Corona di Sumba Timur

Belajar di Tengah Corona - Simon Riwu Kaho : Semua Pihak Harus Proaktif

Semua Pihak harus proaktif dalam mendukung proses pendidikan di tengah Pandemi Corona Virus Disease ( Covid-19)

Penulis: Oby Lewanmeru | Editor: Kanis Jehola
POS KUPANG/OBY LEWANMERU
Simon Riwu Kaho 

POS-KUPANG.COM |WAINGAPU - Semua Pihak harus proaktif dalam mendukung proses pendidikan di tengah Pandemi Corona Virus Disease ( Covid-19). Belajar di rumah efektif apabila ada koordinasi guru, siswa dan orang tua.

Hal ini disampaikan Ketua Dewan Pendidikan Provinsi NTT, Drs. Simon Riwu Kaho ,Sabtu (2/5/2020) malam.
Menurut Simon, momentum Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) saat ini dirayakan dengan suasana Pandemi Covid-19, tetapi seharusnya ada hikmah tersendiri.

"Saya kira di tengah suasana ini, kita semua harus proaktif untuk mendukung anak-anak didik terutama dibangku pendidikan dasar dan menengah," kata Simon.

Pemprov Apresiasi Sikap Warga NTT yang Tolak Bantuan Karena Belum Berkeringat

Dijelaskan, pendidikan saat ini mengalami suasana yang tidak disangka atau diduga karena munculnya wabah Covid -19. "Nah, di sini dunia pendidikan diuji juga apakah bisa eksis dalam suasana Pandemi atau tidak.

Saat ini belajar dari rumah , bahkan pemerintah juga menerapkan sistem pendidikan dalam jaringan/ daring online.

Komunitas Kupang Cycling Club Bagikan 700 Masker Gratis di Lelogama

"Sistem ini perlu diawasi oleh orang tua dan juga guru sehingga anak dapat belajar secara mandiri dan efektif. Karena itu, saya bilang semua pihak perlu proaktif mendukung proses pendidikan di tengah Pandemi Covid-19 ini," jelasnya.

Dikatakan, pendidikan itu bukan saja pengetahuan semata, melainkan perlu diperhatikan soal ketrampilan dan sikap atau karakter anak didik.

Lebih lanjut dikatakan, ketika anak belajar dari rumah,maka peran orang tua sangat dibutuhkan dan bukan hanya sebagai pendamping tetapi juga bertindak sebagai guru di rumah.

Pada sisi lain, Simon juga mengatakan, pemerintah telah menerapkan pendidikan karakter sejak beberapa tahun lalu, tetapi sampai saat ini penerapannya di sekolah belum maksimal.

" Perlu ada pendidikan karakter telah mengakar di setiap sekolah yang menerapkan kurikulum 2013 (K13). Ini harus jadi perhatian semua pihak," ujarnya.

Terkait Hardiknas, ia mengatakan, Hardiknas yang berlangsung di tengah Pandemi Covid-19 ini harus membuat pendidikan semakin maju bukan sebaliknya mengalami kemerosotan.

"Ini tantangan dunia pendidikan saat ini, karena dengan adanya pandemi Covid-19 ini, memacu pendidikan agar mampu bertahan dan juga tetap memperhatikan tujuan pendidikan nasional," ujarnya. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Oby Lewanmeru)

Sumber: Pos Kupang
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved