Kamis, 9 April 2026

Corona di NTT

Tujuh Eks Penumpang KM Lambelu ‘Sembunyi’ dariSatgas Covid-19 Sikka 

Pendataan ulang yang dilakukan Tim Satuan Tugas (Satgas) Covid-19 Kabupaten Sikka, Pulau Flores, Kamis (16/4/2020) sore menemukan tujuh

Penulis: Eugenius Moa | Editor: Ferry Ndoen
POS-KUPANG.COM/EGINIUS MO’A
Jurubicara Covid-19 Kabupaten Sikka, Petrus Herlemus 

POS-KUPANG.COM, MAUMERE---Pendataan ulang yang dilakukan Tim Satuan Tugas (Satgas)   Covid-19  Kabupaten  Sikka,  Pulau   Flores, Kamis   (16/4/2020) sore  menemukan tujuh orang  eks  penumpang  KM  Lambelu  tidak  melaporkan  data diri  pada saat dilakukan pendataan di  lokasi karantina.

Kapal  penumpang tersebut  sandar  di Pelabuhan Lorens Say  Maumere, Selasa (7/4/2020). Bahkan pada  saat rapid  test  pertama  Sabtu (11/4/2020), ketujuh  penumpang  itu juga tidak  diperiksa.

Tambahan  ketujuh orang  eks  penumpang  tersebut, saat ini  Orang  Tanpa Gejalah  (OTG)  dikarantina   terpusat di  Gedung  SCC dan Aula  Rumah  Jabatan  Bupati  Sikka  sebanyak 179  orang.

1 Juta Kepala Keluarga di Provinsi Ini Dapat Tambahan Bantuan Sosial, Ini NIlai Setiap Bulannya

“Kami  ingin koreksi  data sebenarnya ada 179 orang  dikarantina. Ini  kami temukan  ketika dilakukan pendataan ulang  kemarin.  Pada waktu lalu  ketika  didata di lokasi  karantina, rupanya mereka  tidak  mau  keluar dari dalam ruangan,” kata  jurubicara  Satgas  Covid-19  Sikka,  Petrus  Herlemus  kepada  wartawan,  Jumat  (17/4/2020) di Maumere.

Herlemus  mengatakan,  manifes  penumpang  KM  Lembelu   179  orang.  Ketika  turun, mereka  dibawa ke dua  lokasi  penampungan, kaum perempuan  ditampung  di Aula   Rumah Jabatan  Bupati  Sikka dan pria di   Gedung  SCC.   

Pada saat  dilakukan pendataan ulang ketika  turun  dari  kapal, kata Herlemus, eks  penumpang yang melapor sebanyak 173 termasuk seorang  dari  Kabpaten Manggarai  Timur. Dua hari  lalu  telah dijemput kembali  oleh utusan dibawa pulang.

Menurut rencana, semua  eks penumpamg yang  menjadi  Orang Tanpa  Gangguan  (OTG) menjalani  rapid test  kedua, Sabtu   (18/4/2020).

Pada saat rapid test pertama  ditemukan  tiga  orang terindikasi  reaktif,  sehingga    harus menjalani pemeriksan  tahap berikut  yakni  swab  yang  telah  dikirim  ke laboratorium di  Surabaya, Jawa   Timur.  Hasil  swab  akan diketahui  dalam dua   atau tiga hari mendatang.

Selain  tiga  orang eks penumpang  KM Lambelu,  juga dikirim dua swab  milik  pasangan suami-istri asal Kampung Blawuk, Desa Nebe,  Kecamatan Talibura.  Meski  rapid  test non reaktif, keduanya  di-swab, karena pernah kontak  erat dengan pasien  nomor satu  El, positif  Covid-19 kini dirawat di  RSUD  WZ Johanes Kupang. (laporan wartawan  POS-KUPANG.COM, eginius  mo’a).

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved