RSUD Johannes Kupang Siapkan Laboratorium Periksa Sampel ODP dan PDP

sebagai laboratorium pemeriksaaan sampel dari Orang Dalam Pemantauan (ODP) dan Pasien Dalam Pemantauan (PDP).

POS KUPANG.COM/OBY LEWANMERU
Kadis Kesehatan Provinsi NTT, DR.drg. Domi Mere,M.Kes dan Karo Humas , Protokol Setda NTT, DR.Jelamu Ardu Marius,M.Si saat memberi keterangan soal ODP di NTT, Sabtu (21/3/2020). 

RSUD Johannes Kupang Siapkan Laboratorium Periksa Sampel ODP dan PDP

POS-KUPANG.COM|KUPANG -- Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTT sementara mempersiapkan Laboratorium di RSUD Prof. Dr. WZ. Johannes Kupang untuk digunakan sebagai laboratorium pemeriksaaan sampel dari Orang Dalam Pemantauan (ODP) dan Pasien Dalam Pemantauan (PDP).

Hal ini disampaikan Kepala Dinas Kesehatan Provinsi NTT, drg. Domi Minggu Mere, M.Kes saat dihubungi melalui telepon oleh Kepala Biro Humas dan Protokol Setda NTT, DR. Jelamu Ardu Marius,M.Si di ruang Biro

Humas dan Protokol Setda Provinsi NTT, Kantor Gubernur NTT, Senin (6/4/2020).

Menurut Domi, saat ini manajemen RSUD Prof. Dr. W.Z. Johanes Kupang sementara menyiapkan satu gedung dan ruangan untuk digunakan sebagai laboratorium untuk memeriksa sampel darah dan Swab ODP dan PDP.
"Kita sementara siapkan Lab di RSUD Johannes Kupang agar dapat memeriksa sampel. Saat ini pak Direktur RSUD Prof. WZ. Johannes Kupang sedang persiapkan," kata Domi.

Dijelaskan, dalam mendukung pemeriksaan lab, pihaknya memiliki alat untuk pemeriksaan dengan metode metode Polymerase Chain Reaction (PCR) kecuali reagen yang belum dimiliki.

"Khusus untuk PCR alatnya kita punya, tinggal reagen yang kita sementara koordinasi ke Kemenkes RI. Mudah-mudahan dalam pekan ini atau pekan depan sudah ada, maka pemeriksaan sampel sudah bisa dilakukan di RSUD Johannes Kupang," katanya.

Dikatakan, selama ini sampel dari NTT selalu dikirim ke lab litbang Kemenkes di Surabaya atau Jakarta, maka apabila lab di RSUD Johannes Kupang sudah siap maka sampel-sampel akan diperiksa di Kupang.

Sedangkan soal rumah sakit rujukan, ia mengatakan, sejak awal sesuai keputusan Menkes RI menetapkan tiga Rumah Sakit (RS) Rujukan di NTT, yakni RSUD Prof.WZ. Johannes Kupang, RSUD Komodo di Labuan Bajo dan RSUD TC. Hillers Maumere.

"Namun, gubernur NTT kemudian mengusulkan 8 RS dan juga kini menjadi 11 rumah sakit. Selanjutnya kita juga mengembangkan 11 rumah sakit sebagai second line untuk mensuport rumah sakit kita yang ada,” ujarnya.

Dikatakan, degan melihat eskalasi kejadian Covid -19 kedepan ,maka perlu disiapkan simulasi dan mempersiapkan beberapa RS penyangga.

Domi mencontohkan, dengan melihat kasus ODP di Kota Kupang yang terus meningkat, maka apabila hanya satu RS Rujukan, maka akan membuat beban RSUD Prof. WZ. Johannes semakin besar.

Rumah Mewah Tempat Song Joong Ki dan Song Hye Kyo Tinggal Mendadak Dihancurkan Pasca Cerai, Kenapa?

Nong Susar Tewas Dalam Peristiwa Laka Lantas di Waigete Sikka

"Jika hanya ada satu RS,maka bebannya akan tinggi, karena itu kita siapkan RS penunjang, antara lain RS Jiwa Naimata dan RS Klinik Pratama FK Undana. Kedua RS ini sebagai penyangga seperti di Jakarta Wisma Atlet," ujarnya.(Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Oby Lewanmeru)

Penulis: Oby Lewanmeru
Editor: Rosalina Woso
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved