Corona di NTT
Tujuh Eks Penumpang KM Lambelu ‘Sembunyi’ dariSatgas Covid-19 Sikka
Pendataan ulang yang dilakukan Tim Satuan Tugas (Satgas) Covid-19 Kabupaten Sikka, Pulau Flores, Kamis (16/4/2020) sore menemukan tujuh
Penulis: Eugenius Moa | Editor: Ferry Ndoen
POS-KUPANG.COM, MAUMERE---Pendataan ulang yang dilakukan Tim Satuan Tugas (Satgas) Covid-19 Kabupaten Sikka, Pulau Flores, Kamis (16/4/2020) sore menemukan tujuh orang eks penumpang KM Lambelu tidak melaporkan data diri pada saat dilakukan pendataan di lokasi karantina.
Kapal penumpang tersebut sandar di Pelabuhan Lorens Say Maumere, Selasa (7/4/2020). Bahkan pada saat rapid test pertama Sabtu (11/4/2020), ketujuh penumpang itu juga tidak diperiksa.
Tambahan ketujuh orang eks penumpang tersebut, saat ini Orang Tanpa Gejalah (OTG) dikarantina terpusat di Gedung SCC dan Aula Rumah Jabatan Bupati Sikka sebanyak 179 orang.
• 1 Juta Kepala Keluarga di Provinsi Ini Dapat Tambahan Bantuan Sosial, Ini NIlai Setiap Bulannya
“Kami ingin koreksi data sebenarnya ada 179 orang dikarantina. Ini kami temukan ketika dilakukan pendataan ulang kemarin. Pada waktu lalu ketika didata di lokasi karantina, rupanya mereka tidak mau keluar dari dalam ruangan,” kata jurubicara Satgas Covid-19 Sikka, Petrus Herlemus kepada wartawan, Jumat (17/4/2020) di Maumere.
Herlemus mengatakan, manifes penumpang KM Lembelu 179 orang. Ketika turun, mereka dibawa ke dua lokasi penampungan, kaum perempuan ditampung di Aula Rumah Jabatan Bupati Sikka dan pria di Gedung SCC.
Pada saat dilakukan pendataan ulang ketika turun dari kapal, kata Herlemus, eks penumpang yang melapor sebanyak 173 termasuk seorang dari Kabpaten Manggarai Timur. Dua hari lalu telah dijemput kembali oleh utusan dibawa pulang.
Menurut rencana, semua eks penumpamg yang menjadi Orang Tanpa Gangguan (OTG) menjalani rapid test kedua, Sabtu (18/4/2020).
Pada saat rapid test pertama ditemukan tiga orang terindikasi reaktif, sehingga harus menjalani pemeriksan tahap berikut yakni swab yang telah dikirim ke laboratorium di Surabaya, Jawa Timur. Hasil swab akan diketahui dalam dua atau tiga hari mendatang.
Selain tiga orang eks penumpang KM Lambelu, juga dikirim dua swab milik pasangan suami-istri asal Kampung Blawuk, Desa Nebe, Kecamatan Talibura. Meski rapid test non reaktif, keduanya di-swab, karena pernah kontak erat dengan pasien nomor satu El, positif Covid-19 kini dirawat di RSUD WZ Johanes Kupang. (laporan wartawan POS-KUPANG.COM, eginius mo’a).
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/update-corona-di-sikka-eks-penumpang-km-lambelu-terindikasi-reaktif-sikka-waspada.jpg)