Lacak Potensi Virus Corona di Lingkungan, Johnny Plate Minta Unduh PeduliLindungi
Menkominfo Johnny G Plate mengajak masyarakat segera mengunduh aplikasi PeduliLindungi untuk melacak potensi penyebaran virus corona
POS-KUPANG.COM - Menkominfo Johnny G Plate mengajak masyarakat segera mengunduh aplikasi PeduliLindungi untuk melacak potensi penyebaran virus corona di lingkungan sekitar.
Ia menegaskan, aplikasi PeduliLindungi aman digunakan masyarakat. "Aplikasi ini aman, di-develop oleh putra-putri negeri sendiri dan bisa di-download Play Store atau App Store," kata Johnny dalam konferensi pers di Graha BNPB, Jakarta, Sabtu (18/4/2020).
"Aplikasi ini kami pastikan berguna bagi masyarakat untuk mengetahui di lingkungannya ada potensi pembawa virus corona," lanjutnya.
• 80 Persen Siswa tak Punya Hp Android, Kendala Belajar Online
Johnny mengatakan, data-data pengguna di aplikasi PeduliLindungi telah dilindungi melalui keputusan menteri. Seluruh data pengguna akan dihapus ketika pandemi Covid-19 berakhir.
"Telah menugaskan dan mewajibkan semua pihak yang mengelola aplikasi ini untuk melakukan pembersihan seluruh data nanti pada saat keadaan darurat kesehatan berakhir," ucapnya.
Ia menyebutkan, saat ini aplikasi PeduliLindungi telah diunduh 1.915.817 pengguna dan berharap angka ini terus bertambah.
• Anggota Polres Ngada Bagi Makser Gratis kepada Warga
Menurut Johnny, dengan mengunduh aplikasi ini, masyarakat telah mempermudah tugas pemerintah dalam penanganan dan pengendalian Covid-19.
"Aplikasi ini bertujuan melindungi diri kita agar tidak tertular Covid-19. Dengan demikian kita akan mempermudah tugas pemerintah dan seluruh komponen bangsa untuk memutus mata rantai Covid-19," kata Johnny.
Johnny juga mengungkapkan, pemerintah telah mengonfirmasi 554 berita palsu atau hoaks terkait wabah virus corona. Ratusan hoaks itu tersebar di Facebook, Instagram, Twitter, dan Youtube.
"Hingga hari ini ada 554 isu hoaks. Tersebar di 1.209 platform, di Facebook, Instagram, Twitter, atau Youtube," kata Johnny.
Ia mengatakan, sebanyak 983 hoaks di antaranya telah ditindaklanjuti dengan pemblokiran.
"Terdiri dari 681 di Facebook, empat di Instagram, 204 di Twitter, dan empat di Youtube. Yang akan ditindaklanjuti sebnyak 316, terdiri 162 di Facebook, enam di Instagram, 146 di Twitter, dan dua di Youtube," imbuh Johnny.
Johnny mengapresiasi Polri yang turut menangani kasus hoaks Covid-19. Polri telah menetapkan 89 tersangka dengan rincian 14 ditahan dan 75 diproses.
"Kami memberikan apresiasi kepada Polri yang telah menanagani kasus hoaks sebanyak 89 tersangka, terdiri dari 14 ditahan dan 75 diproses," tuturnya.
Dia menegaskan bahwa memproduksi serta menyebarkan hoaks merupakan tindakan melawan hukum.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/jaringan-komunikasi-di-empat-titik-di-ntt-yang-menjadi-perhatian-menkominfo.jpg)