Stakeholder Pariwisata di NTT 'Babak Belur Akibat Wabah Covid-19

Intinya semua stakeholder pariwisata saat ini sedang babak belur. Untuk kerugian tentunya bervariasi

POS-KUPANG.COM/Adiana Ahmad
Ketua ASITA NTT, Abed Frans 

POS-KUPANG.COM | KUPANG- Jumlah kerugian per travel agent atau tour operator bisa dari puluhan juta sampai ratusan juta bahkan milaran rupiah.

Hal ini diungkapkan Ketua ASITA NTT, Abed Frans, ketika dikonfirmasi dampaknya Virus Covid-19 terhadap dunia pariwisata, di Kupang, Selasa (24/3).

Sebenarnya, kata Abed, semua anggota punya keluhan masing-masing. Tapi ASITA NTT harus mendukung pemerintah dengan mengimbau semua masyarakat agar tetap di rumah dulu sampai badai ini berlalu.

Bank NTT Siap Relaksasi Pembayaran Bunga-Pokok untuk UMKM

"Intinya semua stakeholder pariwisata saat ini sedang babak belur. Untuk kerugian tentunya bervariasi tergantung dari banyaknya tamu masing-masing dan kelasnya seperti apa," tuturnya.

Ia mengatakan semua anggota ASITA sadar bahwa keselamatan manusia lebih penting dibanding berapapun kerugian yang dialami.

"Saya sendiri sebagai tour operator juga mengalami kerugian pembatalan di level ratusan juta dalam kurun waktu Januari sampai April mendatang," ujarnya.

Ia berharap yang terbaik dari pemerintah. Di banyak daerah yang ia dengar banyak terjadi kelangkaan sarana seperti APD, alkohol, masker, bahkan tenaga kesehatan. Hal tersebut perlu diusahakan oleh pemerintah demi kelancaran pelayanan di daerah-daerah. Disamping kepatuhan masyarakat itu sendiri terhadap imbauan pemerintah.

"Hal ini demi cepatnya badai ini berlalu dan kita sesegera mungkin bisa bekerja normal kembali," ujarnya.

Bila badai ini telah berlalu, katanya memang tidak mudah untuk meyakinkan klien bahwa suatu daerah itu sudah benar-benar aman.

"Oleh sebab itu kita perlu memberikan "kampanye" serta insentif-insentif kepada mereka seperti diskon dan lainnya. Kampanye yang dimaksud itu bisa berupa direct selling, table top, sales mision, dan lainnya," ujarnya.(Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Yeni Rachmawati)

Penulis: Yeni Rachmawati
Editor: Hermina Pello
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved