Istri Tewas Terjebak Api Dalam Rumah, Camat Nangaroro: Korban Sedang Bungkus Gula
Putri juga menjelaskan bahwa saat kejadian bapak mereka Wilfridus Dena berada di Mbai bekerja di Telkomsel Mbay,
Penulis: Gordi Donofan | Editor: Rosalina Woso
Saat kejadian itu dirumah tersebut ada tiga orang yaitu istri Wilfridus, Yohana dan dua orang anak mereka yaitu Putri (17) dan Aldo (12).
"Saat tiba di lokasi api sudah merambat seluruh bagian rumah depan dan di lokasi anggota Polsek Nangaroro dan warga sekitar hanya melakukan pemadaman menyiram air dengan menggunakan ember dan alat lainya namun api terus membesar. Sekitar pukul 12.00 Wita, barulah muncul kendaraan yang mengangkut air dengan menggunakan fiber dan melakukan penyemprotan pada rumah tersebut," jelas Ipda Abubekar.
Ipda Abubekar menjelaskan setelah api dapat dipadamkan, anggota dan warga melakukan pemeriksaan pada kamar bagian depan yang dimana kamar tersebut digunakan untuk menyimpan bensin untuk stok penjualan dan juga barang-barang jualan.
Ia menjelaskan saat melakukan pemeriksaan ditemukan mayat korban.
Ia menyatakan menurut keterangan anak kandung dari Yohana atas nama Aldo(12) bahwa sebelum terjadinya kebakaran dan sampai terjadinya kebakaran yang berada di rumah hanya mereka tiga orang yaitu Yohana, Putri dan Aldo.
"Menurut keterangan Aldo, ibu Hasna, berada di dalam gudang yang berisi bensin dan menyalakan lilin untuk membungkus gula, dan kemudian keluar sesampainya di luar, api langsung menyambar bensin dan mamanya masuk kembali kedalam ruangan tersebut. saat itu Putri, sempat menarik mamanya namun tempat yang berisi bensin (jerigen) langsung meledak sehingga api tersebut menyambar mamanya hingga terbakar, dan juga menyambar Putri, juga terbakar pada bagian kedua kakinya. Sehingga mamanya tidak dapat tertolong," jelas Ipda Abubekar.
Ipda Abubekar juga mengatakan berdasarkan keterangan dari Putri anak korban, bahsa saat itu Putri bersama dengan mamannya berada di dalam gudang yang berisi bensin. Bensi disimpan didalam jerigen jumbo 50 liter, sebanyak enam jerigen dan juga yang berada di dalam botol yang diperkirakan sekitar 20 botol lebih dan juga ada barang- barang jualan yang juga mudah terbakar.
"Saat berada di dalam gudang, ibu Hasna menyalakan lilin untuk membungkus gula, saat lilin menyala api langsung menyambar bensin sehingga percikan api langsung mengenai pada bagian muka ibu Hasna dan langsung membesar, selain itu juga percikan api juga menyambar kedua kaki anak korban dan sampai jatuh di depan pintu gudang," jelasnya.
Ia menyatakan saat bangun, Putri melihat api sudah merambat dan menyala besar berada di dalam gudang tersebut, lalu berlari menuju kejalan negara dan meminta tolong pada warga sekutar.
"Putri juga menjelaskan bahwa saat kejadian bapak mereka Wilfridus Dena berada di Mbai bekerja di Telkomsel Mbay," ujarnya.
Ia mengatakan sekitar pukul 13.30 Wita tim melaksanakan olah tempat kejadian perkara (TKP)0
Pihaknya memasang garis polisi, melakukan pengamatan secara umum dan khusus terhadap TKP melakukan pengambilan gambar secara umum dan secara khusus terhadap TKP.
• Tak Mengindahkan Imbauan Terkait Covid-19, Polisi Hukum Push Up Pemuda di Mauponggo
• Trivonia Benu : Saya Bahagia Menjalankan Aksi Ini
• Hasil Panen Tomat Organik Hasil Kebun BBPP Kupang
Lalu menggambar steksa kasar terhadap TKP dan mencatat identitas korban dan para saksi dan meminta keterangan singkat pada para saksi berkaitan dengan kebakaran tersebut.(Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Gordi Donofan)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/suasana-di-tkp-kebakaran-rumah-di-aekana-kelurahan-nangaroro.jpg)