Cegah Penularan Virus Corona, Wabup SBD Tegaskan Warga Baru Wajib Ikut Karantina

Wakil Bupati Kabupaten Sumba Barat Daya, Marthen Christian Taka, S.IPem menegaskan, warga Sumba Barat Daya yang baru saja da

PK/Petrus Piter
Foto Wakil Bupati Sumba Barat Daya, Marthen Christian Taka, S.IPem sdg mengambil sumpa dan melantik 26 kepala sekolah SD, SMP dan pengawas lingkup Pemkab SBD di rujab Wabup SBD, Senin (6/4/2020) sore   

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Petrus Piter

POS-KUPANG.COM/TAMBOLAKA---Wakil Bupati Kabupaten Sumba Barat Daya, Marthen Christian Taka, S.IPem menegaskan, warga Sumba Barat Daya yang baru saja datang dari luar Sumba wajib menjalani karantina edukasi sehari di rumah sakit umum daerah (RSUD) Tambolaka, Sumba Barat Daya. Hal itu demi mencegah menularnya virus corona di daerah ini.

Dalam masa orientasi itu, tim gugus tugas percepatan penanganan virus corona menjelaskan tentang virus corona, gejala virus corona, bahaya dan cara menegahnya. Dengan demikian, warga tersebut memiliki bekal pengetahuan sehingga mampu mencegah menularnya virus corona di daerah ini.

Pemerintah Sumba Barat Daya telah memutuskan setiap warga baru datang, wajib menjalani karantina sehari. Karena itu tidak ada alasan, warga tidak ikut karantina. Semua warga yang baru datang wajib menjalani karantina. Keputusan pemerintah tersebut diambil demi mencegah menularnya penyakit mematikan itu di Sumba Barat Daya.

Wakil Bupati Kabupaten Sumba Barat Daya, Marthen Christian Taka, S.IPem menyampaikan hal itu sesaat setelah melantik 26 kepala sekolah SD dan SMP serta pengawas lingkup pemerintahan Kabupaten Sumba Barat Daya yang berlangsung di rumah jabatan wakil bupati Sumba Barat Daya, Senin (6/4/2020) sore.

Menurutnya, bupati dan wakil bupati Kabupaten Sumba Barat Daya bersama tim gugus tugas percepatam penanganan pencegahan penularan virus corona setiap hari turun ke lapangan mengedukasi masyarakat agar menjalankan pola hidup bersih dan sehat demi mencegah tertularnya virue corona.

Dalam pertemuan dengan masyarakat, pemerintah menghimbau agar masyarakat menjaga jarak, berdiam diri di rumah saja, menghindari kerumunan masa, tidak menghadiri acara pesta dan kegiatan lainnya yang melibatkan banyak orang dan lainnya.

Meski demikian, Wakil Bupati SBD, Marthen Christian Taka, S.IPem mengakui hingga saat ini sedikit mengalami kendala bila terjadi kematian. Biasanya di Sumba, kalau ada orang meninggal, keluarga berkumpul cukup banyak dan tidak mungkin membubarkanya. Disini, pemerintah hadir dan menghimbau agar warga selalu menjaga jarak antara satu dengan lainnya.

Dan syukur masyarakat di kampung-kampung sudah mengerti dan memahaminya sehingga begitu ada kejadian, anggota keluarga meninggal dunia, dengan sendirinya masyarakat mengatur jarak sosial itu. Harapan kesadaran masyarakat terus tumbuh hingga seluruh pelosok Sumba Barat Daya sehingga mampu menangkal serangan virus corona di wilayah ini. (pet)

Foto Wakil Bupati Sumba Barat Daya, Marthen Christian Taka, S.IPem sdg mengambil sumpa dan melantik 26 kepala sekolah SD, SMP dan pengawas lingkup Pemkab SBD di rujab Wabup SBD, Senin (6/4/2020) sore

 
Foto Wakil Bupati Sumba Barat Daya, Marthen Christian Taka, S.IPem sdg mengambil sumpa dan melantik 26 kepala sekolah SD, SMP dan pengawas lingkup Pemkab SBD di rujab Wabup SBD, Senin (6/4/2020) sore   (PK/Petrus Piter)
Penulis: Petrus Piter
Editor: Ferry Ndoen
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved