Dua Kapal Nelayan Ditahan Akibat Angkut Penumpang Masuk Lembata
Saat melantik penjabat kepala desa di Puskesmas Lama'au Kecamatan Ile Ape Timur, Rabu (22/4/2020), Bupati Lembata Eliaser Yentji Sunur
Penulis: Ricardus Wawo | Editor: Kanis Jehola
POS-KUPANG.COM | LEWOLEBA - Saat melantik penjabat kepala desa di Puskesmas Lama'au Kecamatan Ile Ape Timur, Rabu (22/4/2020), Bupati Lembata Eliaser Yentji Sunur mengatakan saat ini sudah ada dua kapal nelayan yang ditahan sementara akibat kedapatan mengangkut penumpang masuk ke Pulau Lembata.
Satu kapal milik nelayan dari Desa Balauring Kecamatan Omesuri dan satu lainnya dari Lewoleba. Para awak kapal dan penumpang langsung dikarantina. Kapal yang ditahan akan dikembalikan usai Pandemi Covid-19 berakhir.
• Pemda TTS Saluran 59 Ton Beras Bagi Korban Gagal Panen
Bupati Sunur meminta kepada para penjabat kepala desa untuk menghalau warga yang masuk ke Lembata dan langsung mengkarantina warga yang sudah telanjur masuk via 'jalur tikus'.
Tim Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Lembata bersama TNI AL dan Pol Air Polres Lembata sudah mulai melakukan patroli laut guna mencegah adanya pelaku perjalanan yang masuk ke Lembata.
Kapal ditahan untuk memberi efek jera kepada para nelayan yang tetap mengangkut penumpang di tengah kebijakan pemerintah menghalau masuknya orang dari luar Lembata.
• Polres Bersama Pemkab Belu dan Tokoh Agama Tindaklanjuti Edaran Kementerian Agama
"Kita jaga supaya dua minggu lagi kalau sudah tidak ada masalah lagi, kita buat kajian dan pasar kita buka lagi untuk bantu masyarakat. Kalau semua kita jaga dan sudah aman semua, beres dan tidak ada lagi yang datang, ya sudah aktivitas jalan normal lagi," paparnya.
Menurut Bupati Sunur, bahaya virus corona datang dari luar Lembata. Oleh karena itu, potensi penyebaran penyakit ini di Lembata sudah diketahui.
Dia meminta pemerintah desa memperketat penjagaan di wilayah pesisir.
"Kalau ada kapal yang angkut (pelaku perjalanan), kapalnya ditahan dan penumpang beserta awak kapal langsung dikarantina," tandasnya.
Disampaikannya, hal ini mungkin dilakukan karena Kabupaten Lembata belum masuk wilayah merah pandemik virus corona. Sebab itu, dia meminta para pemerintah desa secara ketat mengawasi keluar masuk warga dari luar Lembata.
Lebih lanjut, Bupati Sunur berujar pemerintah daerah sudah menargetkan pertengahan Bulan Mei semua pasar desa sudah bisa dibuka lagi untuk mengembalikan aktivitas ekonomi yang saat ini lumpuh total. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Ricko Wawo)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/dua-kapal-nelayan-ditahan-akibat-angkut-penumpang-masuk-lembata.jpg)