Gugus Tugas Covid -19 Temukan Dua Sopir Mobil yang Angkut Warga Timor Leste ke Mota'ain

Polri berhasil melacak dua sopir atau pengemudi mobil rental yang mengangkut warga Timor Leste dari Kupang ke Motaain

Penulis: Oby Lewanmeru | Editor: Rosalina Woso
POS-KUPANG.COM/VEMMY
Dr. Jelamu Ardu Marius, M.Si Kepala Biro Humas dan Protokol Setda NTT. Jumat, 27/03/2020 

Gugus Tugas Covid -19 Temukan Dua Sopir Mobil yang Angkut Warga Timor Leste ke Mota'ain

POS-KUPANG.COM|KUPANG -- Tim Gugus Tugas penanganan Corona Virus Disease (Covid-19) Provinsi NTT bekerjasama dengan TNI dam Polri berhasil melacak dua sopir atau pengemudi mobil rental yang mengangkut warga Timor Leste dari Kupang ke Motaain. Warga Timor Leste ini dinyatakan positif Covid-19.

Hal ini disampaikan Kepala Biro Humas dan Protokol Setda NTT, Dr. Jelamu Ardu Marius,M.Si pada siaran langsung /facebook live dari facebook Kasubag Pers dan Pengelolaan Pendapat Umum, Valeri Guru, S.Sos, Minggu (19/4/2020 ) malam.

Turut hadir, Ike Mauboy dari Komunitas Tuli Kupang yang menerjemahkan dengan bahasa isyarat bagi disabilitas.

Menurut Marius, pemerintah mengapresi kepada tim gugus tugas penanganan percepatan Corona Virus Disease 2019 atau Covid-19 di Provinsi NTT dan tim TNI dan Polri yang menemukan identitas dua driver atau pengemudi mobil rental yang membawa sejumlah warga negara asing (WNA) asal Timor Leste yang masuk Kupang beberapa pekan lalu.

“Terkait dengan sejumlah orang warga Timor Leste yang hingga tadi malam kami sampaikan kepada publik, hasil penelusuran kami bersama dengan teman-teman dari TNI Polri bahwa sejumlah warga negara Timor Leste yang dibawa dari Kupang tanggal 1 April 2020 yang lalu menuju Motaain. Kami sudah menemukan drivernya (pengemudi). Ada 2 driver yang kiranya esok hari ini Senin, 20 April 2020 pukul 09.00 wita akan diadakan pemeriksaan cepat atau rapid test rencananya yang berlangsung di Rumah Sakit Naibonat,” kata Marius yang juga sebagai juru bicara gugus tugas percepatan penanganan Covid-19 di Provinsi NTT.

Marius berharap dengan ditemukannya 2 driver rental mobil ini semakin banyak data dan informasi yang bisa digali dan didapat tim gugus tugas Covid-19.

“Kita akan menggali informasi lebih banyak dari kedua beliau ini. Sehingga kita dapat menelusuri riwayat perjalanan warga Timor Leste yang berangkat tanggal 1 April 2020 menuju Atambua dan selanjutnya mereka menuju Motaain dari Motaain ke Batu Gede dan melanjutkan perjalanan ke Dili Timor Leste,” jelas Marius.

Dia mengatakan, warga Timor Leste itu tiba di Kupang dengan Pesawat Lion Air tanggal 31 Maret 2020 dan mereka menginap di Kupang. Kemudian keesokan harinya melanjutkan perjalanan ke Motaain.

"Kita juga akan telusuri di mana mereka menginap apakah di hotel atau di rumah keluarga. Esok akan ditelusuri lebih lanjut dan pada tanggal 2 April 2020 mereka juga menginap di Atambua dan sebelumnya dalam perjalanan menuju Atambua mereka sempat makan malam di salah satu rumah makan di Kefamenanu,TTU.” katanya.
Dikatakan, dirinya juga telah melakukan kontak per telepon dengan Duta Besar RI untuk Timor Leste, Sahat Sitorus di Dili Timor Leste.

“Terkait hal ini kami sudah berkoordinasi dengan Duta Besar Republik Indonesia di Dili dan beliau juga sudah menginformasikan warga negara Timor Leste yang terpapar virus Corona dan sudah memberitahukan juga kepada Menteri Luar Negeri kita dan juga Menteri Kesehatan. Bapak Duta Besar berjanji akan secepatnya juga memberitahukan hal itu kepada kita semua di Kupang,” kata Marius.

Informasi yang akurat dari Dubes RI di Timor Leste, lanjut Marius sangat membantu tim gugus tugas Covid-19 Provinsi NTT untuk menelisik riwayat perjalanan dari warga Timor Leste yang saat ini sudah terpapar virus corona.

“Sekali lagi melalui media ini kami harapkan keluarga atau sahabat kenalan yang menampung saudara-saudara kita warga Timor Leste; baik di Kupang maupun di Atambua; di rumah makan di Kefamenanu, kita harapkan untuk secepatnya memberikan informasi kepada gugus tugas; baik gugus tugas provinsi maupun gugus tugas di Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU) dan juga Gugus Tugas di Kabupaten Belu. Ini penting bagi kita semua,” harap Marius.

Menurut dia, informasi anda sekalian merupakan hal yang sangat positif bagi keselamatan seluruh rakyat di Provinsi NTT.

“Kita harapkan semua pihak yang mendengarkan siaran ini bisa menyampaikan informasi apa saja khususnya terkait dengan warga Timor Leste. Sehingga kita bisa telusuri di mana mereka berada; di mana mereka menginap. Supaya nanti secepatnya juga kita melakukan kontrol dan pengawasan kesehatan kepada orang-orang yang kebetulan berjumpa dengan mereka,” tandas Marius.

Data dari Dinas Kesehatan 22 Kabupaten/Kota se- NTT menyebutkan bahwa hingga Minggu malam jumlah ODP dan PDP di Provinsi NTT sebanyak 1452 orang. ODP sebanyak 1416, selesai masa pemantauan 670 yang sedang dirawat di rumah sakit sebanyak 10 orang.

Siapa Bilang Menjadi Petani Itu Kere, Petani Melenial Ini Membuktikannya !

Petani Milenial Asal Kupang Mampu Tembus Pasar Modern

Karantina mandiri sebanyak 727 orang, kondisi saat ini 745 dan 1 meninggal dunia. Sampel yang dikirim sebanyak 75 sampe. 43 sampel negatif, 1 sampel positif dan 31 sampel belum ada hasil.(Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Oby Lewanmeru)

Sumber: Pos Kupang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved