Pasokan Sembako di Mabar Berkurang, Pemkab Minta ASDP Buka Penyeberangan Barang

(Pemkab) Manggarai Barat (Mabar), meminta PT ASDP) Indonesia Ferry Cabang Labuan Bajo untuk membuka penyeberangan laut

POS KUPANG.COM/GECIO VIANA
Plh Sekda Mabar, Ismail Surdi saat ditemui di ruang kerjanya, Senin (30/3/2020). 

Rudymahmudi menjelaskan, pihaknya telah membuka pelayanan penyeberangan kapal feri khusus untuk mengangkut barang pada Minggu (29/3). "Sudah dibuka penyeberangan kapal Sape-Bajo tanggal 29 Maret 2020," katanya.

Diakuinya, untuk pengawasan selanjutnya demi pencegahan penyebaran virus Corona (Covid-19) di area pelabuhan, Rudymahmudi menjelaskan semua instansi akan berperan melakukan pengawasan secara maksimal.

Diberitakan sebelumnya, PT ASDP Indonesia Ferry Cabang Labuan Bajo menutup sementara penyeberangan di daerah tersebut mulai 26 Maret hingga 3 April.

Kebijakan ini diambil menyusul kebijakan Pemerintah Kabupaten Manggarai untuk menutup akses penyeberangan laut dari dan ke Labuan Bajo demi mencegah penyebaran virus Corona (Covid-19).
General Manager PT Angkutan Sungai Danau dan Penyeberangan (ASDP) Indonesia Ferry Cabang Labuan Bajo -Sape, Rudymahmudi, ketika ditemui di ruang kerjanya, Kamis (26/3)

"ASDP mendukung apa yang disampaikan Pemda, dan kami sudah laporkan ke Dirut dan Semua direksi terkait penutupan penyeberangan dari Labuan Bajo -Sape dan Sape -Labuan Bajo, yaitu terhitung tanggal 26 Maret pukul 01.00 Wita hingga 3 April," katanya.

Diakuinya, keputusan tersebut merupakan keputusan bersama Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat dan pengumuman penutupan sementara tersebut telah disampaikan kepada masyarakat melalui spanduk dan pengumuman.

"Hal itu dilakukan agar Manggarai Barat terbebas dari Covid-19. Hingga saat belum ada dan tidak ada yang positif Covid-19, mumpung belum ada, maka kita lakukan penutupan tersebut. Karena kalau ada satu saja maka akan menyebar, karena Penyeberangan Labuan Bajo merupakan pintu utama di Pulau Flores," ungkapnya.

Pihaknya selama ini juga mendukung pemerintah dan menjalankan instruksi terkait penanganan Covid-19 dengan melakukan pengecekan suhu tubuh setiap penumpang dan menyediakan hand sanitizer di area pelabuhan. Rudymahmudi mengaku, pasca merebaknya Covid-19, jumlah penumpang dan barang mengalami penurunan sekitar 20-30 persen dalam 1 bulan terakhir.

Ia berharap masyarakat dapat mematuhi imbauan pemerintah dengan tidak melakukan aktivitas di luar rumah untuk sementara waktu dan menghindari kerumunan orang.

"Apa yang menjadi anjuran pemerintah terkait social distancing dan mencuci tangan harus dijalankan. artinya siapapun harus peduli karena ini untuk kita semua," katanya. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Gecio Viana)

Penulis: Gecio Viana
Editor: Hermina Pello
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved