Dampak Corona, Penjual Kopi Keliling Alih Profesi Jadi Penjual Gelang
Dulu 10 gelas itu bisa habis. Sekarang jangankan 10, enam gelas saja dari pagi sampai malam belum tentu laku,

Dampak Corona, Penjual Kopi Keliling Alih Profesi Jadi Penjual Gelang
POS-KUPANG.COM | KUPANG -- Suasana di sekitar Taman Patung Kasih Kota Kupang, Selasa (7/4/2020) pukul 19.00 tidak terlalu ramai. Hanya terlihat beberapa kendaraan yang melintas. Di salah satu sisi jalan sebelah taman, Rian Boymau atau lebih dikenal Rian Kopling sedang memegang benang dan mengaitkannya pada paku di papan kayu.
"Saya mulai jualan gelang semenjak ada imbauan pemerintah untuk bekerja di rumah dan tidak boleh berkerumun di luar," ungkap Rian ketika saya melihat gelang-gelang buatannya.
Rian yang sehari-hari berprofesi sebagai penjual kopi keliling (kopling) di Taman Tirosa dan beberapa taman lainnya mengaku cukup kehilangan banyak pendapatan karena tidak bisa lagi menjual kopinya. Sejak ada imbauan pemerintah untuk tidak ada aktivitas berkerumun di taman, ia pun memutar otak agar dapurnya tetap mengepul.
"Penghasilan kopi mati. Dulu 10 gelas itu bisa habis. Sekarang jangankan 10, enam gelas saja dari pagi sampai malam belum tentu laku," kata Rian.
Aktivitas menjual gelang ini dilakukannya di rumah. Ia pun membawa gelang-gelang tersebut ketika ia harus keluar untuk menjual kopinya. Gelang berbagai warna ini dijual dengan harga Rp5.000 hingga Rp15.000 tergantung jenis dan ukuran gelang. Ia mempromosikan gelang ini lewat akun sosial media miliknya. Banyak orang mengapresiasi usahanya. Tak hanya dari Kota Kupang, ia bahkan mendapat pesanan gelang dari Jakarta.
"Gelang ini mungkin kelihatannya kalau dibilang indah juga belum terlalu sempurna dibanding gelang yang lain, tapi alasan dibalik pembuatan gelang ini yang membuat gelang ini istimewa dan orang tertarik untuk membelinya," ujarnya lirih.
Dampak dari Covid-19 ini sangat dirasakan olehnya dan penjual kopling atau PKL lainnya. Meski demikian, ketika menjual kopi, ia membuat jarak duduk jika pelanggan ingin minum. Namun, ia berharap pemerintah bisa membantu mereka untuk kebutuhan APD dalam bekerja.
• BBPP Kupang produksi Jifer (Jerami Fermentasi) di tengah wabah Corona
• Cegah Penyebaran Covid 19, Kepala BBPP Kupang Menyapa Pegawai Melalui Vicon
• Walau Working From Home Widyaiswara BBPP Kupang Ikuti E-learning Inseminasi Buatan
"Mungkin pemerintah bisa bantu masker, hand sanitizer, atau sabun cuci tangan bagi kami," tandasnya. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Intan Nuka)