Rabu, 22 April 2026

Covid 19

Update Covid-19 di NTT: Masyarakat Harus Waspada Tren OTG Meningkat

Tren jumlah orang tanpa gejala ( OTG) mengalami peningkatan di wilayah Provinsi Nusa Tenggara Timur ( NTT).

Penulis: Ryan Nong | Editor: Apolonia Matilde
Ryan Nong
Jubir Gugus Tugas Covid-19 Provinsi NTT Ardu Jelamu Marius 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Ryan Nong

POS-KUPANG.COM|KUPANG - Tren jumlah orang tanpa gejala ( OTG) mengalami peningkatan di wilayah Provinsi Nusa Tenggara Timur ( NTT).

Oleh karena itu, masyarakat diminta untuk tetap waspada dan tetap mengikuti serta menerapkan protokol kesehatan dan mengikuti imbauan pemerintah serta maklumat Kapolri.

Saat ini, NTT telah kembali beralih menjadi Zona Hijau pandemi Coronavirus ( Covid-19) setelah satu satunya pasien positif Covid-19 atas inisial EYA dinyatakan sembuh.

Selain Kolak Pisang, Ini Resep Kolak yang Cocok untuk Takjil Buka Puasa

Reino Barack Imami Syahrini Shalat Tarawih, Dengar Bagaimana Suara Adik Aisyahrani Mengaji

Pengumuman kesembuhan tersebut disampaikan Gugus Tugas Covid-19 Provinsi NTT pada Jumat, 24 April lalu.

"Perlu kami sampaikan sebagaimana yang diarahkan tadi oleh juru bicara gugus tugas nasional bahwa walaupun NTT sudah jalur hijau; sudah tidak ada yang positif virus Corona.

Namun kita harus tetap waspada," ujar Juru Bicara Gugus Tugas Covid19 NTT, Ardu Jelamu Marius di Kupang, Sabtu (25/4) malam.

Selain terjadi peningkatan jumlah OTG, jumlah orang dalam pantauan (ODP) dan pasien dalam pengawasan (PDP) masih terbilang banyak.

Pengemudi Truk Surabaya-Maumere Menolak Dikarantina & Diangkut Pakai Ambulans Covid-19

 

Wedang Jahe untuk Jaga Stamina di Masa Pendemi Covid-19

 

Bupati, Dandim dan Kapolres TTS Serahkan Bantuan Beras Cadangan Pemda TTS Untuk Korban Gagal Panen

Berdasarkan data Gugus Tugas Provinsi yang ditabulasi dari Dinas Kesehatan 22 kabupaten/kota se-NTT, jumlah OTG di NTT mencapai 227 orang.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 28 orang telah selesai mengalami pemantauan.

Sementara jumlah ODP, PDP dan konfirmasi sebanyak 1.645 orang.

Jumlah tersebut terdiri dari 1.591 ODP, 14 yang dirawat dan 981 orang telah selesai masa pemantauan.

Untuk jumlah karantina mandiri sebanyak 549 orang dan karantina terpusat 46 orang sementara jumlah PDP saat ini sebanyak 12 pasien.

Hingga Sabtu (25/4), dari 75 sampel yang dikirim, satu sampel dinyatakan sembuh, 51 sampel negatif dan 23 sampel belum ada hasil.

Tingginya angka PDP dan OTG serta PDP tersebut menurut Ardu Jelamu, juga dipengaruhi oleh masuknya warga yang kembali dari daerah di luar NTT.

Hingga April 2020, Tercatat 4 PDP di Mabar Meninggal Dunia

 

Bagi Kamu Kaum Profesional Muda Gunakan Karya Tangan Perempuan Sikka Ini!

 

Doa Kamilin, Doa Yang Dibaca Setelah Sholat Tarawih Selama Bulan Suci Ramadhan, Simak Artinya

"Yang kita tahu saudara-saudara kita ini kembali dari daerah-daerah atau provinsi-provinsi yang terpapar virus Corona masuk ke NTT.

Karena itulah kepada saudara-saudari kita yang terkategori OTG atau ODP, baik yang dikarantina mandiri maupun yang dikarantina terpusat kita harapkan supaya betul-betul menjaga dirinya.

Ketika dia menjaga dirinya dia menjaga keselamatan kita semua," tutur Marius.

Gubernur NTT dan Wakil Gubernur NTT, tetap mengharapkan protokol-protokol kesehatan harus benar-benar dipatuhi masyarakat.

"Kita meminta supaya semua infrastruktur pemerintahan terutama di kabupaten/kota mulai dari kabupaten sampai dengan RT benar-benar memastikan bahwa OTG yang ada di beberapa kabupaten dan kota dan juga ODP dan PDP benar-benar dikontrol secara baik.

Khususnya untuk OTG dan PDP yang dikarantina mandiri di rumah-rumah atau juga yang terpusat, yang disiapkan oleh pemerintah daerah," pinta Marius. (*)

Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved