Breaking News:

Public Service Pos Kupang

Pelabuhan Feri SBD Masih Mubazir

Pelabuhan penyeberangan feri di Weekelo, Sumba Barat Daya saat ini mubazir

Penulis: PosKupang | Editor: Kanis Jehola
POS-KUPANG.COM/Petrus Piter
Kondisi pelabuhan feri baru Weekeloh yang berada di sebelah timur pelabuhan lama Weekeloh, di Kabupaten Sumba Barat Daya (SBD) yang tidak terawat alias mubazir. Gambar diambil belum lama ini. 

POS-KUPANG.COM - Pelabuhan kapal penyeberangan feri di Weekelo, Sumba Barat Daya saat ini mubazir. Padahal pelabuhan untuk kapal ASDP itu sudah dua kali dilaksanakan perbaikan.

Selama ini pelabuhan tersebut mengalami kerusakan akibat dihantam gelombang keras. Hal ini yang menyebabkan beberapa bagian dari pelabuhan itu mengalami kerusakan beberapa tahun silam.

Hampir 5-6 tahun lamanya kapal feri tidak bisa sandar di pelabuhan Weekelo yang baru karena pelabuhannya rusak. Saat ini bila ada kapal feri yang datang maka akan kembali sandar di pelabuhan lama Weekelo.

Dampak Corona: Beras atau Pulsa

Namun semenjak April 2019 silam, Kepala Kantor Unit Penyelenggaran Kelas III Pelabuhan Weekelo melarang kapal feri beroperasi di Pelabuhan Weekelo lama karena jalan penghuhung ke pelabuhan mengalami kerusakan parah.

Dengan demikian managemen ASDP mengalihkan rute kapal feri Bima, NTB-Weekelo, SBD ke rute Bima, NTB-Waingapu, Sumba Timur, NTT.

Dengan demikian masyarakat Sumba Barat Daya harus rela menempuh jarak cukup.jauh harus ke Waingapu, Sumba Timur bila ingin menggunakan kapal feri tujuan Bima, NTB.

Padahal kalau saja, pelabuhan feri Weekelo, SBD diperbaiki maka akan memudahkan masyarakat daerah itu berpergian ke Bima, NTB.

Disiplin Kunci Keberhasilan Pencegahan Covid-19

Saat ini, kondisi pelabuhan feri baru weekeloh, SBD memprihatikan dimana jalan penghubung pelabuhan mulai rusak. Selain itu, pagar dermaga karatan dan sebagian sudah patah, bangunan gedung menjadi ruang tunggu penumpang rusak parah. Pintu dan jendela bangunan raib dan satu bangunan terminal sudah rubuh akibat termakan usia.

Oleh kami ingin bertanya mengapa kondisi pelabuhan tersebut dibiarkan mubazir dan tidak diperbaikki. Menjadi tanggungjawab siapa untuk memperbaiki jalan dan dermaga tersebut.

Terima kasih
Markus D
Warga Sumba Barat Daya

Tanggapan

Larang Mobil Bermuatan 7 Ton Lebih

Kami memeng telah melarang kapal feri sandar di Pelabuhan Weekeloh lama semenjak April 2019 silam karena jalan penghubung dermaga sedang rusak berat.
Kerusakan itu terjadi karena kapal feri mengangkut mobil dengan kapasitas muatan di atas 7 ton yang mengancam keselamatan jalan penghubung dermaga itu. Semenjak itu, kapal feri yang beroperasi kami arahkan berlabuh di Pelabuhan feri Waingapu, Sumba Timur.

Sementara itu berkaitan dengan kondisi mubazirnya pelabuhan feri baru Weekeloh, bukan menjadi tugasnya dan merupakan urusan ASDP dan mungkin juga Dinas Perhubungan Propinsi NTT karena merupakan aset pemerintah pusat. (pet)

Plh Kepala Kantor Unit Penyelenggara kelas III Pelabuhan Weekeloh
Antonius Langkamau

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved