Jumat, 17 April 2026

Pemkab Mabar Tertibkan Pedagang Pasar Rakyat Batu Cermin Labuan Bajo

Sejumlah pedagang di Pasar Rakyat Batu Cermin Labuan Bajo, ditertibkan oleh Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat ( Pemkab Mabar)

Penulis: Gecio Viana | Editor: Kanis Jehola
POS-KUPANG.COM/Gecio Viana
Dua anak pedagang di Pasar Rakyat Batu Cermin Labuan Bajo, tengah memindahkan barang saat lapak jualan orang tuanya ditertibkan Pemerintah Kabupaten Mabar, Senin (4/5/2020) 

POS-KUPANG.COM | LABUAN BAJO - Sejumlah pedagang di Pasar Rakyat Batu Cermin Labuan Bajo, ditertibkan oleh Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat ( Pemkab Mabar), Senin (4/5/2020).

Penertiban dilakukan oleh Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Mabar bersama Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Koperasi ( Perindagkop) Mabar, Dinas Perhubungan Mabar, Dinas Kesehatan Mabar dan Badan Lingkungan Hidup Daerah Mabar.

Penertiban ini juga dilakukan dalam rangka penanganan penyebaran Covid-19 di daerah itu.

SMAN 1 Waikabubak Sumba Barat Umumkan Kelulusan Secara Online

Sebab, para pedagang berjualan di bagian luar gedung yang telah disediakan lapak jualan.

Para pedagang berjejer menjajakan dagangannya pada bagian luar gedung yang bersebelahan dengan jalan utama.

Sempat terjadi adu mulut antara pedagang yang enggan untuk ditertibkan.

Bangun Mall di Pasar Maumere Jangan Bikin Sakit Hati Pedagang

Para pedagang beralasan karena dagangan mereka tak kunjung laku jika dijual di dalam lapak jualan di dalam gedung.

Namun demikian, para pedagang secara perlahan membawa dagangan mereka untuk dijual di dalam lapak bagian dalam gedung.

Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Mabar, Stefanus Salut mengatakan, penertiban tersebut dilakukan menindaklanjuti surat dari Menteri Perdagangan kepada Perindagkop Mabar.

"Karena dilarang, semua yang di sini, karena ada 400 lapak di dalam," ungkapnya.

Diakuinya, para pedagang menggunakan lahan yang bukan diperuntukkan untuk berjualan. Bahkan, kata dia, ada tempat yang digunakan untuk tidur siang.

Usai melakukan penertiban, selanjutnya bersama dinas terkait lainnya akan membangun posko Covid-19 di area pasar.

Sementara itu, salah satu pedagang, Maria Asil (45) mengaku kecewa dengan penertiban yang dilakukan pemerintah.

Menurutnya, alasan para pedagang berjualan di luar gedung yang disediakan karena penghasilan yang tidak maksimal di area lapak di dalam gedung dan takut terkena Covid-19.

"Jadi kalau ini untuk mengimbau alangkah baiknya tutup (pasar) total saja," ungkapnya.

Sumber: Pos Kupang
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved