Virus Corona

Penjelasan Ketum PSSI Soal Pemotongan Gaji dan Kesejahteraan Pemain di Tengah Pandemi Covid-19

Ketua Umum PSSI, Mochamad Iriawan, berbicara mengenai keputusan pemangkasan gaji dan kesejahteraan pesepak bola Indonesia di tengah pandemi Corona

DOK. PSSI
Ketua Umum PSSI, Mochamad Iriawan, sedang memberi arahan di rapat luar biasa yang dihadiri pengurus PT LIB serta manajer tim Liga 1 dan Liga 2 di Hotel Fairmount, Senin 16 Maret 2020. 

Penjelasan Ketua Umum PSSI kepada Komisi X DPR RI Soal Pemotongan Gaji dan Kesejahteraan Pemain di Tengah Pandemi Covid-19

POS-KUPANG.COM - Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia ( PSSI) sudah mengeluarkan Surat Keputusan (SK) mengenai pemotongan gaji ofisial dan pemain Liga 1 2020.

Sebanyak 19 klub Liga 1 2020 sudah menerima keputusan tersebut dan siap memangkas gaji para pemainnya.

Dalam Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) bersama Komisi X DPR RI yang diadakan secara teleconference pada Rabu (8/4/2020), Ketua Umum PSSI, Mochamad Iriawan, berbicara  mengenai keputusan pemangkasan gaji dan kesejahteraan pesepak bola Indonesia di tengah pandemi virus corona saat ini.

Ia mengatakan bahwa pemangkasan gaji mencapai 25 persen itu sudah dibicarakan dan disepakati semua pihak. Selain itu, ia mengatakan bahwa kesejahteraan pemain menjadi "tanggung jawab maksimal" pihak klub.

Kompetisi Shopee Liga 2 2020 dan Liga 2 tengah berhenti di tengah wabah Covid-19 yang tengah menyerang dunia dan tak terkecuali Indonesia.

Melalui Surat Keputusan pada 27 Maret 2020, Ketum PSSI telah menetapkan bahwa status pemberhentian kompetisi adalah karena Keadaan Kahar (Force Majeure) terkait Status Keadaan Tertentu Darurat Bencana akibat wabah Covid-19 di Indonesia.

Alhasil, Liga 1 2020 dan Liga 2 2020 dihentikan sampai tanggal 29 Mei 2020.

Apabila Status Keadaan Tertentu Darurat Bencana diperpanjang oleh Pemerintah RI, maka PSSI akan membatalkan kompetisi sepak bola profesional di Indonesia.

Pada surat sama, PSSI juga menetapkan bahwa klub dapat membayar para pemain mereka maksimal 25 persen dari kewajiban yang tertera di kontrak kerja untuk bulan Maret, April, Mei, Juni.

Halaman
123
Editor: Agustinus Sape
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved