Buaya Terkam Kaharudin Saat Mencari Ikan di Nilanapo-Lembata
Jasad Kahrudin Kara (35), warga Desa Nilanapo, korban terkaman Buaya ditemukan di pinggir pantai
POS-KUPANG.COM | LEWOLEBA - Jasad Kahrudin Kara (35), warga Desa Nilanapo, korban terkaman Buaya ditemukan di pinggir pantai tepatnya di muara sungai perairan Desa Nilanapo Kecamatan Omesuri, Kabupaten Lembata, Rabu (15/4) dini hari, sekira pukul 01.00 Wita. Jasad Kaharudin sudah dievakuasi warga pukul 02.00 Wita.
Kahrudin diterkam buaya saat melepas pukat bersama temannya Sarifudin Dolu (25) di perairan Desa Nilanapo, Selasa (14/4) pada pukul 19.00 Wita.
Penjabat Kepala Desa Nilanapo, Yohana Fransiska Boleng mengatakan atas permintaan keluarga, korban dibawa ke Desa Walangsawa untuk dikuburkan.
• Update Corona di Manggarai Barat 13 Warga Positif, Peserta Ijtima Ulama Dunia di Gowa
"Korban sudah ditemukan dan korban tersebut dalam keadaan utuh hanya sedikit luka gigitan pada bagian tubuh korban," ungkap Yohana via telepon, Rabu.
Yohana mengatakan korban tiba di Desa Walangsawa pukul 04.00 Wita dan menurut dikebumikan pukul 10.00 pagi.
Dihubungi terpisah, Camat Omesuri, Siprianus Suya mengatakan, proses pemakaman dilaksanakan dengan mempertimbangkan himbauan pemerintah di tengah pandemi Covid-19.
• Kantor Bupati Ende Retak dan Keropos, Begini Tanggapan Kabag Umum Setda Ende
"Kami sudah berkoordinasi dengan Pemdes Walangsawa untuk mengedepankan standar kesehatan dalam situasi Covid-19," ungkap Suya.
Dia mengimbau seluruh warga di Kecamatan Omesuri agar tidak melakukan aktivitas di laut, apalagi di tengah situasi pandemi Covid-19 saat ini.
"Saya berharap semua warga Kecamatan Omesuri agar tidak melakukan aktivitas di laut dan tetap di rumah saja," harapnya.
Siprianus Suya mendapatkan laporan dari Penjabat Kades Nilanapo bahwa ada warganya yang dimangsa buaya. Kejadiannya sekitar pukul 19.00 Wita saat korban dan temannya Syarifudin Dolu sedang melepas pukat. Namun, sebelum mendapatkan ikan, Kaharudin sudah lebih dahulu dimangsa buaya.
Setelah diterkam, katanya, korban langsung diseret menuju muara kali di Atanila yang jaraknya tidak begitu jauh dari lokasi kejadian.
Siprianus Suya menjelaskan, Syarifudin yang melihat temannya diseret buaya langsung berlari ke kampung meminta tolong warga yang kemudian langsung turun ke pantai membantu pencarian.
Dikatakannya, selain warga Nilanapo, warga dari Walangsawa dan Peusawa juga sudah menuju ke Pantai Nilanapo untuk membantu pencarian terhadap korban Kaharudin.
Kejadian itu, lanjutnya, sudah dilaporkannya kepada Kapolsek Omesuri yang kemudian menerjunkan personel ke tempat kejadian perkara.
Dalam tahun ini, terangnya, peristiwa ini merupakan kejadian kedua. Kejadian pertama pada 29 Januari 2020 lalu menimpa Yohanes Suku Odel, warga Desa Mahal. Korban diterkam buaya di Pantai Batu, Desa Walangsawa dan baru ditemukan keesokan paginya di muara pantai Atanila, Desa Nilanapo.
Karena itu ia juga berkeyakinan, setelah memangsa korbannya Kaharudin, buaya juga menyeret korban ke muara di Atanila. (ll)