Virus Corona

Hambat Penyebaran Virus Corona, Pemerintah Bakal Berlakukan Lockdown Total di Wilayah Jabodetabek

Perkembangan kasus virus corona di Indonesia sangat mengkhawatirkan karena jumlah orang yang terkonfirmasi positif virus corona terus meningkat.

(Shutterstock)
Ilustrasi penularan virus corona (Shutterstock) 

Hambat Penyebaran Virus Corona, Pemerintah Bakal Berlakukan Lockdown Total di Wilayah Jabodetabek

POS-KUPANG.COM - Perkembangan kasus virus corona di Indonesia sangat mengkhawatirkan karena jumlah orang yang terkonfirmasi positif virus corona terus meningkat.

Tidak hanya di wilayah DKI jakarta, di provinsi-provinsi lain pun kasus positif virus corona terus meningkat. Makanya sejumlah gubernur mulai mendesak pemberlakuan lockdown untuk membendung penyebarluasan virus asal Wuhan, Provinsi Hubei China. 

 Direktur Jenderal Perhubungan Darat (Dirjen Hubdat) Kementerian Perhubungan Budi Setiyadi memaparkan pemerintah kian membuka kemungkinan diberlakukannya lockdown atau karantina total kawasan DKI Jakarta serta Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi.

Hal tersebut menyusul kian merebaknya wabah virus corona dengan jumlah positif terinfeksi yang kian bertambah setiap hari.

Budi mengatakan, pihaknya telah menyiapkan skema sekaligus skenario yang akan diberlakukan jika Jakarta mulai menutup akses masuk dan keluar Jakarta.

Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kemenhub Budi Setiyadi saat menyampaikan keterangan pers soal kebijakan penanganan virus corona, Jumat (13/3/2020).
Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kemenhub Budi Setiyadi saat menyampaikan keterangan pers soal kebijakan penanganan virus corona, Jumat (13/3/2020). (KOMPAS.com/FIKA NURUL ULYA)

Senin (30/3/2020) pihaknya pun akan melakukan rapat koordinasi dengan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan yang saat ini juga menjabat sebagai Plt Menteri Perhubungan.

"Besok ada rapat, di rapat itu kita harapkan, saya merekomendasikan dalam rapat itu kalau bisa Jakarta, Jabodetabek itu sudah di karantina. Tapi tergantung rapat dengan Pak Menko Maritim," ujar Budi ketika dihubungi Kompas.com, Minggu (29/3/2020).

"Tapi kami sudah siapkan skemanya saja, kalau rapat besok sudah tidak boleh keluar, protokolnya seperti itu," ujar dia.

Adapun pembatasan akses keluar dan masuk di Jakarta merupakan langkah lanjutan yang dilakukan pemerintah menyusul masih banyak masyarakat yang melakukan lebih cepat ke kampung halaman akibat virus corona.

Halaman
1234
Editor: Agustinus Sape
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved