowo," ucap Fadli Zon.

"Saya sudah terlalu lama jadi juru bicara Prabowo, sudah terlalu lama jadi juru bicara partai."

"Jadi saya sekarang juru bicara rakyat," imbuhnya.

Lihat videonya mulai menit ke-1:20:

Mengapa Tak Pernah Puji Pemerintah

Pada kesempatan yang sama Refly Harun juga bertanya mengapa Fadli Zon tak pernah memuji pemerintah.

Mulanya, Refly Harun mengatakan bahwa jika ada kebijakan pemerintah yang tidak bagus memang patut untuk dikritik.

Namun dari penelusuran cuitan Twitter Fadli Zon terlihat selalu mengkritik pemerintah.

"Ada satu pertanyaan menarik kalau bagus dibilang baik dibilang baik. Kalau tidak bagus ya kita kritik."

"Tapi kalau kita lihat tweetnya Fadli Zon kok enggak pernah Bung Fadli Zon memuji pemerintah, ada kritik saja," singgung Refly Harun.

Fadli Zon lantas mengaku dirinya bingung bagian dari kebijakan pemerintah yang menurutnya patut dipuji.

Menurnya tak ada yang bagus dalam kebijakan Presiden Joko Widodo selama enam bulan pertama masa kepemimpinan 2019-2024.

"Saya bingung mau muji yang mana?" jawab Fadli.

"Masak enggak ada yang baik," tanya Refly lagi.

"Saya bingung saja dari mulai 6 bulan yang lalu saya bingung mau memuji yang mana ya," jawab Fadli lagi.

Lalu Politikus Gerindra itu menjawab bahwa keputusan Jokowi dalam mengangkat Prabowo Subianto menjadi Menteri Pertahanan adalah keputusan terbaik.

Ia menatakan pujian itu juga ia telah nyatakan pada media.

"Ada yang saya puji keputusan terbaik dari Pak Jokowi adalah menempatkan Pak Prabowo sebagai Menteri Pertahanan itu saja itu. Jejak digitalnya ada ," ungkapnya.

Lalu, Refly menjawab bahwa persepsi orang itu berbeda-beda.

Sehingga, jika memang Fadli Zon tidak menyukai kebijakan pemerintah itu bukan suatu masalah.

"Yang lain saya belum menemukan gitu lah, ada satu dua yang lain," ujar Fadli.

"Ya kan persepsi orang berbeda-beda," jawab Refly. (TribunWow.com)
 

Sebagian Artikel in sudah tayang di Tribunwow.com dengan judul: Refly Harun Sebut Partai Gerindra Ambigu: Sandiaga Uno Kelihatan Bersikap sebagai Cawapres Terus https://wow.tribunnews.com/2020/05/06/refly-harun-sebut-partai-gerindra-ambigu-sandiaga-uno-kelihatan-bersikap-sebagai-cawapres-terus?page=all

Sumber: TribunWow.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved