Corona di Sikka
UPDATE CORONA: Tak Mau Rapid Test Ketiga, Lima Eks Penumpang KM Lambelu Dijemput Paksa
Lima warga kepulauan eks penumpang KM Lambelu domisili di Desa Kojagete, dalam Gugus Teluk Maumere, dijemput Tim Gugus Tugas Covid-19 Sikka
Penulis: Eugenius Moa | Editor: Kanis Jehola
POS-KUPANG.COM | MAUMERE - Lima warga kepulauan eks penumpang KM Lambelu domisili di Desa Kojagete, dalam Gugus Teluk Maumere, dijemput Tim Gugus Tugas Covid-19 Sikka, Senin (4/5/2020) sore. Mereka menolak melakukan rapid test ketiga ketika didatangi tim medis bersama aparat keamanan, Minggu (3/5/2020).
"Tenaga staf saya juga terbatas. Jangan sampai mereka harus didatangi dari rumah ke rumah, staf saya juga jebol," kata Jurubicara Satgas Covid-19, Petrus Herlemus kepada wartawan, Senin (4/5/2020) di Maumere.
• Pengumuman Kelulusan di SMA Katolik Kejora Riung Terapkan Protokol Kesehatan Cegah Covid-19
Herlemus menjelaskan, jemput paksa menjadi alternatif dilakukan tim gugus tugas menyelamatkan warga Nian Tana. Semua eks penumpang KM Lambelu wajib menjalani rapid test ketiga bersama jemaah ijtima Gowa, Sulawesi Selatan.
"Tadi malam, saya minta semuanya dijemput dan dikarantina terpusat di Maumere. Mereka mau atau tidak bukan urusan saya, nanti urusanya dengan aparat keamanan," tegas Herlemus.
• Lulus 100 Persen, SMAK Giovanni Kupang Umumkan Hasil Secara Daring
Dalam rapid test hari Minggu, kata Herlemus, semua eks penumpang KM Lambelu dan jemaah ijtima Gowa diminta berkumpul di Puskesmas Kojagete. Namun hinggga petang, kelima orang itu tidak datang melakukan rapid test.
"Kemarin, kita harapkan mereka datang ke lokasi yang sudah ditentukan untuk rapid test, namun sampai sore tidak muncul. Tim medis tiba di Maumere sekitar pukul 20.00-21.00 Wita.Ini perjuangannya luar biasa, kita harapkan masyarakat sadar," tandas Herlemus.
Rapid test ketiga terhadap sebagian dari 179 eks penumpang KM Lambelu dan jemaah ijtima Gowa, selama pekan lalu telah menemukan 57 pelaku perjalanan terindikasi reaktif.
Hari ini tim medis melanjutkan rapid test terhadap sebagian penumpang yang belum diperiksa rapid test. Selaian itu diperkirakan masih sekitara 200-an jemaah ijtima berada di Sikka. (laporan wartawan POS-KUPANG.COM, eginius mo'a)