Ustaz Abdul Somad Paparkan Keutamaan di Malam Nisfu Syaban 1441 H
Nisfu Syaban disebut sebagai waktu istimewa karena menurut ulama, Allah akan mengampuni seluruh dosa.
Hadits puasa di bulan Syaban yang kuat adalah berpuasa di bulan-bulan haram atau mulia.
Yaitu Zulhijjah, Zulkaidah, Rajab dan Syaban dan Allah akan mengampuni dosa-dosa hamba-Nya di malam Nisfu.
Jadi, ini hadisnya umum bulannya, tak khusus dijelaskan harus di saat Nisfu Syaban, tetapi di bulan-bulan haram,” jelasnya.
Lebih lanjut, pada malam Nisfu Syaban, Allah juga akan mengampuni dosa-dosa hamba-Nya, kecuali orang yang menyekutukan Allah dan yang bertengkar namun saat malam Nisfu Syaban belum juga berdamai.
"Semua yang berIbadah malam itu, diampunkan Allah kecuali orang-orang yang menyekutukan Allah dan mereka yang belum berdamai," ucap Ustadz Abdul Somad.
"Jadi malam ini bisa dibilang malam perdamaian, supaya masuk bulan Syaban hatinya plong," lanjutnya.
"Nah jadi malam itu bisa kita hidupkan dengan Ibadah seperti baca qur'an, zikir, tahajud, witir, shalat sunah taubat, bangun tengah malam mandi. lepas mandi ambil wudhu, lalu shalat sunah wudhu, caranya sama shalat iftitah masjid," jelas Ustadz Abdul Somad.
Ini videonya
Kontroversi Seputar Shalat Sunnah Malam Nisfu Syaban
Setiap malam Nisfu Syaban, kaum Muslimin senantiasa mengisinya dengan berbagai macam amalan. Salah satunya dengan amalan shalat sunnah Nisfu Syaban.
Namun kemudian, tak sedikit dari mereka yang merasa ragu karena shalat sunnah tersebut tak henti-hentinya dianggap bid‘ah, munkar, dan tidak ada dasar dalilnya oleh sebagian kalangan.
Oleh karena itu, kiranya perlu diperjelas apakah benar shalat sunnah nisfu Syaban adalah tanpa dalil?
Perlu diketahui bahwa amalan shalat sunnah di malam Nisfu Syaban ini dikemukakan oleh Imam Al-Ghazali dalam Ihya ‘Ulumiddin.
Bahkan, ia menjelaskan tata caranya, mulai dari jumlah rakaat hingga bacaannya:
وأما صلاة شعبان فليلة الخامس عشر منه يصلي مائة ركعة كل ركعتين بتسليمة يقرأ في كل ركعة بعد الفاتحة قل هو الله أحد إحدى عشرة مرة وإن شاء صلى عشر ركعات يقرأ في كل ركعة بعد الفاتحة مائة مرة قل هو الله أحد فهذا أيضاً مروي في جملة الصلوات كان السلف يصلون هذه الصلاة ويسمونها صلاة الخير ويجتمعون فيها وربما صلوها جماعة