Kepala BPS NTT : Tiga Komponen Ini Dorong Inflasi di NTT
adanya kenaikan indeks harga pada 5 dari 11 kelompok pengeluaran. Kelompok pengeluaran yang mengalami kenaikan
Penulis: Yeni Rachmawati | Editor: Rosalina Woso
Kepala BPS NTT : Tiga Komponen Ini Dorong Inflasi di NTT
POS-KUPANG.COM | KUPANG -- BPS NTT setiap awal bulan selalu merilis angka inflasi bulan sebelumnya. Rilis bersama Pemerintah Provinsi Instansi Terkait dan Media Massa setiap kali dilakukan di Lantai II Kantor tersebut.
Namun karena pandemi Covid-19 rilis BPS sudah beberapa kali disampaikan melalu live streaming.
Kepala BPS NTT, Darwis Sitorus pada rilis tersebut menyampaikan April 2020, Nusa Tenggara Timur mengalami inflasi sebesar 0,07 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 103,79.
Kota Kupang mengalami Inflasi sebesar 0,19 persen, Kota Maumere mengalami Deflasi sebesar 0,06 persen, dan Kota Waingapu mengalami Deflasi sebesar 0,80 persen.
Ia menjelaskan inflasi April 2020 di Nusa Tenggara Timur terjadi karena adanya kenaikan indeks harga pada 5 dari 11 kelompok pengeluaran. Kelompok pengeluaran yang mengalami kenaikan indeks harga terbesar adalah kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya yang naik sebesar 1,25 persen.
Tingkat inflasi pada April 2020 didukung oleh perawatan pribadi dan jasa lainnya 1,25 persen, diikuti kesehatan 0,41 persen, pakaian dan alas kaki 0,33 persen.
Begitu pula di kota Kupang tingkat inflasi juga didukung oleh tiga komponen tersebut namun untuk perawatan pribadi dan jasa lainnya 1,31 persen, diikuti pakaian dan alas kaki 0,78 dan kesehatan 0,55 persen.
Dijelaskannya untuk kabupaten Sikka tingkat inflasi didukung juga oleh perawatan pribadi dan jasa lainnya, 1,49 persen, diikuti transpirtasi 0,27.
Komponen yang sama juga terjadi di kota Waingapu, dimana perawatan pribadi dan jasa lainnya 0,62 persen dan transportasi 0,13 persen.
• Percepatan Operasional Swab, Pemprov NTT Harapkan Reagen PCR Hari Ini Tiba di Kupang
• Satu ODP di Kabupaten TTU Meninggal Dunia, Begini Ini Kronologisnya !
• Update Covid-19 NTT, 11 Pasien Positif Berdasarkan Swab, 38 PDP Sembuh & 86 Sampel Belum Ada Hasil
Lanjutnya, pada April 2020, dari 90 kota sampel IHK Nasional, 39 kota mengalami inflasi dan 51 kota mengalami deflasi. Kota yang mengalami inflasi tertinggi terjadi di Kota Bau-Bau sebesar 0,88 persen dan inflasi terendah terjadi di Kota Cirebon sebesar 0,02 persen.
Sedangkan deflasi terbesar terjadi di Kota Pangkal Pinang sebesar 0,92 persen dan deflasi terendah terjadi di kota Semarang sebesar 0,02 persen.(Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Yeni Rachmawati).