News

Kadis Kesehatan TTS Curhat Petugas Medis di Puskesmas Belum Miliki APD Corona, tak Mau Mati Konyol

"APD kita sangat minim. Kita mau beli, cari susah saat ini. Alokasi APD dari provinsi juga jumlahnya masih sangat minim."

Penulis: Dion Kota | Editor: Benny Dasman
POS-KUPANG.COM/Dion Kota
Kadis Kesehatan Kabupaten TTS, dr. Eirene Atte 

 Laporan Wartawan Pos Kupang, Com, Dion Kota

POS KUPANG, COM, SOE - Kepala Dinas Kesehatan TTS, dr. Irene Atte, mengeluhkan jumlah alat pelindung diri (APD) untuk petugas pembasmi corona di daerah itu sangat terbatas. Bahkan di tingkat puskesmas, APD belum tersedia sama sekali.

Sementara alokasi bantuan APD dari Provinsi NTT untuk TTS hanya berjumlah 20 set. Jumlah tersebut belum sesuai kebutuhan APD untuk 36 puskesmas di daerah itu.

"APD kita sangat minim. Kita mau beli, cari susah saat ini. Alokasi APD dari provinsi juga jumlahnya masih sangat minim," ujar Irene di ruang kerjanya, Jumat (27/3).

Bantuan APD dari Provinsi NTT, diakuinya, tidak lengkap. Pasalnya, dalam bantuan yang diberikan tersebut tidak terdapat masker N-95.

Irene tak menampik jika minimnya APD juga menjadi keluhan para tenaga medis baik di tingkat rumah sakit maupun puskesmas.

"Kita memang disumpah untuk mengutamakan kemanusiaan. Tetapi saya pikir tidak ada dokter yang mau mati konyol karena tidak ada APD. Nyawa pasien dan nyawa dokter sama-sama bernilai," ujarnya.

Ketika ditanyakan ke mana APD yang ada akan disalurkan, Irene mengatakan, pihaknya masih melihat wilayah persebaran ODP. ADP akan disalurkan ke fasilitas ke sehatan yang wilayah pelayanannya terdapat banyak ODP. "Karena jumlahnya terbatas, kita lihat puskesmas yang ODP-nya banyak, di situ kita bagikan," jelasnya.

Minimnya APD dan anggaran untuk pencegahan dan penanganan virus corona, juga menjadi sorotan Komisi IV DPRD TTS.

Maksi Lian, anggota Komisi IV mengatakan, jumlah APD yang sangat minim memang menjadi kendala bagi tenaga medis dalam upaya melakukan penanganan corona. Kekurangan anggaran untuk penanganan penyakit yang sedang mewabah tersebut harus segera diatasi.

"Kita prinsipnya mendukung pencegahan dan penanganan virus corona. Terkait kekurangan anggaran secepatnya diatasi. Pemda perlu secepatnya melakukan penyesuaian baik lewat penyempurnaan atau perubahan anggaran untuk mengalokasikan anggaran guna penanganan wabah yang sudah mendunia ini," pintanya. *

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved