News

UPDATE COVID LABUAN BAJO: Tragis, Wisatawan Batal ke Labuan Bajo, 265 Pramuwisata Menganggur

"Ada ratusan pramuwisata yang home base-nya di Labuan Bajo sekarang tidak beraktivitas apa-apa, karena memang tidak ada wisatawan yang dilayani."

Editor: Benny Dasman
POS-KUPANG.COM/SERVATINUS MAMMILIANUS
Pemandangan di salah satu sudut destinasi wisata super premium Labuan Bajo 

POS KUPANG, COM, LABUAN BAJO - Ketua DPC Pramuwisata Indonesia (HPI) Kabupaten Manggarai Barat, Sebastian Pandang, mengemukakan ratusan pramuwisata atau pemandu wisata yang beroperasi di Labuan Bajo saat ini terpaksa menganggur akibat pembatalan paket wisata menyusul merebaknya Covid-19.

"Ada ratusan pramuwisata yang home base-nya di Labuan Bajo sekarang tidak beraktivitas apa-apa, karena memang tidak ada wisatawan yang dilayani," kata Sebastian ketika dihubungi dari Kupang, Kamis (26/3).

Sebastian menyebut ratusan paket wisata baik domestik maupun mancanegara ke Labuan Bajo yang sebelumnya dipesan hingga Juni 2020 terpaksa dibatalkan akibat merebaknya wabah Covid-19.

"Paket wisata yang sudah deal mulai Maret-Juni 2020 terpaksa dibatalkan karena wabah corona ini dan ada wisatawan yang meminta pengembalian biaya paket tour yang sudah mereka bayar," katanya

Hal itu, lanjut dia, membuat ratusan pemandu wisata yang berbasis di Labuan Bajo kehilangan pendapatan dari hasil melayani kunjungan wisatawan.

Sebastian mengatakan sedikitnya ada 265 pemandu yang tergabung dalam HPI maupun lebih 50-an pemandu wisata di luar HPI merasakan dampak tersebut.

Pemandangan di dalam kawasan Taman Nasional Komodo (TNK), tepatnya di Pantai Pulau Padar beberapa waktu lalu.
Pemandangan di dalam kawasan Taman Nasional Komodo (TNK), tepatnya di Pantai Pulau Padar beberapa waktu lalu. (POS-KUPANG.COM/SERVATINUS MAMMILIANUS)

Sebastian berharap kondisi serangan Covid-19 ini segera mereda dan aktivitas wisata segera normal sehingga kerugian ekonomi yang dialami masyarakat yang menggantungkan hidupnya pada sektor pariwisata di daerah itu tidak berkepanjangan.

"Kita berharap masa sulit ini segera berlalu karena dampak ekonomi sangat terasa, tidak hanya dirasakan teman-teman pemandu wisata, namun juga semua pelaku wisata, seperti travel agent, perhotelan, jasa transportasi, dan lainnya," katanya.

Bebaskan Retribusi
Pemkab Manggarai Barat (Mabar) mengambil kebijakan membebaskan retribusi untuk semua hotel dan restoran di Labuan Bajo, yang terdampak Covid-19.

"Pemkab Mabar memberikan kemudahan yakni retribusi usaha perhotelan dan restoran dibebaskan selama wabah Covid-19 masih berlangsung," kata Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Mabar, Silvester Wangge, Kamis (26/3).

Artinya, menurut dia, kewajiban pembayaran retribusi usaha hotel dan restoran ditiadakan sebagai bagian dari tanggung jawab pemerintah terhadap dunia usaha pariwisata yang terdampak Covid-19.

Ia mengatakan pembebasan retribusi ini sangat meringankan beban pelaku usaha karena kondisi pariwisata di Labuan Bajo dengan wisata unggulan Taman Nasional Komodo, saat ini sedang lesu.

"Selain lesu karena masa low session juga diperparah adanya wabah Covid-19 yang membuat semua paket wisata ke Labuan Bajo dibatalkan," katanya.

Silvester menjelaskan, saat ini tingkat hunian kamar hotel di Labuan Bajo yang berjumlah 102 unit baik kecil maupun bintang lima, sangat sepi.

Selain itu, usaha kuliner di restoran maupun Kampung Ujung juga sudah tidak ada lagi karena mengikuti imbauan pemerintah untuk meniadakan aktivitas yang melibatkan banyak orang.

"Dalam kondisi seperti ini maka pembebasan retribusi ini memang sangat membantu agar usaha pariwisata tetap bertahan selama masa sulit seperti ini," katanya.

Dengan demikian, tambah Silvester, diharapkan tidak ada dampak lanjutan yang tidak diinginkan seperti pemecatan karyawan. (antara)

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved