News
Di Ende, Gara-gara Covid-19 Orang Baru Dilarang Masuk, Berani Masuk Kena Panah, Awas!
Warga Desa Saga Kecamatan Detusoko misalnya, mengancam menembak panah jika ada orang baru nekat masuk wilayahnya.
Penulis: Laus Markus Goti | Editor: Benny Dasman
Laporan Wartawan Pos Kupang, Com, Oris Goti
POS KUPANG, COM, ENDE - Pasca keputusan Bupati Ende Djafar Achmad menutup pintu masuk dan keluar Ende, masyarakat desa semakin meningkatkan kewaspadaan terhadap orang pendatang atau wajah baru.
Warga Desa Saga Kecamatan Detusoko misalnya, mengancam menembak panah jika ada orang baru nekat masuk wilayahnya. Ancaman itu disampaikan secara terbuka, lewat sebuah spanduk berukuran besar.
"Orang Baru Dilarang Masuk, Berani Masuk Kena Panah," demikian pesan pada spanduk yang terpampang di jalan masuk Desa Saga.
Di belakang spanduk tersebut berdiri sebuah tenda dari bambu. Baliho dan tenda itu tidak jauh dari permukiman penduduk.
"Wah sudah lama itu. Kami tidak tau siapa yang buat tapi memang sudah lama, kami setiap hari lihat," ujar Anton, pengendara sepeda motor, saat ditemui di lokasi pemasangan baliho, Rabu (29/4).
Tak lama setelah Anton melintas, muncul pikap yang mengangkut penumpang dari pasar.
Beberapa penumpang mengaku tulisan itu baik supaya orang baru takut masuk ke Desa Saga.
Warga Desa Saga, Yuven Xaverius Sidi mengatakan, spanduk tersebut dibuat oleh kelompok anak muda.
"Yah ini maksudnya mau jaga supaya orang dari luar jangan dulu masuk ke Desa Saga," katanya.
"Terus terang saya dan warga di sini takut makanya kami waspada. Saya setuju juga dengan baliho ini," tambah Yuven.
Koordinasi Bupati Sedaratan Flores
Pemerintah provinsi melalui Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 NTT meminta Bupati Ende Djafar Achmad untuk mengkomunikasikan kebijakan menutup jalur darat, laut, udara dari dan ke Ende dengan para bupati sedaratan Pulau Flores.
"Kebijakan itu baik. Namun demikian harus dikomunikasikan secara baik dengan semua pihak termasuk para bupati sedaratan Flores," kata Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 NTT, Marius Ardu Jelamu di Kupang, Rabu (29/4).
"Perlu komunikasi. Apalagi di wilayah Flores kan kita saling tergantung soal logistik dan sembilan bahan pokok seperti sembako," tambahnya.
Menurut Marius, kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) memang cukup efektif untuk mperlambat penyebaran virus Corona.
"Ini kita bisa lihat di angka-angka yang kita publish," katanya.
Pemprov NTT, kata Marius, mendukung upaya Pemda Ende untuk menempatkan tenaga medis di setiap pintu perbatasan. Hal itu untuk memastikan setiap orang masuk dan keluar wilayah Ende dalam keadaan sehat.