Breaking News:

Hikmah RAMADHAN: Adab Sholat Khusyu

Sholawat serta salam semoga tercurahkan kepada baginda Rasulullah SAW yang selalu kita harapkan syafa'atnya di yaumul akhir

Editor: Kanis Jehola
Hikmah RAMADHAN: Adab Sholat Khusyu
ISTIMEWA
Chariul Pua Tingga

POS-KUPANG.COM - Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh. Alhamdulillahi Rabbil'alamiin, puji syukur atas rahmat Allah kepada kita sehingga sampai dengan hari ke sebelas bulan ramadhan ini, kita masih diberikan kesempatan untuk terus beribadah kepada Allah SWT, karena tidak semua orang diberikan kesempatan oleh Allah untuk terus istiqomah dalam beribadah. Sholawat serta salam semoga tercurahkan kepada baginda Rasulullah SAW yang selalu kita harapkan syafa'atnya di yaumul akhir.

Para pembaca Pos Kupang umat muslimin yang dimuliakan Allah SWT, selain kita memahami penting dan hikmah sholat, sangat penting juga bagi kita untuk menjaga kekhusyukan ibadah sholat kita. Disebutkan oleh Imam Ibnu Qudamah al-Maqdasy dalam kitabnya Mukhtasor Minhajul Qashidin, bahwa kekhusyukan adalah `puncak kebaikan' dari adab-adab sholat yang kita kerjakan. Di dalam Al-Qur'an pun sudah dijelaskan, bagaimana kekhusyukan menjadi ciri keberuntungan seorang mukmin, sebagaimana firman Allah SWT dalam surah al-mukminun ayat 1 sampai 2, yang artinya "sungguh beruntung orang-orang yang beriman, (yaitu) orang yang khusyu' dalam sholatnya".

Gugus Tugas Covid-19 Lembata Usir Kapal Perancis

Dengan berpedoman firman Allah SWT di atas, maka sudah menjadi kewajiban bagi kita umat muslim untuk terus mengevaluasi sholat kita selama ini, Apakah sudah mendapati kekhusyukan dalam sholatnya, atau masih sering menjadikan sholat sebagai rutinitas biasa yang nyaris tidak berkesan apapun terhadap dirinya? Setiap kita tentu harus berusaha untuk meningkatkan kualitas sholatnya dari hari ke hari. Bukan hanya mengerjakan syarat dan rukunnya saja, tetapi berusaha mengejar kekhusyukan di dalam sholat, agar lebih optimal pengaruh dan pahala yang ia dapatkan. Disebutkan dalam Tafsir Al-Wasith yang ditulis oleh Syeikh Al-Azhar, Muhammad Ali Tonthowi, makna khusyuk adalah: "ketakutan dalam hati kepada Allah SWT, yang terlihat pada anggotabadan, menjadikannya tenang dan merasakan bahwa berdiri menghadap Allah SWT". Tentu saja ini adalah pekerjaan yang berat dan harus dilatih terus menerus. Adapun beberapa langkah untuk lebih khusyuk dalam sholat, secara umum telah dibahas dalam banyak kitab-kitab,di antaranya sebagai berikut :

Petronela Mau Terancam Ttidak Bisa Mengikuti Program Kartu Prakerja

Pertama: Menyadari fungsi dan pentingnya sholat sehingga ia tidak lagi merasa sholat sebagai sebuah kewajiban, tetapi sebagai sebuah kebutuhan yang akan berakibat baik bagi dirinya sendiri, di dunia maupun akhirat.

Kedua: Istihdhor al-Qalb (Konsentrasi): yakni mengosongkan hati dari hal hal yang mengganggu dan mencampuri konsentrasi ketika sholat. Karenanya disyariatkan niat di awal sholat sebagai pintu awal menata hati dan menghadirkannya. Rasulullah SAW juga mengingatkan godaan syetan ketika manusia tengah sholat . Dari Utsman bin Abi Ash, ia mendatangi Rasulullah SAW dan mengatakan: "Wahai Rasulullah, sesungguhnya syaitan telah menghalangi shalatku dan mengganggu bacaanku". Maka Rasulullah SAW berkata: "itu adalah syaitan yang bernama Khonzab, jika engkau merasakan maka bertaawudzlah (minta perlindungan kepada Allah), dan meludahlah ka arah kiri tiga kali" (HR Bukhori)

Ketiga: Tafahum li ma'nal Kalam (Mengetahui Arti lafal) : Dengan memahami makna bacaan yang kita lafalkan, maka akan membantu kekhusyukan dalam sholat, karena kita menghayati sepenuhnya doa-doa yang ada di dalamnya.

Keempat: Ta'dzhiim lillah (Penghormatan & Pengagungan): Yaitu merasakan keagungan Allah dan sebaliknya kekerdilan kita sebagai hambanya. Hal ini akan memunculkan ketakutan saat sedang menjalani sholat. Tidak ada kesombongan sedikitpun saat kita sholat.

Kelima: Dzkirul Maut (Mengingat Mati): Kita merasa bahwa sholat kita ini adalah yang terakhir yang akan kita kerjakan, dimana setelahnya malaikat maut datang menjemput ajal kita. Perasaan ini menumbuhkan suasana kebatinan yang luar biasa, membantu sholat kita jauh lebih khusyuk dari sebelumnya. Karenanya, Rasulullah SAW bersabda yang artinya "Ingatlah mati dalam sholatmu, karena sesungguhnya jika orang mengingat mati dalam sholatnya tentu ia akan memperbagus sholatnya.
Shalatlah seperti orang tidak yakin ia akan dapat melakukan sholat selainnya. (HR Dailami, dishahihkan oleh Albani)

Selain langkah-langkah di atas, syariat kita juga menganjurkan sunnah-sunnah tertentu yangsemuanya mengarah menuju optimalisasi kualitas sholat. Ada hal-hal yang dianjurkan: seperti bersiwak, memakai pakaian yang baik, berdoa ketika melangkah ke masjid. Ada pula hal-hal yang dilarang dan dimakruhkan, seperti : larangan makan makanan berbau menyengat, larangansholat dalam kondisi menahan hajat, dan lain sebagainya. Jika semua ini dijalankan dengan baik, insya Allah akan membantu kita untuk menggapai sholat yang lebih khusyu'. Semoga Allah SWT senantiasa memudahkan kita untuk mencapai sholat yang khusyu'. *

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved