Pejuang di Tengah Pandemi Covid-19, Penyuluh dan Petani Buktikan Pertanian tak Berhenti

baik itu penyuluh ataupun petani serta tenaga lainnya, dengan bahu membahu menyediakan pangan bagi seluruh masyarakat.

Penulis: Edy Hayong | Editor: Rosalina Woso
zoom-inlihat foto Pejuang di Tengah Pandemi Covid-19, Penyuluh dan Petani Buktikan Pertanian tak Berhenti
Dok. BBPP Kupang.
Kelompok Mekar Gemilang, Desa Kombo Selatan Kecamatan Pacar, Kabupaten Manggarai Barat saat panen padi.

Pejuang Di Tengah Pandemi Covid 19, Penyuluh dan Petani Buktikan Pertanian tak Berhenti

POS-KUPANG.COM I NOELBAKI-- Untuk menuju kecukupan pangan yang berasal dari beras/padi, pemerintah menerapkan berbagai kebijakan seiring dengan pertumbuhan penduduk.

Meningkatkan produksi adalah meningkatkan produktivitas melalui berbagai teknologi baru mulai dari penyediaan benih, pengolahan lahan hingga pascapanen, juga menambah luas tanam dan luas panen melalui peningkatan indeks pertanaman padi.

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo memerintahkan jajaran Kementerian pertanian (Kementan) agar memantau produksi sektor pertanian selama masa pandemi covid-19.

"Saat ini mulai masa panen raya Maret-April, petani harus dipastikan memperoleh juga harga jual yang layak, sehingga terjaga kesejahteraannya," ujar Mentan SYL.

Menurut Mentan SYL, Membicarakan pertanian adalah berbicara soal lapangan. Bagaimana mempersiapkan bibit dan benih yang baik, budidaya yang tepat, manajemen air yang efektif dan efisien, karena dengan itu semua produktivitas akan meningkat.

“Ini adalah bagian dari konsolidasi, tekad dan kemauan kita agar besok kita siap kerja lebih baik dan terarah,” kata Mentan SYL.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Prof Dedi Nursyamsi menghimbau bahwa seluruh pelaku pertanian agar senantiasa menjaga roda pembangunan pertanian untuk tetap bergerak.

Ditegaskan Dedi Nursyamsi, Sektor yang lain mungkin terhenti dengan adanya Covid 19, namun sektor pangan harus tetap berjalan, karena seluruh rakyat Indonesia membutuhkan pangan.

Saat ini, kata Prof Dedi Nursyamsi, pejuang melawan Covid-19 bukan hanya dokter, perawat dan tenaga medis, tetapi juga seluruh insan pertanian, baik itu penyuluh ataupun petani serta tenaga lainnya, dengan bahu membahu menyediakan pangan bagi seluruh masyarakat.

Sejalan dengan pernyataan Kepala BPPSDMP, Koordinator BPP Pacar juga senantiasa memberikan motivasi kepada para penyuluh dan petani di kecamatan Pacar untuk tetap beraktivitas di lapangan demi memenuhi kebutuhan pangan masyarakat.

Dari arahan, pernyataan dan himbauan tersebut, pada tanggal 14 April 2020 telah dilaksanakan panen padi di wilayah Kelompok Mekar Gemilang, Desa Kombo Selatan Kecamatan Pacar, Kabupaten Manggarai Barat, Provinsi NTT pada luasan 2 Ha dari luasan ptensi panen 20 ha dengan Varietas Roslin/Lokal Unggul dengan Provitas 6,5 Ton/Ha.

Pada kegiatan panen tersebut didampingi langsung oleh Penyuluh kostratani dari BPP Pacar Kecamatan Pacar, Borgias Satimen.

Kesigapan penyuluh kostratani sebagai ujung tombak pertanian menjadi bukti bahwa penyuluhan dan pendampingan tetap berjalan ditengah wabah covid 19 ini.

Sementara itu Penyuluh lapangan Borgias Satimen mengatakan, sebagai penyuluh, mereka tidak boleh berhenti untuk selalu memberikan penyuluhan dan pendampingan kepada petani dilapangan dalam situasi apapun.

Pemkab Kupang Rasionalisasi Sementara Anggaran untuk Penanganan Corona antara Rp 10 M-Rp 15 M

UPDATE CORONA NTT - 13 Warga Manggarai Barat Positif Corona Usai Rapid Test Ikut Ijtima Ulama Dunia

BPPSDMP KEMENTAN Jamin Pelatihan di Tengah Pademi Covid 19 Tetap Berkualitas Melalui E-LEARNING

"Dalam pelaksanaan pemanenan tetap mengikuti protokoler kesehatan dengan menjaga jarak antara satu dengan yang lainnya dapat terlaksana. pangan dalam situasi apapun," jelas  Borgias.(Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Edi Hayong/Adv-BBPP Kupang).

Sumber: Pos Kupang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved