Corona di NTT

BLT di Lembata NTT, Bantuan Langsung Tunai Cukup Membantu untuk Makan-Minum di Rumah

Yohanes Domaking, seorang nelayan di Desa Hadakewa Kecamatan Lebatukan, merasa bersyukur bisa mendapatkan bantuan langsung tunai dari peme

Penulis: Ricardus Wawo | Editor: Ferry Ndoen
Foto/Ricko Wawo
Bupati Lembata Eliaser Yentji Sunur secara simbolis menyerahkan buku rekening Bank NTT kepada para penerima BLT di Desa Hadakewa Kecamatan Lebatukan, Selasa (5/5/2020) 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Ricko Wawo

POS-KUPANG.COM-LEWOLEBA-Yohanes Domaking, seorang nelayan di Desa Hadakewa Kecamatan Lebatukan, merasa bersyukur bisa mendapatkan bantuan langsung tunai dari pemerintah selama masa pandemi Covid-19. Meski tak banyak, bantuan sebesar Rp 600 ribu per bulan yang berasal dari dana desa itu cukup untuk kebutuhan makan minum di rumahnya.

"Ini sangat membantu biar sedikit tapi bisa membantu. Saya nelayan cuma sudah tiga thaun tidak kerja karena sakit," ungkap Yohanes kepada Pos Kupang di Aula Serbaguna Desa Hadakewa, Selasa (5/5/2020).

Yohanes memiliki sebuah bagan ikan. Dari bagan ini, dia bisa meraup untung rata-rata Rp 5 juta per bulan. Sayangnya, selama masa pandemi ini dia tidak bisa berbuat banyak karena kebijakan pemerintah yang membatasi aktivitas warga demi mencegah penularan virus corona.

"Betul-betul sulit masa masa seperti ini. Saya ada kredit di koperasi tidak bisa bayar. Ini (BLT) memang betul betul untuk makan saja," tambahnya.

Desa Hadakewa, Kecamatan Lebatukan menjadi desa pertama di Lembata yang sudah menyalurkan bantuan langsung tunai (BLT) kepada keluarga miskin yang terdampak Covid-19. Bantuan senilai Rp 600 ribu per bulan itu sudah ada di rekening Bank NTT masing-masing penerima.

Kepala Desa Hadakewa Klemens Kwaman, menyebutkan sangat jarang kebijakan pemerintah itu 100 persen memuaskan masyarakat tapi pemerintah tetap berupaya memberikan bantuan kepada masyarakat. Kata Klemens, Tim Relawan Covid-19 Desa Hadakewa yang bekerja mendata semua warga yang menerima bantuan sesuai juknis dari kementerian. Setelah itu, mereka lakukan verifikasi dan musyawarah untuk menetapkan penerima BLT definitif.

Kepala desa yang pernah bersama Presiden Jokowi ke India ini merincikan di Desa Hadakewa ada 263 Kepala Keluarga (KK). Ada 107 KK yang sudah menjadi penerima Program Keluarga Harapan (PKH) dan Rastra, sisanya adalah PNS, Pensiun PNS, dan aparat desa. Mereka ini tentu tidak masuk dalam penerima BLT. Jadi ada sebanyak 122 KK yang berhak menerima bantuan langsung tunai.

"Saya sebagai kepala desa tidak tentukan sendiri. Tapi ada banyak unsur yang tentukan dalam musyawarah desa," kata Klemens menerangkan.

Dijelaskan, total dana yang dikucurkan untuk bantuan ini sebesar Rp 219.600.000. Dia bersyukur karena Bank NTT mendukung pemerintah desa dalam proses pembuatan rekening.

Bupati Lembata Eliaser Yentji Sunur menekankan bahwa bantuan tersebut hanya berlangsung selama tiga bulan atau selama masa pagebluk Covid-19.

ANDA Termasuk 12 Daftar Pejabat dan PNS yang Tidak Mendapat THR ? Ini Daftar Pejabat SIMAK Info

"Mungkin BLT belum bisa bantu anak-anak di luar, tapi kalau bisa sisihkan bisa kirimkan ke sana. Kita sementara data susulan bagi yang belum terdata untuk kita kirim lagi ke kementerian," ujarnya.

Bupati Sunur mengapresiasi kepala desa dan aparat yang sudah cepat menyalurkan bantuan langsung tunai kepada masyarakat.

Dia berharap semua desa di Lembata bisa mengikuti jejak Desa Hadakewa yang cepat menyalurkan bantuan langsung tunai.

"Kita tetap minta kades urus secepatnya. Jadi tidak boleh menahan sampai batas waktu. Administrasi tetap harus jalan karena akan diaudit. Kades tetap harus patuh pada regulasi," terangnya.

Bupati Lembata Eliaser Yentji Sunur secara simbolis menyerahkan buku rekening Bank NTT kepada para penerima BLT di Desa Hadakewa Kecamatan Lebatukan, Selasa (5/5/2020)
Bupati Lembata Eliaser Yentji Sunur secara simbolis menyerahkan buku rekening Bank NTT kepada para penerima BLT di Desa Hadakewa Kecamatan Lebatukan, Selasa (5/5/2020) (Foto/Ricko Wawo)
Sumber: Pos Kupang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved