ASTAGA! Warga Desa Saga Ende Ancam Panah Pendatang

Warga Desa Saga Kecamatan Detusoko mengancam menembak panah jika ada orang baru nekat masuk wilayahnya.

Penulis: Laus Markus Goti | Editor: Alfons Nedabang
POS-KUPANG.COM/LAUS MARKUS GOTI
Spanduk dengan pesan 'Orang Baru Dilarang Masuk, Berani Masuk Kena Panah' di Desa Saga, Kecamatan Detusoko, Kabupaten Ende, Rabu (29/4/2020). 

POS-KUPANG.COM | ENDE - Pasca keputusan Bupati Ende Djafar Achmad menutup pintu masuk dan keluar Ende, masyarakat desa semakin meningkatkan kewaspadaan terhadap pendatang atau wajah baru.

Warga Desa Saga Kecamatan Detusoko misalnya, mengancam menembak panah jika ada orang baru nekat masuk wilayahnya. Ancaman itu disampaikan secara terbuka, lewat sebuah spanduk berukuran besar.

"Orang Baru Dilarang Masuk, Berani Masuk Kena Panah," demikian pesan pada spanduk yang terpampang di jalan masuk Desa Saga. Di belakang spanduk tersebut berdiri sebuah tenda dari bambu. Baliho dan tenda itu tidak jauh dari permukiman penduduk.

Cegah Covid-19 Bupati Ende Akhirnya Tutup Akses Darat, Laut, Udara Hingga 31 Mei, Ini Reaksi Dewan

"Wah sudah lama itu. Kami tidak tau siapa yang buat tapi memang sudah lama, kami setiap hari lihat," ujar Anton, pengendara sepeda motor, saat ditemui di lokasi pemasangan baliho, Rabu (29/4/2020).

Tak lama setelah Anton melintas, muncul pikap yang mengangkut penumpang dari pasar. Beberapa penumpang mengaku tulisan itu baik supaya orang baru takut masuk ke Desa Saga.

Warga Desa Saga, Yuven Xaverius Sidi mengatakan, spanduk tersebut dibuat oleh kelompok anak muda. "Yah ini maksudnya mau jaga supaya orang dari luar jangan dulu masuk ke Desa Saga," katanya.

DAMPAK CORONA: 6.518 Pekerja NTT Alami PHK, Pemprov Siapkan Insentif

"Terus terang saya dan warga di sini takut makanya kami waspada. Saya setuju juga dengan baliho ini," tambah Yuven.

Koordinasi Bupati se-Flores

Pemerintah provinsi melalui Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 NTT meminta Bupati Ende Djafar Achmad untuk mengkomunikasikan kebijakan menutup jalur darat, laut, udara dari dan ke Ende dengan para bupati sedaratan Pulau Flores.

"Kebijakan itu baik. Namun demikian harus dikomunikasikan secara baik dengan semua pihak termasuk para bupati sedaratan Flores," kata Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 NTT, Marius Ardu Jelamu di Kupang, Rabu (29/4/2020).

ZODIAK KEUANGAN Kamis 30 April:Apakah Kamu Sesial Taurus atau Sebahagia Sagitarius? Cek di Sini!

"Perlu komunikasi. Apalagi di wilayah Flores kan kita saling tergantung soal logistik dan sembilan bahan pokok seperti sembako," tambahnya.

Menurut Marius, kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) memang cukup efektif untuk mperlambat penyebaran virus Corona. "Ini kita bisa lihat di angka-angka yang kita publish," ujar Marius.

Pemprov NTT, kata Marius, mendukung upaya Pemda Ende untuk menempatkan tenaga medis di setiap pintu perbatasan. Hal itu untuk memastikan setiap orang masuk dan keluar wilayah Ende dalam keadaan sehat.

Link RLPPD / ILPPD Kabupaten Manggarai Barat NTT Tahun 2019

Ia menjelaskan, dalam Peraturan Menteri Kesehatan RI nomor 9 tahun 2020 tentang PSBB Dalam Rangka Percepatan Penanganan Covid-19, ditegaskan bahwa untuk dapat ditetapkan PSBB, suatu wilayah baik provinsi, kabupaten ataupun kota harus memenuhi kriteria antara lain, jumlah kasus dan/atau jumlah kematian akibat penyakit meningkat dan menyebar secara signifikan dan cepat ke beberapa wilayah.

Selain itu, terdapat kaitan epidemiologis dengan kejadian serupa di wilayah atau negara lain.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved