Virus Corona

Bima Arya Rasakan Gejala Sebelum Dinyatakan Positif Corona, Wali Kota Bogor Hilang Nafsu Makan

Wali Kota Bogor Bima Arya mengungkapkan gejala apa saja yang ia rasakan sebelum dinyatakan positif terinfeksi virus Corona.

Editor: Hasyim Ashari
KOMPAS.com/RAMDHAN TRIYADI BEMPAH
Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto saat ditemui usai rapat evaluasi Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) di Balai Kota Bogor, Senin (1/7/2019). 

Tepat pada hari Kamis tanggal 19 Maret 2020 lalu, Bima Arya dinyatakan positif terpapar Covid-19 dari hasil tes swab yang telah dilakukan.

Semenjak itu, dirinya mendapatkan perawatan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Bogor.

Dalam perbincangan dengan Aiman Witjaksono, Bima Arya meluruskan informasi terkait gejala klinis Covid-19 di tubuhnya.

Ia menjelaskan dia bukan termasuk Orang Tanpa Gejala (OTG) ketika itu.

"Sebetulnya bukan tanpa gejala, ada gejala tapi ringan."

"Gejalanya mungkin yang pernah merasakan demam berdarah agak mirip seperti itu."

"Mual, lemas, kehilangan nafsu makan, sedikit batuk tapi nggak demam. Alhamdulillah tidak sesak napas," urainya menggambarkan kondisinya ketika itu.

Cerita selama di rumah sakit

Setelah dinyatakan positif, Bima Arya mendapatkan perawatan di RSUD Kota Bogor selama 22 hari lamanya.

Menurutnya selama berhari-hari di rumah sakit merupakan hal yang tidak bisa terlupakan di kehidupan Bima Arya.

"Mulai hari pertama hingga 22 hari selanjutnya, saya diuji dengan sesuatu yang luar biasa, bagi saya ini tidak terlupakan," ucapnya.

Bima Arya mengaku selama di ruang isolasi merasakan berbagai keterbatasan.

"Saya berada di ruangan berukuran 3x7 meter, hanya ada satu tempat tidur dan satu rak di sebelah saya. Kemudian ada kursi dan meja, meja untuk saya makan dan untuk saya menulis, hanya seorang diri."

"Dan hanya berinteraksi dengan dokter visit 1 kali sehari pada jam 8 atau 9 pagi. Kemudian ada suster secara rutin, mungkin datang 5 kali sehari untuk mengecek tensi darah, kemudian saturasi, tekanan darah untuk memastikan perkembangan saya."

"Dua hari sekali di ambil cek sampel darah. Dan sesekali menikmati cahaya matahari yang menerobos dari jendela rumah sakit," ucapnya menceritakan.

Halaman
123
Sumber: Tribunnews
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved