Ramadhan 2020
Cara Mengurangi Bau Mulut Saat Puasa Ramadhan 2020, Makan Apel hingga Teh Hijau, Kenali Sebab Lain
Bau mulut lazin ditemui pada mereka yang sedang menunaikan puasa, termasuk puasa Ramadhan 2020.
Ternyata kamu bisa mengatasi bau mulut dengan cara teratur berolahraga.
Walaupun sedang berpuasa kamu tetap bisa kok berolahraga.
Cobalah latihan-latihan rutin yang bisa dilakukan di rumah.
Tak perlu lama-lama olahraga ringan ini juga bisa membantumu mengatasi dehidrasi dan membuat tubuhmu lebih bugar.
* Jika Gosok Gigi Tak Cukup, Begini Cara Menghilangkan Bau Mulut, Ada Penyebab Lain
Sudah menyikat gigi tetapi masih tercium bau mulut.
Hal itu dialami tak sedikit orang. Ini penjelasan ahli terkait hal itu.
Pakar kesehatan gigi dan mulut, Drg. Ratu Mirah Afifah, GCClinDent MDSc menyebutkan, ada beberapa penyebab yang mungkin membuat seseorang masih bau mulut meski sudah menyikat gigi:
1. Cara menyikat gigi salah
Pastikan kamu sudah menyikat gigi dengan cara yang tepat. Menyikat gigi setidaknya dilakukan selama dua menit dan menjangkau seluruh bagian, atas dan bawah serta dalam dan luar gigi.
Pastikan kamu menyikat hingga ke sela-sela gigi.
Saat menyikat gigi, pastikan kamu tidak lupa membersihkan gusi dan lidah karena bahan makanan juga berpotensi berkumpul di permukaan bagian tersebut.
"Contoh, anak bayi saja kalau nyusu terus yang dilihat putih kan lidahnya? Jadi saat sikat gigi pastikan juga menyikat sedikit dari gusinya kemudian menyikat juga lidah," ujar Ratu Mirah ketika ditemui pada peluncuran Pepsodent Siwak di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (31/1).
2. Makanan
Jika teknik menyikat gigi sudah tepat namun tetap mengalami masalah bau mulut, pastikan kamu menyikat gigi pada waktu yang tepat, yaitu pagi setelah sarapan dan malam sebelum tidur.
Salah satu alasan mengapa menyikat gigi perlu dilakukan pada waktu tersebut adalah agar tidak ada sisa-sisa makanan yang tertinggal di gigi dan rongga mulut.
Sebab bisa jadi, penyebab bau mulut berasal dari makanan yang dikonsumsi.
"Mungkin makannya yang berbau kurang sedap, seperti petai, jengkol, bawang putih. Enak tapi bikin bau," tuturnya.
3. Karang gigi
Menurut Ratu Mirah, adanya karang gigi seringkali tidak disadari, apalagi jika seseorang jarang pergi ke dokter gigi.
Ia menambahkan, hampir 30 persen orang Indonesia memiliki kondisi gigi yang tidak baik.
Namun, hanya 10 persennya yang pergi ke dokter gigi untuk mengatasi masalah seputar gigi dan mulut.
Itupun dilakukan karena untuk mengobati gigi yang sakit atau untuk tindakan pencabutan.
"Dilihat ada enggak sih karang giginya. Karena yang namanya karang gigi semua bakteri menempel ada di situ," kata Ratu Mirah.
Selain bau mulut, tanda lainnya dari masalah karang gigi adalah mudah berdarah ketika menyikat gigi.
Jika kamu mengalami kondisi tersebut, artinya harus segera memeriksakan diri ke dokter gigi.
Sebab, karang gigi tidak bisa dibersihkan hanya dengan sikat gigi melainkan membutuhkan alat khusus yang dimiliki oleh dokter gigi.
4. Masalah organ lain
Setelah semua penyebab dipastikan teratasi namun bau mulut masih terasa, ada baiknya jika kamu memeriksakan kesehatan organ lainnya.
Sebab, bisa jadi masalahmu bukan pada gigi, melainkan pada bagian tubuh lain.
"Kalau semuanya sudah, baru harus curiga. Di dalam rongga mulut atau pencernaannya atau saluran pernafasan ada sesuatu," kata Ratu Mirah.
Untuk masalah ini, biasanya dokter gigi akan merujuk ke dokter spesialis terkait.
Hal ini memungkinkan, sebab kondisi kesehatan gigi dan mulut bisa memang bisa menjadi indikasi gangguan organ lainnya.
"Mungkin ada gangguan pada ginjal, hati, atau (organ) lainnya, bisa dilakukan pemeriksaan lebih lanjut,” ucapnya.(*)
Menyikat Gigi Kurangi Risiko Gagal Jantung
Sejak kamu kecil, dokter gigi yang kamu jumpai selalu menganjurkan menyikat gigi selama dua menit.
Namun rupanya, bukan hanya panjangnya waktu menyikat gigi yang diperlukan, frekuensi dari seringnya kamu menyikat gigi juga penting.
Menurut sebuah penelitian dari Ewha Women's University di Seoul, menyikat gigi lebih dari satu kali di pagi hari dan sekali di malam hari dapat mengurangi risiko gagal jantung hingga lebih dari 10 persen.
Menggunakan data dari Sistem Asuransi Kesehatan Nasional Korea, para peneliti menganalisis kebersihan mulut lebih dari 160.000 orang berusia antara 40 dan 79 selama periode 10 setengah tahun.
Data itu juga menyertakan perincian tentang tinggi badan, berat badan, pilihan gaya hidup, dan penyakit apa pun yang pernah mereka derita sebelumnya.
Dari hasil penelitian sementara, tidak ada peserta yang memiliki riwayat atrial fibrilasi (suatu kondisi yang menyebabkan gagal jantung), tiga persen dari peserta tidak timbul gejala selama penelitian.
Selain itu, sekitar lima persen mengalami gagal jantung.
Para peneliti lantas menghubungkan antara peserta yang menyikat gigi tiga kali atau lebih dalam sehari dan menemukan bahwa 10 persen dari mereka memiliki risiko lebih rendah untuk mengalami fibrilasi atrium, serta 12 persen pengurangan risiko menderita gagal jantung.
Hasil ini cukup menjanjikan meski harus diakui, penelitian lebih lanjut diperlukan pada topik ini karena hubungan sebab akibat dari asosiasi ini masih belum jelas.
"Sudah pasti terlalu dini untuk merekomendasikan menyikat gigi untuk pencegahan AF (atrial fibrilasi) dan CHF (gagal jantung kongestif)," catat para penulis penelitian.
"Sementara peran peradangan dalam terjadinya penyakit kardiovaskular menjadi semakin jelas, studi intervensi diperlukan untuk menentukan strategi, demi kepentingan kesehatan masyarakat,” demikian dari peneliti.(*)
Artikel ini telah tayang di tribunmanado.co.id dengan judul Cara Mengurangi Bau Mulut Saat Berpuasa, dari Konsumsi Yoghurt hingga Olahraga Ringan, Editor: Rizali Posumah