Corona di TTU
Lawan Covid-19, IPeKB TTU Bagikan 450 Masker kepada Warga di Desa Banfanu
IPeKB TTU juga melakukan kegiatan dalam rangka memutus mata rantai penyebaran virus corona ( Covid-19)
Penulis: Thomas Mbenu Nulangi | Editor: Kanis Jehola
POS-KUPANG.COM | KEFAMENANU -
Ikatan Penyuluh Keluarga Berencana (IPeKB) Cabang Timor Tengah Utara (TTU) juga melakukan kegiatan dalam rangka memutus mata rantai penyebaran virus corona (covid-19) di daerah tersebut.
Salah satu kegiatan yang dilakukan oleh para penyuluh KB tersebut yakni membagikan 450 masker kepada masyarakat di Desa Keluarga Bencana (KB) yakni di Desa Banfanu, Kecamatan Noemuti, Kabupaten TTU, Senin (4/5/2020).
Selain membagikan masker, para penyuluh juga melakukan kegiatan sosialisasi terkait virus yang berasal dari Provinsi Wuhan China tersebut dan juga memberikan pelayanan KB kepada warga.
Usai membagikan masker, Ketua Panitia Kegiatan, Samuel Sunhaki mengatakan, kegiatan pembagian masker merupakan bentuk kepedulian dari anggota IPeKB Cabang TTU dalam upaya membantu pemerintah memutus mata rantai penyebaran virus yang mematikan tersebut.
"Ini merupakan salah satu bentuk kegiatan yang kami lakukan dalam rangka mendukung pemerintah daerah melakukan pencegahan terhadap covid-19," ujarnya.
Dijelaskannya, dana untuk pengadaan masker tersebut merupakan hasil kontribusi dari para penyuluh lapangan KB yang diberikan secara suka rela, dengan tujuan, agar pemakaian masker merupakan satu kebudayaan baru bagi masyarakat di TTU.
Ditambahkannya, selain melakukan pembagian masker, pihaknya juga melakukan kegiatan Konseling, Informasi, dan Edukasi (KIE) kepada warga di Desa Banfanu.
"Kita memberikan informasi mengenai covid-19 itu sendiri, tentang penyebaran covid-19, tentang sasaran siapa saja yang terkena covid-19, dan pencegahan covid-19 itu sendiri," kata Samuel yang juga menjabat sebagai Ketua IPeKB Cabang TTU teresebut.
Samuel menyatakan, dalam kegiatan KIE tersebut, pihaknya juga memberikan pelayanan KB kepada masyarakat, sehingga bisa memastikan, jangan sampai orang tidak positif covid-19, namun positif hamil yang terjadi diluar perencanaan.
"Kalau dia merencanakan kehamilannya dengan baik, tidak masalah, tetapi kalau kehamilan tanpa direncanakan, ini yang akan menjadi persoalan baru bagi bangsa ini dan juga daerah ini," pungkasnya.
Sementara itu, Kepala Desa Banfanu Canisius ML Fios kepada Pos Kupang mengucapkan rasa terima kasih IPeKB Kabupaten TTU yang sudah membantu membagi masker gratis kepada masyarakat di Desa Banfanu.
Canisius mengatakan, untuk pengadaan masker pemerintah desa sudah mengalokasikan dana melalui dana desa. Namun sampai saat ini masker belum juga tiba di desa tersebut. Sehingga dengan bantuan tersebut sangat membantu warganya dalam memutus mata rantai penyebaran covid-19. . (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Tommy Mbenu Nulangi)