Corona di Sumba Timur

Update Corona Sumba Timur - OTG di Sumba Timur Delapan Orang

Orang Tanpa Gejala ( OTG) di Kabupaten Sumba Timur sebanyak 8 orang. Jumlah ini masih tetap sejak beberapa hari lalu

Penulis: Oby Lewanmeru | Editor: Kanis Jehola
POS-KUPANG.COM/OBY LEWANMERU
Kepala Dinas Kesehatan Sumba Timur, dr. Chrisnawan Try Haryantana 

POS-KUPANG.COM | WAINGAPU - Orang Tanpa Gejala ( OTG) di Kabupaten Sumba Timur sebanyak 8 orang. Jumlah ini masih tetap sejak beberapa hari lalu.

Sesuai data yang diperoleh dari Posko Percepatan Pencegahan dan Penanganan Corona Virus Disease ( Covid-19) Kabupaten Sumba Timur, Sabtu (2/5/2020) malam menyebutkan, di Sumba Timur masih terdapat OTG dengan jumlah sebanyak delapan orang. Kedelapan OTG ini masih dalam masa pemantauan.

Sementara itu akumulasi ODP di Sumba Timur sebanyak 156 orang. Dari jumlah tersebut,126 orang telah selesai masa pemantauan dan sisanya 30 orang masih dipantau.

Gugus Tugas Covid-19 Ende Sudah Kumpul dan Rapid Tes Eks Peserta Klaster Gowa

Sementara pelaku perjalanan di Sumba Timur masih berjumlah 4.056 dengan rincian ,pelaku perjalanan yang sudah selesai karantina mandiri sebanyak 2.845 orang dan yang masih karantina mandiri 1.211 orang.

Pasien Dalam Pengawasan (PDP) di Sumba Timur ada 3 orang dan 1 orang telah sembuh atau selesai masa pemantauan sehingga jumlah saat ini 2 orang PDP.

Sebelumnya, Kepala Dinas Kesehatan Sumba Timur, dr. Chrisnawan Try Haryantana mengatakan, pihaknya telah mengirimkan 11 sampel swab atau spesimen untuk diuji atau diperiksa PCR . Ke-11 sampel itu satunya terkonfirmasi negatif.

FKPT NTT Bagi Masker dan Sampaikan Himbauan di Pasar Oesao

Menurut dr. Chrisnawan, ada satu sampel swab dari satu Pasien dalam Pengawasan (PDP) yang hasilnya telah ada,yakni terkonfirmasi negatif.

"Kami juga sudah kirim 10 sampel dengan pesawat Demonim Air ke Kupang dan selanjutnya akan dikirim ke Surabaya untuk diperiksa," kata Chrisnawan.

dr. Chrisnawan tetap meminta warga Sumba Timur agar tetap menjalankan protokol kesehatan yang sudah ditetapkan pemerintah, seperti social distancing dan physical distancing, jika keluar rumah selalu menggunakan masker.

"Jika keluar rumah selalu gunakan masker, baik sakit ati sehat. Rajin cuci tangan dengan sabun dan air mengalir atau dengan hand sanitizer," katanya.

Dikatakan,jika tidak ada kepentingan lebih baik tetap di rumah saja dan menjaga kondisi tubuh agar tetap sehat.
"Istrahat yang cukup, mengkonsumsi makanan seimbang, katanya.

Chrisnawan juga mengimbau kepada seluruh pelaku perjalanan agar jujur dan menjalankan protokol kesehatan.
"Harus bertanggung jawab melakukan self monitoring di rumah masing-masing dan karantina mandiri," ujarnya. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Oby Lewanmeru)

Sumber: Pos Kupang
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved