Selasa, 9 Juni 2026

Manggarai Barat Terkini

Perahu Terbalik di Mangrove Terang, Ibu dan Balita Dievakuasi Warga

Seluruh penumpang berhasil diselamatkan setelah sejumlah warga dan pemandu wisata yang berada di lokasi segera memberikan pertolongan.

Tayang:
Editor: Eflin Rote
POS-KUPANG.COM/HO
Sebuah perahu yang mengangkut ratusan kursi, peralatan sound system, serta sejumlah penumpang dari arah perairan Teran tiba-tiba terbalik di perairan mangrove Terang, Kecamatan Boleng, Kabupaten Manggarai Barat, pada Kamis (4/6/2026) siang. 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Tari Rahmaniar

POS-KUPANG.COM, LABUAN BAJO – Sebuah perahu yang mengangkut ratusan kursi, peralatan sound system, serta sejumlah penumpang dari arah perairan Terang terbalik dan tenggelam di perairan mangrove Terang, Kecamatan Boleng, Kabupaten Manggarai Barat, Kamis (4/6/2026) sekitar pukul 13.30 wita.

Perahu tersebut diketahui hendak menuju Pulau Longos. Perahu tersebut tenggelam sebelum memasuki area tracking mangrove Terang, Kecamatan Boleng Kabupaten Manggarai Barat

Seluruh penumpang berhasil diselamatkan setelah sejumlah warga dan pemandu wisata yang berada di lokasi segera memberikan pertolongan.

Salah seorang saksi mata, Ahmad Burhan, mengatakan kapal tersebut berangkat dari Terang menuju Longos dengan membawa berbagai perlengkapan pesta, termasuk kursi dan sound system.

"Tidak ada angin kencang, tidak ada gelombang besar. Tiba-tiba kapal miring lalu terbalik sampai hampir 180 derajat," ujar Ahmad Burhan saat diwawancarai lewat telpon, Kamis (04/06/2026). 

Menurutnya, dugaan sementara kapal kehilangan keseimbangan karena seluruh muatan ditempatkan di bagian atas dek, sementara tidak ada pemberat atau muatan dasar di bagian bawah kapal.

"Kursi, sound system, dan penumpang semuanya berada di atas. Kemungkinan beratnya tidak seimbang sehingga kapal langsung miring dan terbalik," ungkapnya.

Saat kejadian, Ahmad sedang berada di jalur trekking mangrove Terang bersama sejumlah wisatawan asal Jakarta. Melihat kapal mulai terbalik, ia langsung meminta perahu yang ditumpanginya untuk mendekat dan menolong para korban.

Baca juga: Festival Golo Koe Labuan Bajo Maria Assumpta Nusantara 2026 Resmi Diluncurkan

Di antara korban terdapat seorang ibu dan anak balita berusia sekitar empat tahun yang sempat terjebak di tengah kepanikan.

"Saya arahkan teman-teman yang membawa perahu untuk membantu lebih dulu. Ada ibu dan anak kecil yang harus segera dievakuasi," ujarnya.

Tak lama kemudian, sejumlah perahu lain dari Kampung Terang berdatangan untuk membantu proses penyelamatan. Dalam waktu sekitar 10 hingga 20 menit, seluruh korban berhasil dievakuasi ke daratan.

Saksi lainnya, Caesarius Sandi, yang merupakan pendamping trekking mangrove Terang, mengaku melihat langsung detik-detik kapal kehilangan keseimbangan sebelum akhirnya terbalik.

"Kami baru saja mengantar tamu pulang dari trekking. Kapal itu sempat menghampiri kami. Dari jauh saya lihat sudah miring. Tidak lama kemudian langsung terbalik dan tenggelam," ujarnya.

Menurut Sandi, kapal diduga membawa muatan berlebih. Selain sekitar 300 kursi plastik, kapal juga mengangkut empat boks speaker besar, speaker gantung, mixer audio, genset, dan sejumlah peralatan musik lainnya.

Sumber: Pos Kupang
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved