Jumat, 24 April 2026

Petani Milenial asal Kupang Tembus Pasar Modern

Ditengah pendemi Covid-19, masyarakat berupaya untuk sangat meningkatkan daya tahan tubuh atau imunitas tubuh

Penulis: Edy Hayong | Editor: Kanis Jehola
POS-KUPANG.COM/Dok. SMK-PP Negeri Kupang
Andy Oskar Banamtuan, seorang civitas akademika SMK PP Kupang sejak September 2018 mencoba mengembangkan pisang Cavendish di kebun sekolahnya tersebut. 

POS-KUPANG.COM | NOELBAKI - Ditengah pendemi Covid-19, masyarakat berupaya untuk sangat meningkatkan daya tahan tubuh atau imunitas tubuh. Seorang petani milenial asal Kupang mampu menembus Pasar Modern.

Kita sama-sama ketahui bahwa komoditas pertanian kaya akan kandungan gizi yang bermanfaat bagi tubuh, salah satunya adalah pisang.

Kandungan manfaat dari pisang antara lain vitamin C, kalium, magnesium, vitamin B6, protein, karbohidrat dan sedikit lemak. Tak heran pisang banyak dikonsumsi oleh bayi, anak-anak, remaja hingga orang dewasa.

Suzuki XL7 Sabet Penghargaan Tertinggi Car of the Year

Melihat tingginya minat konsumsi masyarakat akan pisang, Andy Oskar Banamtuan, seorang civitas akademika SMK PP Kupang sejak September 2018 mencoba mengembangkan pisang Cavendish di kebun sekolahnya tersebut.

"Prospek bisnis pisang Cavendish cukup menjanjikan untuk dikembangkan, apalagi pisang jenis ini rasanya manis dan banyak yang menyukai," ungkap Andy.

Begini Tanggapan Ketua BK Terkait Pengaduan Korban Penganiayaan Oknum Anggota DPRD TTS

Sebanyak 50 pohon pisang Cavendish dibudidayakan di lahan seluas ±500m2. "Budidaya kami lakukan sekaligus untuk memanfaatkan lahan di lingkungan Asrama Kelinci", terangnya.

Dalam mengembangkan pisang Cavendish Andy juga mengajak serta siswa-siswi SMK PP Kupang yang berjumlah kurang lebih 15 siswa yang berminat untuk menjadi entrepreneur muda bidang pertanian.

Hingga April 2020, pisang Cavendish tersebut sudah 6 kali panen. Walau baru merintis usaha, petani milenial ini telah memiliki jaringan pemasaran yang baik, pisang hasil panennya dapat menembus Hypermart Kota Kupang selain pelanggan perorangan.

Hasil panen yang diperoleh rata-rata ialah 4-7 tandan pisang dengan harga Rp. 8.000- 10.000 per kilonya.

Kiprah Andy dan siswa-siswa SMK-PP Negeri Kupang ini merupakan bukti nyata dari upaya regenerasi petani yang dilakukan oleh Kementerian Pertanian (Kementan).

"Hidupnya pertanian adalah hidupnya bangsa termasuk generasi milenial. Usaha tani sebetulnya sangat menjanjikan, tak terkecuali bagi para milenial", ungkap Menteri Pertanian (SYL).

Badan Penyuluhan dan Penyuluhan dan Pengembangan Sumberdaya Manusia Pertanian (BPPSDMP) sebagai unit kerja dibawah Kementan memiliki tanggung jawab penuh terhadap SDM Pertanian salah satunya adalah regenerasi petani.

Kepala BPPSDMP, Dedi Nursyamsi menyatakan bahwa keberlanjutan pembangunan pertanian ada ditangan generasi muda atau yang lebih dikenal dengan generasi milenial.

"Untuk menarik minat generasi milenial, diperlukan pelopor atau figur yang dapat dijadikan contoh bahwa dengan terjun ke dunia pertanian akan sukses. Minggu ini, Kementan telah mengukuhkan 67 duta petani yang akan menjadi figur bagi generasi Milenial lainnya", papar Dedi.

Dan kini Andy telah membuktikan bahwa dengan melakukan budidaya pisang yang baik ia mampu mendapatkan hasil bernilai ekonomis. (adv-SMK PP Negeri Kupang/Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Edi Hayong)

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved