bocah

Jhon Asbanu : Pihak Keluarga Setuju Korban Dimakamkan Esok Hari

sudah komunikasi dengan pihak keluarga dan pihak keluarga sudah menyetujui agar jenazah korban dimakamkan esok

POS KUPANG.COM/ISTIMEWA
Nampak Alo Tefu sedang menggendong jenazah sang anak yang tewas akibat tenggelam di dalam saluran irigasi Bena 

Jhon Asbanu: Pihak Keluarga Setuju Korban Dimakamkan Esok Hari

POS-KUPANG.COM | SOE - Jhon Asbanu, Camat Amanuban Selatan mengatakan, Forkompicam Amanuban Selatan telah membangun komunikasi dengan pihak keluarga korban meninggal akibat tenggelam di saluran irigasi Bena, Jumat (3/4/2020) Sore guna memakamkan jenazah korban secepatnya.

Hal ini dilakukan sebagai salah satu SOP dalam upaya pencegahan penyebaran virus Corona.

"Tadi kita sudah komunikasi dengan pihak keluarga dan pihak keluarga sudah menyetujui agar jenazah korban dimakamkan esok," ungkapnya.

Kepada masyarakat yang hendak datang melayat, Jhon juga menghimbau agar tetap menjaga jarak. Hal ini merupakan salah satu upaya pencegahan penyebaran virus Corona.

"Kita sudah sosialisasikan kepada masyarakat untuk menjaga jarak ketika berada di keramaian termaksud ketika datang ke melayat," ujarnya.

Sejak merebaknya virus Corona di Indonesia lanjut Jhon, pihak Forkopimcam telah melakukan sosialisasi kepada masyarakat agar memakamkan jenazah dalam waktu 1 kali 24 jam.

Selain itu, saat disemayamkan dirinya meminta para pelayat untuk tetap menjaga jarak.

"Sudah sebulan terakhir kita dorong masyarakat agar jika ada Keluarga yang meninggal dimakamkan 1 kali 24 jam. Dan hal itu sudah berlaku," jelasnya.

Untuk diketahui, Bocah 5 tahun asal Kabupaten TTS, Primus Tefu terbawa arus air di dalam saluran air irigasi Bena sejauh 1 Km, Jumat (3/4/2020) sore.

Saat ditemukan dipintu pembatas pembagian air, bocah yang tidak menggunakan baju tersebut ditemukan sudah dalam kondisi tak bernyawa tersangkut di plat besi yang digunakan untuk menutup saluran air.

Camat Amanuban Selatan, Jhon Asbanu kepada POS-KUPANG.COM membenarkan kejadian tersebut.

Diceritakankanya, korban dan tantanya, Elisabet Tefu serta beberapa orang lainnya pergi ke salah satu kali di dekat saluran irigasi Bena untuk mencuci pakaian. Karena Elisabeth dan beberapa kerabat lainnya asyik mencuci pakaian, korban dan beberapa kawannya memilih bermain di dekat saluran irigasi Bena.

BREAKING NEWS : Hanyut Terbawa Air Sejauh 1 Km, Bocah 5 Tahun Di TTS Ditemukan Tak Bernyawa

Pemprov NTT Belum Dapat Laporan dari Dinkes Soal Hasil Rapid Tes Covid-19 di Alor

BREAKING NEWS : Update Corona NTT, 7 Calon Perwira Polda NTT Positif Corona

Diduga kuat, saat korban bermain di pinggir saluran irigasi korban terjatuh ke dalam saluran irigasi dan hanyut terbawa air.(Laporan Reporter Pos-Kupang. Com, Dion Kota)

Penulis: Dion Kota
Editor: Rosalina Woso
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved