Corona di TTS

Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Tingkat Kabupaten Tak Lagi Sampaikan Perkembangan Corona

Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Tingkat Kabupaten TTS Tak Lagi Sampaikan Perkembangan Corona

Penulis: Dion Kota | Editor: Kanis Jehola
POS-KUPANG.COM/DION KOTA
Maksi Lian, Ketua Fraksi Demokrat DPRD Kabupaten TTS 

POS-KUPANG.COM | SOE - Juru bicara tim gugus tugas penanganan virus Corona ( Covid 19) tingkat Kabupaten TTS, Deny Nubatonis menegaskan, saat ini pihaknya tidak lagi menyampaikan perkembangan jumlah ODP, PDP, OTG dan pasien positif Corona baik kepada media maupun di-posting pada website resmi Pemda TTS. Hal tersebut dilakukan pasca adanya kebijakan baru dari Pemprov NTT.

Data perkembangan ODP, PDP, OTD dan pasien positif Corona bisa dilihat perkembangannya pada situs resmi tim gugus tugas penanganan virus Corona tingkat Propinsi NTT.

Warga Karantina di Sikka Ngamuk Minta Pulang

" Kita sudah seminggu terakhir memang tidak mengupdate data perkembangan ODP, PDP, OTG maupun pasien positif Corona di website pemda TTS lain. Data perkembangannya langsung kita entri ke linknya Propinsi NTT. Jadi kalau masyarakat yang mau lihat perkembangannya jumlah ODP, PDP, OTG dan pasien positif Corona bisa dilihat di link Pemprov," ungkapnya kepada POS-KUPANG.COM, Rabu (22/4/2020) di kantor Bupati TTS.

Saat ini lanjutnya, tim gugus tugas penanganan virus Corona di tingkat Kabupaten hanya bisa mempublikasikan kegiatan penanganan penyebaran virus Corona.

Bakti Sosial Peduli Kemanusiaan, Polwan Ditlantas Polda NTT Kenakan Kebaya Bagi Nasi Bungkus

Saat ini sendiri Pemda TTS sedang menyiapkan lokasi karantina khusus ODP di gedung milik SMK Negeri 1 dan SMK Negeri 2 Soe. Ada enam ruangan yang akan dimanfaatkan untuk ruang isolasi dan tenaga medis. Saat ini, tim gugus tugas sedang merapikan ruangan tersebut serta membuat MCK.

" Kalau kegiatan penanganan kita bisa sampaikan, tapi kalau perkembangan jumlah itu tidak bisa lagi. Kita saat ini sementara siapkan enam ruang karantina dan ruang bagi tenaga medis di dua sekolah di Kota Soe," jelasnya.

Maksi Lian, Ketua Fraksi Demokrat Kabupaten TTS tidak setuju dengan kebijakan Propinsi tersebut. Selain akan menumpuk Pekerjaan di tim gugus tugas propinsi, hal tersebut akan menyulitkan masyarakat TTS dalam mengakses perkembangan jumlah ODP,PDP, OTD dan pasien positif Corona khusus Kabupaten TTS.

Oleh sebab itu, dirinya meminta agar kebijakan tersebut hapuskan dan up date perkembangan ODP, PDP, OTG dan pasien positif Corona bisa dikembalikan ke tim gugus tugas penanganan virus Corona tingkat Kabupaten TTS.

"Saya tidak setuju dengan kebijakan seperti itu. Kenapa harus begitu? Apa yang salah sehingga up date perkembangan ODP, PDP, OTG dan pasien positif Corona harus diambil alih Propinsi. Saya berharap kebijakan itu bisa dibatalkan," pintanya. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Dion Kota)

Sumber: Pos Kupang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved