Breaking News:

Larangan Mudik, Haji Darwis: Orang Sulawesi Memang Jarang Mudik

Larangan pemerintah tersebut dianggap biasa saja oleh Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (KKSS) NTT.

Penulis: F Mariana Nuka
Editor: Rosalina Woso
POS-KUPANG.COM/Edi Hayong
Ketua BPW KKSS NTT, Haji Muhammad Darwis bersama pengurus dan panitia sesaat sebelum melaksanakan acara berbagi kasih di tiga panti asuhan, Minggu (29/12/2019) 

Larangan Mudik, Haji Darwis: Orang Sulawesi Memang Jarang Mudik

POS-KUPANG.COM | KUPANG -- Presiden Joko Widodo menginstruksikan agar masyarakat tidak melakukan mudik. Larangan pemerintah tersebut dianggap biasa saja oleh Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (KKSS) NTT.

"Khusus orang Sulawesi itu memang jarang mudik. Beda kalau dengan orang Jawa, itu mungkin tradisi. Tapi kalau kami, memang jarang mudik. Sebelum ada corona pun memang tidak mudik lebaran sebelumnya, kecuali ada urusan keluarga, jadi sekalian," ungkap Haji Muhammad Darwis, Ketua KKSS NTT saat ditemui POS-KUPANG.COM di kediamannya, Selasa (21/4/2020).

Pria 58 tahun ini berujar, beberapa anggotanya juga bekerja sebagai pedagang, nelayan, dan profesi lain yang cukup menguras banyak waktu. Sehingga, mereka tidak punya waktu untuk mudik.

Orang Sulawesi yang berada di perantauan juga memegang semboyan 'Dimana bumi dipijak, di situ langit dijunjung'.

NTT sudah menjadi rumah, sehingga merayakan lebaran tanpa mudik pun bisa dilakukan.

Haji Darwis melanjutkan, ia melakukan segala imbauan yang telah dikeluarkan, salah satunya untuk tidak boleh melakukan sholat jumat.

"Pemerintah itu tidak melarang sholat jumat. Tapi, dilarang untuk sholat berkumpul di masjid. Sholatnya tetap. Banyak yang seringkali salah persepsi tentang ini," ungkap pria asal Bone ini.

Hal itu juga berlaku untuk sholat tarawih.

Menurut Haji Darwis, sholat tarawih juga bisa dilakukan di rumah. Memang seringkali dalam momen puasa usai berbuka, sholat tarawih bersama di masjid terasa lebih lengkap.

Namun, karena sedang dalam masa darurat Covid-19, imbauan itu harus dilakukan.

"Dulu waktu idul fitri kumpul-kumpul, sekarang ya makan sendiri di rumah," katanya sambil tertawa.

"Pada intinya semua anjuran pemerintah saya teruskan kepada anggota, bahkan dalam bahasa Bugis. Di rumah saja, pakai masker, cuci tangan, dan jaga jarak," tandas pria yang sudah 36 tahun lamanya menetap di Kota Kupang.

Sementara itu, sebagai bentuk kepedulian terhadap sesama yang terdampak Covid-19, KKSS NTT akan melakukan kegiatan peduli covid-19 dengan membagikan 1000 paket sembako.

Kecelakaan Tragis Antara Mobil Truck VS Motor di Jalan Tamrin

Bolehkan Berhubungan Badan di Siang Hari Saat Puasa Ramadan? Begini Kata Ustadz Abdul Somad ( UAS )

Kegiatan tersebut rencananya akan dilakukan pada tanggal 24 April mendatang. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Intan Nuka)

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved