Breaking News:

Penutupan Perbatasan Sikka-Ende dan Flores Timur Sifatnya Sementara

Pemda Sikka belum melakukakan ‘lockdown’ (isolasi wilayah) menutup perbatasan antara Kabupaten Ende

Penulis: Eugenius Moa | Editor: Rosalina Woso
POS KUPANG.COM/EUGENIUS MOA
Petugas penjaga perbatasan mendata kesehatan penumpang yang melintas di perbatasan Maumere-Ende, Selasa (31/3/2020). 

Penutupan  Perbatasan  Sikka-Ende dan  Flores  Timur  Sifatnya Sementara

POS-KUPANG.COM|MAUMERE--Ketua  Satgas  Penanganan  Covid-19  Kabupaten  Sikka di  Pulau  Flores,  Wilhelmus  Sirilus,  menegaskan,  Pemda  Sikka  belum melakukan ‘lockdown’  (isolasi  wilayah)  menutup perbatasan  antara  Kabupaten Ende dan  Flores Timur   mencegah penularan  virus  corona  (Covid-19).

Menurut Sirilus,  penutupan ini bersifat sementara  dan dinamis. Namun  warga  melakukan perjalanan  harus  melewati prosedur  pemeriksaan  kesehatan oleh personil  yang bertugas di  perbatasan.

“Kalau   yang mau  berpergian  keluar kota, tolong sampaikan  kepada petugas di perbatasan  bahwa  kami mau pulang  kampung. Setibanya  di perbatasan di-screening. Tidak  ada lockdown. Tapi  pagi kami izinkan satu bis bawa  para frater   pulang ke Ruteng,” kata  Sirilus kepada  wartawan  di  Posko Satgas  Covid-19, Rabu  (1/4/2020) siang.

Penutupan perbatasan dimulai Senin (30/3/2020), kata  Sirilus,bersifat sementara agar setiap orang    tidak  melakukan perjalanan  keluar masuk  seenaknya ke Sikka dengan tidak  mengetahui kondisi kesehatanya.

Penutupan  tapal batas berlaku  untuk  perbatasan Sikka- Ende di  bagian barat, Sikka- Ende di  utara dan perbatasan  Sikka  dengan  Flores   Timur di bagian  timur.

Seperti  terjadi  Selasa  (31/3/2020) sore di  perbatasan  Maumere-Flores  Timur,  bis  Manggis  Jaya mengangkut  belasan penumpang dari Larantuka  ke Maumere dilarang masuk  ke  Sikka. Bis  tersebut  kembali ke  wilayah   Flores   Timur dan menginap di sana.

Sirilus  mengaku  belum mengetahui kejadian ini  kemungkinan kesalahan persepsi personil menerjemahkan penutupan perbatasan. 

Tukang Ojek Senang Pemerintah Gratiskan Listrik Selama 3 Bulan

Atasi Covid-19, DPRD Nagekeo Rasionalisasikan Anggaran 1,4 Miliar

Menangkal Covid 19 Dengan Konsumsi Daun Kelor

UPDATE CORONA LEMBATA : Rawat 1 PDP, Perawat RSUD Lewoleba di Ruang Isolasi Tidak Makan-Minum 6 Jam

“Kami akan perbaiki  lagi kalau ada kesalahan yang diakukan  personil yang bertugas di lapangan. Kewajiban kami  akan perbaiki. Ini  kan  masih  baru, sehingga  nornal saja  kalau  terjadi kekurangan,” kata Sirilus.  (laporan wartawan POS-KUPANG.COM, Euginius  Mo’a).

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved