Tukang Ojek Senang Pemerintah Gratiskan Listrik Selama 3 Bulan

prosesnya seperti apa harus dijelaskan. Apakah dalam bentuk token gratis atau dalam bentuk uang dan sebagainya.

Penulis: Gordi Donofan | Editor: Rosalina Woso
POS KUPANG.COM/GORDI DONOFAN
Sejumlah tukang ojek di Kota Bajawa Kabupaten Ngada, Rabu (1/4/2020). 

Tukang Ojek Senang Pemerintah Gratiskan Listrik Selama 3 Bulan

POS-KUPANG.COM | BAJAWA -- Pemerintah pusat mengeluarkan kebijakan terkait kelistrikan.

Bagi penggunan meteran 450 VA gartis selama tiga bulan dan meteran 900 VA diskon 50%.

Kebijakan itu mengingat kondisi darurat di tengah wabah Virus Corona atau Covid-19.

Menanggapi hal itu, sejumlah warga di Kabupaten Ngada mengapresiasi kebijakan tersebut. Karena bagi mereka kebijakan tersebut sangat membantu warga terutama yang berpenghasilan kecil.

Namun warga menanyakan prosesnya seperti apa harus dijelaskan. Apakah dalam bentuk token gratis atau dalam bentuk uang dan sebagainya.

"Tentu kita ini senang saja, tapi kalau memang benar nanti caranya bagaimana. Kita dapatnya dari mana, sehingga kita tau prosesnya," ungkap, Petrus Taka (40) ketika dijumpai POS-KUPANG.COM di Kota Bajawa, Rabu (1/4/2020).

Pria asal Desa Wawowae ini mengungkapkan jika itu memang kebijakan resmi mesti ada sosialisasi kepada masyarakat supaya bisa mengetahui tentang hal ini.

"Saya sarankan agar masyarakat diberi petunjuk, apa syaratnya supaya kami siap, ini bantuan sangat baik untuk kami," ujar Petrus.

Warga lainnya, Fabianus Pati (37) mengaku bersyukur karena ada kebijakan yang sangat bersentuhan langsung dengan kebutuhan masyarakat.

Tentu sebagai masyarakat dirinya menyampaikan terima kasih kepada pemerintah terkait gratisnya pemakaian listrik selama tiga bulan.

"Kebetulan dirumah saya meteran 450 VA. Kalau memang gratis ya bersyukur," ujar Fabianus.

Fabianus mengharapkan kebijakan itu benar-benar nyata sehingga masyarakat bisa menikmatinya. Jangan sampai hanya wacana saja.

"Kita berharap jangan jadikan wacana saja. Harus nyata nantinya," harap Fabianus.

Warga asal Desa Beiwali Kecamatan Bajawa ini mengatakan penghasilan sebagai tukang ojek sangat menurun sejak isu wabah Corona apalagi saat ini semua sekolah, ASN libur.

Halaman
12
Sumber: Pos Kupang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved