Corona di NTT

Identitas Tujuh Pasien Positif Covid-19 NTT Bocor ke Publik

Gugus tugas pencegahan dan penanganan Covid-19 Provinsi NTT mengumumkan sembilan warga NTT dinyatakan positif

Penulis: Ryan Nong | Editor: Rosalina Woso
POS-KUPANG.COM/ISTIMEWA
Surat Dinas Kesehatan Provinsi NTT berisi nama pasien positif Covid-19 

Identitas Tujuh Pasien Positif Covid-19 NTT Bocor ke Publik 

POS-KUPANG.COM | KUPANG - Gugus tugas pencegahan dan penanganan Covid-19 Provinsi NTT mengumumkan sembilan warga NTT dinyatakan positif  Covid-19. 

"Berdasarkan informasi dari Jakarta, hasil pemeriksaan lab Swab yang dilakukan terhadap sampel yang dikirim, sebanyak 9 sampel dinyatakan positif," demikian pernyataan Sekretaris 1 Gugus Tugas Covid-19 Provinsi NTT drg Dominikus Minggu Mere kepada wartawan pada Kamis (30/4/2020).

Sampel tersebut, katanya, terdiri dari tujuh sampel dari kluster Sukabumi dan dua dari kluster Gowa. 

Untuk tujuh pasien positif di Kupang kini diisolasi di RS Bhayangkara Drs Titus Ully Kupang, sementara dua pasien di Labuan Bajo Manggarai Barat diisolasi di RSUD Komodo. 

Ketika ditanya wartawan, Gugus Tugas tidak  bersedia menyampaikan identitas maupun waktu keluarnya hasil swab para pasien yang dinyatakan positif Corona itu. 

Namun, beberapa saat berselang, data identitas tujuh pasien positif Covid-19 itu bocor ke publik. Foto surat penyampaian hasil laboratorium Covid-19 dari Dinas Kesehatan Provinsi NTT kepada Kepala Dinas Kesehatan Kota Kupang berseliweran di dunia maya. 

Dalam surat yang belum ditandatangani Kepala Dinas Kesehatan Provinsi itu, diuraikan hasil pemeriksaan laboratorium Covid-19 spesimen dari Kota Kupang atas tujuh pasien.  Pemeriksaan dilakukan di Laboratorium Lembaga Biomolekular Eijkman (LBE) Jakarta.

Tujuh pasien yang disebut dirawat di RS Bhayangkara Drs Titus Ully Kupang itu atas nama RMB (35), YFSM (34), YBB (34), JR (37), YSA (38), IWS (41) dan MPS (36). 

Kabid Humas Polda NTT Kombes Pol Jo Bangun yang dikonfirmasi wartawan pada Kamis tidak memberikan jawaban. Ia menyarankan wartawan berkoordinasi langsung dengan gugus tugas Covid-19 Provinsi NTT. 

"Untuk masalah Covid-19 konfirmasi ke gugus tugas, ada juru bicara resmi," katanya lewat pesan WhatsApp kepada wartawan. 

Sementara itu, juru bicara gugus Tigas Covid-19 Provinsi NTT Ardu Jelamu Marius yang kepada wartawan menyayangkan hal tersebut.

Namun demikian, ia menyatakan bahwa surat yang beredar itu bukanlah surat resmi dari Dinas Kesehatan Provinsi NTT. 

Pasca Bekuk Pelaku Pencabulan Gadis 13 Tahun di Labuan Bajo, Polisi Akan Gelar Perkara

Pemprov Minta Pemda Lakukan Tracking Kepada Pada Peserta Ijtima Ulama Gowa

Terkait 9 Warga NTT Positif Covid-19, Pemprov NTT Minta Masyarakat Jujur

"Kita sayangkan, tetapi itu bukan surat resmi yang dikeluarkan oleh Kepala Dinas Kesehatan Provinsi NTT," ujarnya dalam keterangan pers pada Jumat (1/5/2020) malam.

Kembali Zona Merah

Gugus tugas pencegahan dan penanganan Covid-19 Provinsi NTT mengumumkan kondisi terkini pandemi virus corona Covid-19 di NTT.

Dalam keterangan pers yang dilaksanakan pada Kamis (30/4/2020) sore, Sekretaris  1 Gugus Tugas Covid-19 Provinsi NTT, drg Dominikus Minggu Mere bersama juru bicara gugus tugas Ardu Jelamu Marius dan Kepala Dinas Perhubungan Ishak Nuka mengumumkan sembilan orang dinyatakan positif virus corona Covid-19. 

"Berdasarkan informasi dari Jakarta, hasil pemeriksaan lab Swab yang dilakukan terhadap sampel yang dikirim, sebanyak 9 sampel dinyatakan positif," ungkap Minggu Mere.

Sampel tersebut, katanya, terdiri dari tujuh sampel dari kluster Sukabumi dan dua dari kluster Goa. 

Petugas  kesehatan bersiap naik ke  KM Meratus  Bontang memeriksa   nahkoda  kapal yang sakit, Kamis   (30/4/2020) siang di Pelabuhan Lorens Say Maumere.
Petugas kesehatan bersiap naik ke KM Meratus Bontang memeriksa nahkoda kapal yang sakit, Kamis (30/4/2020) siang di Pelabuhan Lorens Say Maumere. (Pos Kupang.com/Eugenius Moa)

"Beberapa saat lalu disampaikan ada 7 terkonfirmasi positif dari 13 sampel Swab yang dikirim, ketujuh orang berasal dari salah satu kluster di Sukabumi," kata pria yang menjabat Kepala Dinas Kesehatan NTT.

Ia menjelaskan, ketujuh orang dari Kluster Sukabumi tersebut sedang dalam isolasi. Pihak Gugus Tugas telah berkoordinasi dengan Direktur RS Bhayangkara untuk melakukan isolasi.

 BREAKING NEWS - Hasil Test Swab, 9 Warga NTT Positif Corona, 7 di Kupang 2 di Manggarai Barat

 Cek Keberuntungan 12 Shio Bulan Mei 2020, 4 Shio Ini Dilanda Rejeki 4 Lainnya Dilanda Kemalangan

"Sore hari ini akan dipindahkan ke ruangan isolasi Bhayangkara,"katanya.

Secara umum para pasien tersebut dalam kondisi baik dan secepatnya akan dilakukan pemeriksaan sampel berikutnya sesuai prosedur penatalaksanaan pasien Covid-19.

"Kita harapkan hasilnya akan diperiksa di Laboratorium WZ Johannes, yang akan beroperasi pada 5 atau 6 Mei 2020 mendatang," katanya.

Dari salah satu cluster dari Goa, berdasarkan penyampaian diketahui ada dua Asien yang kini dinyatakan positif cobid-19. Keduanya saat ini sedang diisolasi di Kabupaten Mabar .

"Ada dua pasien yang saat ini sedang diisolasi di Kab Manggarai barat, mereka dirwarat di RSUD Labuan Bajo," tambah Minggu Mere.

Sementara itu, Ardu Jelamu Marius menambahkan, dengan sembilan pasien positif Covid-19 maka NTT kini kembali menjadi wilayah zona merah Covid-19.

"Nusa tenggara timur saat ini berada dalam zona merah, Bapak Gubernur mengharapkan kita semua berusaha untuk menjaga dan melindungi diri masing masing," tambah Ardu Jelamu dalam keterangan pers. 

Hingga saat ini, sebaran OTG di NTT masih 359 orang, sebanyak 400 ODP, dan masih menunggu sampel untuk dikonfirmasi.

"Tertularnya 9 orang menjadi warning bagi kita untuk memperhatikan protokol kesehatan," tegasnya.

Hingga Kamis (30/4/2020), sebanyak 117 sampel telah dikirim untuk pemeriksaan swab. Dari jumlah itu, 56 sampel sudah ada hasil yakni 46 negatif dan 10 positif sementara 36 belum ada hasil. 

Juru bicara Gugus Tugas Covid-19 Provinsi NTT Ardu Jelamu Marius didampingi Kadis Kesehatan NTT drg Dominikus Minggu Mere dan Kadis Perhubungan NTT Isyak Nuka saat keterangan pers di Ruang Humas Kantor Gubernur NTT pada Kamis (30/4/2020) 
Delapan Kabupaten Lakukan Karantina Terpusat
Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) mengapresiasi langkah yang dibuat oleh delapan kabupaten Kota yang melakukan karantina terpusat. 

Hingga kini, delapan kabupaten/kota tersebut melaksanakan karantina terpusat di masing masing wilayah.

China kembali lakukan pengujian vaksin Virus Corona dan segera diproduksi 100 juta dosis. September 2020 vaksin itu rencananya akan diluncurkan ke publik. Demikian dikatakan seorang juru bicara dari China National Biotec Group. Gambar menunjukkan seorang medis yang menyiapkan pengobatan Covid-19
China kembali lakukan pengujian vaksin Virus Corona dan segera diproduksi 100 juta dosis. September 2020 vaksin itu rencananya akan diluncurkan ke publik. Demikian dikatakan seorang juru bicara dari China National Biotec Group. Gambar menunjukkan seorang medis yang menyiapkan pengobatan Covid-19 (Shutterstock/dailymail)

"Terima kasih kepada kabupaten/kota yang telah memantau begitu banyak ODP. Pemerintah provinsi mengapresiasi 8 kabupaten kota yang melaksanakan karantina terpusat," terang Jubir Gugus Tugas Covid-19 Provinsi NTT, Ardu Jelamu Marius pada Rabu (29/4/2020) malam.

Delapan kabupaten kota tersebut melakukan karantina terpusat untuk 54 orang. "Kita masih ada 54 orang yang dikarantina secara terpusat," katanya. 

Kabupaten Kota tersebut terdiri dari Kabupaten Flores Timur, Manggarai, Manggarai Timut, Rote Ndao, Sumba Barat, Sumba Timur dan  TTU.

Sementara itu, untuk para PDP yang sedang melakukan karantina mandiri usai perawatan di rumah sakit, Ardu Jelamu meminta tetap dipantau secara rutin oleh pihak Puskesmas terdekat.  

"Kepada semua Puskesmas di NTT, untuk secara rutin memantau PDP atau PDP yang sudah dirawat tapi masih harus melaksanakan karantina mandiri di rumah selama 14 hari," ujar Ardu Jelamu. 

Ia juga menyampaikan, hingga kini, Pemerintah melalui Gugus Tugas masih menunggu hasil sampel dari Surabaya atau Jakarta.  

"Dengan kerjasama yang kuat diantara pemerintah dan masyarakat maka kita bisa menjaga kenyamanan dan kesehatan 5,4 juta rakyat NTT," katanya.  (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Ryan Nong )

NTT dan 10 Provinsi Tak Laporkan Kasus Baru Corona, Flobamora Tak Ada Lagi Kasus Covid-19

POS KUPANG.COM -- Kasus virus corona di Indonesia hingga kini masih terus merajelala, namun di wilayah Nusa Tenggara Timur  sudah tidak melaporkan lagi ada kasus baru di wilayah ini

Meski demikian masyaralay di wilayah ini harus tetap waspada dan terus mengikuti anjuran pemerintah

Sebanyak 11 provinsi di Indonesia, Rabu (29/4/2020), tidak melaporkan kasus baru pasien terjangkit virus corona ( Covid-19) dalam 24 jam terakhir.

Merujuk pada data yang dirilis Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, 11 provinsi tersebut, yakni Aceh, Bali, Banten, Bangka Belitung dan Jambi.

Kemudian Kalimantan Utara, Kepulauan Riau, Gorontalo, Maluku Utara, Papua Barat serta Nusa Tenggara Timur (NTT).

Dengan begitu, jumlah kasus positif Covid-19 di 11 provinsi tersebut masih sama dengan jumlah kasus pada Selasa (28/4/2020) kemarin.

Kepala Dinas Kesehatan NTT drg Dominikus Minggu Mere saat memberi keterangan pers
Kepala Dinas Kesehatan NTT drg Dominikus Minggu Mere saat memberi keterangan pers (POS-KUPANG.COM/RYAN NONG)

Meski demikian, kasus Covid-19 di Indonesia per Rabu ini bertambah 260 kasus sehingga totalnya menjadi 9.771. "Distribusi kasus positif itu, sebanyak 59 persen laki-laki dan 41 persen perempuan," ujar Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19 Achmad Yurianto dalam konferensi pers, Rabu.

 

Penambahan kasus baru tersebut terjadi di 23 provinsi.

Dari total kasus Covid-19 di Indonesia tersebut,pasien yang dinyatakan sembuh sebanyak 1.391.

Dari 34 Provinsi di Tanah Air, DKI Jakarta jadi wilayah dengan sebaran pasien sembuh terbanyak yakni 440 orang, disusul Jawa Timur sebanyak 152 orang, Sulawesi Selatan 118 orang, Jawa Barat 107 orang dan Jawa Tengah 101 orang.

Menurut Yurianto, kriteria pasien sembuh yang diakumulasikan adalah berdasarkan hasil uji laboratorium selama dua kali dan ketika pasien tidak ada lagi keluhan klinis.

Selanjutnya, Yurianto juga mengatakan angka kematian karena positif Covid-19 bertambah 11 orang dan totalnya menjadi 784 orang.

Adapun, kasus meninggal tersebut paling banyak ada pada kelompok usia sekitar 30-59 tahun, yakni sebanyak 364 orang, selanjutnya kedua terbanyak adalah pada rentang usia 60-79 tahun sebanyak 311 orang dan diatas 80 tahun sebanyak 28 orang.

Ada faktor penyakit penyerta atau komorbiditas hipertensi, diabetes, jantung dan penyakit paru-paru, yang memperburuk kondisi pasien hingga akhirnya meninggal dunia.

Kemudian, untuk jumlah orang dalam pemantauan (ODP) menjadi 221.750 orang dan pasien dalam pengawasan (PDP) menjadi 21.653 orang. Data tersebut diambil dari 34 provinsi dan 297 kabupaten/kota di Tanah Air. 

9.511 Kasus Covid-19 di Indonesia, Pasien Sembuh Makin Bertambah

Dua bulan hampir berlalu sejak Indonesia mengumumkan kasus perdana Covid-19 pada 2 Maret 2020.

Namun, penularan virus corona masih terjadi di masyarakat. Hal itu terlihat dari jumlah kasus Covid-19 yang masih terus bertambah.

Hingga Selasa (28/4/2020) pukul 12.00 WIB, pemerintah mengumumkan terdapat 9.511 kasus positif Covid-19. Pasien yang terdampak tersebar di 297 kabupaten/kota di seluruh provinsi.

Jika dibandingkan dengan data 24 jam sebelumnya, terdapat penambahan sebanyak 415 pasien positif Covid-19.

“Kasus positif (totalnya) ada 9.511 orang," ujar Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19 Achmad Yurianto melalui siaran langsung pada akun Youtube Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Selasa.

Tiga provinsi yang mencatatkan kasus positif paling banyak yaitu, DKI Jakarta (4.002 kasus), Jawa Barat (969 kasus), dan Jawa Timur (857 kasus).

Kabar baiknya, pasien yang telah dinyatakan sembuh terus menunjukkan kenaikan yang signifikan.

Berdasarkan data pemerintah, pasien yang sembuh bertambah sebanyak 103 orang sehingga menjadi 1.254 orang atau 13,18 persen dari total kasus.

Kendati demikian, dari total kasus positif, 773 pasien meninggal. Data pemerintah menunjukkan terdapat penambahan delapan pasien yang meninggal dibanding data Senin (27/4/2020).

Yuri mengungkapkan, mayoritas pasien meninggal dunia berada di rentang usia 30-59 tahun. "(Pasien meninggal dunia) terbanyak adalah di rentang usia 30 hingga 59 tahun, yakni sebanyak 351 orang," kata dia.

Selanjutnya, pasien meninggal dunia di rentang usia 60-79 tahun sebanyak 302 orang dan di atas 80 tahun sebanyak 27 orang.

Sementara itu, 19 pasien Covid-19 yang meninggal dunia berusia 15-29 tahun. Terakhir, pasien yang meninggal dunia pada rentang usia 0 hingga 4 tahun dan 5 hingga 14 tahun masing-masing sebanyak dua dan tiga orang.

Yuri menambahkan, terdapat 69 pasien meninggal dunia yang masih dalam proses verifikasi ke pihak rumah sakit.

Pemeriksaan spesimen Kasus positif Covid-19 tersebut diketahui melalui pemeriksaan dengan metode polymerase chain reaction (PCR).

VIDEO -  kata jurnalis dan staf Pos Kupang bicara soal covid19 virus corona. Selasa. 28/04/2020
VIDEO - kata jurnalis dan staf Pos Kupang bicara soal covid19 virus corona. Selasa. 28/04/2020 (ISTIMEWA)

Pemerintah mengungkapkan, 79.618 spesimen telah diperiksa di 48 laboratorium di seluruh Indonesia. “Spesimen yang sudah kita periksa sebanyak 79.618 spesimen dari 62.544 orang,” tutur Yuri.

Terkait Covid-19 Adapun satu orang bisa diperiksa spesimennya lebih dari satu kali. Dari pemeriksaan tersebut, sebanyak 53.033 orang dinyatakan negatif Covid-19, lalu 9.511 orang positif terjangkit virus corona.

Penelusuran kontak Selain itu, pemerintah juga terus melakukan penelusuran terhadap mereka yang memiliki riwayat kontak dengan pasien Covid-19.

Hasilnya, terdapat 213.644 orang yang berstatus sebagai orang dalam pemantauan (ODP) hingga Selasa. “Kasus ODP yang kita pantau dan sebagian besar telah selesai dipantau sebanyak 213.644,” ucap Yuri.

Jumlah tersebut bertambah sebanyak 3.445 orang dibanding data 24 jam sebelumnya. Sementara itu, jumlah pasien dalam pengawasan (PDP) juga bertambah sebanyak 441 orang menjadi 20.428 orang.

Yuri menuturkan, mereka yang berstatus sebagai PDP kini proses pemeriksaan dengan metode PCR. ( POS-KUPANG.COM / Ryan Nong)

Sumber: Pos Kupang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved