Kementerian Pertanian RI Jamin Ketersediaan Pangan Selama Pandemi Covid-19

Pihak Kementerian Pertanian menjamin adanya ketersediaan pangan selama pandemi Covid-19

Penulis: Edy Hayong | Editor: Kanis Jehola
POS-KUPANG.COM/Dok. SMK PP N Kupang
Hasil pertanian yang siap panen di SMK PP N Kupang 

POS-KUPANG.COM I OELAMASI--Sejumlah tanaman pangan telah siap panen di lahan OPAL SMK PP Negeri Kupang, salah satu UPT di bawah Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Manusia Pertanian ( BPPSDMP) Kementerian Pertanian.

Beberapa tanaman pangan tersebut adalah jagung, terong, tomat, kacang panjang, cabai, kubis, bayam, kangkung, dan sawi putih.

Pemprov NTT Buat Skenario Anggaran Tangani Covid-19

Dalam Rilis Berita SMK PP N Kupang, Selasa (14/4) disebutkan, Kepala SMK PP N Kupang, Stepanus Bulu, menyatakan kesiapan lahan OPAL untuk membantu ketersediaan pangan untuk warga di sekitar sekolah.

Hal ini sesuai dengan kebijakan Kementerian Pertanian bahwa Pertanian tidak boleh berhenti meskipun adanya Pandemi Covid 19 ini.

Kepala BPPSDMP, Dedi Nursyamsi mengatakan bahwa pertanian harus jalan terus dan tidak boleh berhenti.

GMIT Ebenhaezer Oeba Arahkan Diakonia ke Diakonia Karitatif

“Sektor pertanian ini sangatlah penting apalagi dalam keadaan sekarang yang setiap orang harus menjaga imun tubuhnya supaya tetap kuat. Salah satu cara untuk menambah imun tubuh adalah dengan mengonsumsi makan bergizi baik dari sayuran atau buah-buahan. Jadi, pertanian jalan terus dan tidak boleh berhenti.,” imbuh Dedi.

Terlebih dalam menghadapi situasi ditengah wabah Covid-19 ini, Dedi menegaskan pertanian merupakan garda terdepan pencegahan infeksi Covid-19 karena berperan penting  dalam pemenuhan kebutuhan pangan masyarakat untuk menjaga imunitas tubuh.

Dalam masa Covid-19 ini banyak peluang yang bisa dimanfaatkan oleh pengusaha pertanian milenial khususnya di bidang produksi on-farm seperti sayuran segar, buah-buahan, susu, telur, kacang-kacangan, dsb yang merupakan penyedia vitamin dan protein untuk meningkatkan daya tahan tubuh menghadapi infeksi Covid 19.

Untuk distribusinya tidak perlu dikhawatirkan. Di masa ini masyarakat akan lebih banyak beraktivitas dari rumah, berbelanja pun dari rumah.

"Dengan adanya teknologi saat ini Petani Pengusaha dapat  menggandeng tokoh masyarakat untuk promosi dan memasok bahan pangan segar ke masyarakat sekitar melalui e-commerce sehingga memperpendek rantai pasok”, tegas Dedi.

Pemesanan dan penjualan hasil OPAL ke warga masyarakat sekitar juga akan diakukan via online melalui telefon atau whatsapp nomor sekolah. Jadi, pembeli tidak perlu datang ke sekolah.

“Dalam pelaksanaannya, penjualan hasil OPAL akan dibantu oleh pembimbing asrama yang sebagian masih muda dan paham tentang teknologi. Jadi itu bisa melatih mereka menjadi petani milenial sebagai salah satu upaya regenerasi petani”, ujar Stepanus.

Hal tersebut juga selaras dengan pernyataan Menteri Pertanian, Syahril Yasin Limpo yang mengatakan bahwa semakin percaya anak muda yang mau terjun dibidang pertanian  bisa punya peluang kehidupan dan ekonomi yang lebih baik. Apalagi dengan memanfaatkan teknologi yang tersedia maka dunia dalam genggaman mereka.

“Adanya musibah wabah virus Covid-19 ini tidak boleh membuat aktivitas pertanian berhenti. Kementan akan terus optimalkan SDM pertanian untuk menggenjot produksi dan produktivitas bahkan ekspor,” tegas SYL. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Edi Hayong)

Sumber: Pos Kupang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved