Kabar Artis

Pesan Haru Ariel Noah Terkait Virus Corona untuk Masyarakat Indonesia, Bikin Nangis Sebut Luna Maya

Pesan Haru Ariel Noah Terkait Virus Corona untuk Masyarakat Indonesia, Bikin Nangis Sebut Luna Maya

Editor: maria anitoda
KOMPAS.com/ANDI MUTTYA KETENG
Pesan Haru Ariel Noah Terkait Virus Corona untuk Masyarakat Indonesia, Bikin Nangis Sebut Luna Maya 

4. Puncak virus corona di Italia diprediksi segera terjadi

Penyebaran virus corona yang cepat di Italia menjadikannya sebagai salah satu pusat wabah.

Sejauh ini, Italia telah melaporkan lebih dari 8.000 kematian dan lebih dari 80.000 infeksi.

Italia sempat mencatat kematian harian tertinggi sebanyak 793 pada Sabtu (21/3/2020) lalu.

Sejak saat itu, angka kematian tidak pernah lebih dari itu dan kasus baru terus menurun.

"Perlambatan yang terjadi dalam sebuah laju pertumbuhan adalah faktor yang sangat positif dan di beberapa daerah, saya percaya kita sudah dekat dengan titik turun dari kurva.

Oleh karena itu, puncaknya dapat dicapai minggu ini dan setelahnya turun," kata Asisten Direktur Jenderal WHO untuk Inisiatif Strategis Ranieri Guerra.

5. RS di AS siapkan penggunaan plasma darah sebagai pengobatan

RS di AS bersiap untuk menguji pengobatan berusi asatu abad yang digunakan untuk melawan wabah flu dan campak sebelum adanya vaksin.

Baru-baru ini, uji coba dilakukan untuk melawan Ebola dan SARS.

Perawatan ini dinilai mungkin bekerja juga untuk Covid-19. Badan Pengawasan Obat dan Makanan AS mengatakan bahwa pihaknya tengah mempercepat persetujuan penggunaan plasma pasien pulih untuk mengobati pasien yang baru terinfeksi.

Saat seseorang terinfeksi virus tertentu, tubuh mulai membuat protein yang dirancang khusus dan disebut antibodi untuk melawan infeksi.

Setelah orang tersebut pulih, antibodi-antibodi ini mengapung dalam darah, khususnya dalam plasma.

Penyutikan plasma ke pasien lain yang terinfeksi dapat mendukung kemampuan untuk melawan infeksi atau mengurangi keparahan penyakit.

Dokter di China juga berusaha melakukan pengobatan Covid-19 pertama menggunakan plasma yang diberikan dari pasien sembuh, tetapi penelitian baru menghasilkan studi awal.

* WASPADA! Ini Ciri-ciri Terinfeksi Virus Corona dari Hari Pertama hingga Hari Ketujuhbelas, Cairan di Paru

Perhatian dunia saat ini tengah tertuju kepada masalah kesehatan yang diakibatkan virus SARS-CoV-2, penyebab penyakit Covid-19.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah menyatakan bahwa Covid-19 menjadi pandemi global.

Saat ini, virus tersebut pun telah menjangkit lebih dari 300.000 orang, dengan jumlah korban tewas mencapai lebih dari 17.000 orang.

Virus corona masih satu keluarga besar dengan virus penyebab MERS dan SARS.

Seseorang yang terinfeksi penyakit ini pun memunculkan gejala tertentu, meskipun terdapat kasus yang tidak timbul gejala klinis terlebih dahulu.

Lantas, apa saja gejalanya?

Melansir beberapa situs resmi, demam menjadi gejala paling umum di antara pasien yang terpapar virus.

Sebuah penelitian yang melibatkan hampir 140 pasien di Rumah Sakit Zhongnan, Universitas Wuhan, China, mengidentifikasi pola khas gejala terkait virus corona Covid-19.

Adapun hasil penelitiannya sebagai berikut:

1. Sekitar 99 persen pasien mengalami suhu tinggi atau demam.

Gejala tersebut ditandai dengan meningkatnya suhu tubuh lebih dari 38 derajat celcius.

Sementara suhu tubuh normal berkisar 36,1 hingga 37,2 derajat.

2. Sedangkan lebih dari setengahnya mengalami kelelahan dan batuk kering.

Batuk kering terjadi setidaknya dalam waktu setengah hari dan terus menerus.

Batuk kering lebih berpotensi menjadi gejala Covid-19 dibandingkan batuk berdahak.

3. Kurang lebih sepertiga pasien mengalami nyeri otot dan kesulitan bernapas.

4. Gejala pertama mungkin tidak muncul tepat setelah seseorang terinfeksi.

Lebih lanjut, pasien mungkin terinfeksi virus tanpa menunjukkan gejala selama lima hari atau lebih.

Saat gejalanya muncul, dapat mirip dengan pneumonia.

Covid-19 dapat memburuk dari waktu ke waktu, yang membedakannya dengan pneunomia.

Pola harian ciri-ciri terinfeksi virus corona:

Hari pertama

Hari pertama saat terinfeksi, pasien demam.

Selain itu, pasien kemungkinan juga mengalami kelelahan, nyeri otot, dan batuk kering.

Sebagian kecil dari mereka mungkin mengalami diare atau mual selama satu atau dua hari sebelumnya.

Hari kelima

Pasien kemungkinan mengalami kesulitan bernapas, terutama jika di usia lebih tua atau memiliki riwayat penyakit yang sudah ada sebelumnya.

Hari ketujuh

Menurut sebuah penelitian di Universitas Wuhan, hari ketujuh menjadi waktu rata-rata gejala memburuk, sebelum pasien dirawat di rumah sakit.

Hari kedelapan

Pada titik ini, pasien dengan kasus yang parah (15 persen, menurut CDC China) mengalami sindrom gangguan pernapasan akut (ARDS).

Ini merupakan penyakit yang terjadi ketika cairan terkumpul di paru-paru.

ARDS ini sering kali berakibat fatal.

Hari kesepuluh

Jika pasien memiliki gejala yang memburuk, hari kesepuluh menjadi waktu dalam perkembangan penyakit ketika mereka kemungkinan besar dirawat di ICU.

Pasien-pasien mungkin mengalami sakit perut dan kehilangan nafsu makan daripada pasien dengan kasus yang lebih ringan.

Hanya sebagian kecil yang mati.

Tingkat kematian saat ini berkisar sekitar 2 persen.

Hari ketujuh belas

Rata-rata, orang yang pulih dari virus dikeluarkan dari rumah sakit setelah dua setengah minggu dirawat.

* UPDATE CORONA - Ada Kabar Baik Penanganan Virus Corona di Indonesia: Dari Rapit Test hingga Kartu Pra Kerja 

Penyebaran virus corona Covid-19 masih terus bertambah dalam beberapa hari terakhir di Indonesia.

Hingga Rabu (25/3/2020), total kasus infeksi Covid-19 yang telah dikonfirmasi di Indonesia mencapai 790 kasus, bertambah dari hari sebelumnya sebanyak 686 kasus.

Dari angka tersebut terdapat 58 kematian dan 31 pasien dinyatakan sembuh.

Sejumlah upaya dilakukan oleh pemerintah untuk menekan penyebaran virus corona yang masih terus terjadi.

Melansir berbagai pemberitaan Kompas.com, berikut adalah beberapa kabar baik dari kondisi penanganan virus corona di Indonesia:

1. Pemerintah telah mulai rapid test corona

Pada Jumat (20/3/2020), Presiden Jokowi menyebut bahwa rapid test atau tes cepat virus corona (Covid-19) telah mulai dilakukan.

Lokasi pertama tes ini adalah Jakarta Selatan, yaitu pada sejumlah warga yang diduga terinfeksi virus corona karena melakukan kontak dengan pasien positif Covid-19.

Menurut Presiden, pemerintah memprioritaskan wilayah yang paling rawan.

Juru bicara pemerintah untuk penanganan virus corona Achmad Yurianto mengatakan, rapid test ini merupakan mekanisme pemeriksaan spesimen pasien terduga Covid-19.

Tes ini bukan menggunakan metode swab tenggorokan, melainkan sampel darah.

2. Wisma atlet mulai digunakan untuk pasien corona

Untuk memenuhi kebutuhan pasien virus corona, Rumah Sakit Darurat Covid-19 Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta telah mulai melayani pasien.

Per Rabu (25/3/2020) siang, jumlah pasien yang dirawat di sana sebanyak 144 orang.

Sebelumnya, Yuri mengatakan bahwa keberadaan rumah sakit darurat Covid-19 ini bertujuan untuk menambah fasilitas ruang isolasi bagi para pasien yang membutuhkan perawatan di rumah sakit.

Adapun pasien yang ditangani di sana merupakan pasien yang tidak dapat melakukan isolasi mandiri di rumah dengan berbagai pertimbangan medis.

3. Penyaluran kartu pra kerja dipercepat

Untuk mengantisipasi para pekerja yang terkena PHK dan pekerja harian yang penghasilannya terdampak wabah Covid-19, Presiden akan mempercepat penyaluran kartu pra kerja.

Rencananya, penerima kartu ini akan mendapat Rp 1 juta setiap bulannya selama 3-4 bulan.

4. Rumah sakit rujukan penanganan corona ditambah

Melansir laman Kementerian Kesehatan (17/3/2020), pemerintah pun menyediakan 227 rumah sakit rujukan tambahan.

Awalnya, rumah sakit rujukan untuk penaganan pasien corona berjumlah 100.

Namun, pada 10 Maret, dilakukan penambahan menjadi 132 buah. Selain dialokasikan secara nasional, pemerintah daerah juga secara spesifik menyebutkan penambahan jumlah rumah sakit rujukan untuk penanganan pasien corona.

Misalnya di Provinsi Jawa Tengah, dilakukan penambahan 45 rumah sakit dari sebelumnya hanya 13.

Selain itu, tiga rumah sakit swasta juga telah bersedia untuk menjadi RS rujukan penanganan corona, yaitu Rumah Sakit Siloam Kelapa Dua, Rumah Sakit Mitra Keluarga Jatiasih, dan Rumah Sakit Hermina Karawang.

5. 15 juta masker disiapkan untuk hadapi corona

Yuri juga mengatakan bahwa pemerintah telah menyediakan stok 15 juta masker untuk menangani virus corona. Keterangan ini disampaikan pada Kamis (12/3/2020) lalu.

Adapun masker-masker ini didapat dari BUMN dan BUMD. Namun, menurut Yuri, saat ini, yang terpenting bukanlah jumlah stok masker, tetapi penelusuran terhadap orang-orang yang melakukan kontak dekat dengan para pasien positif Covid-19.

Sumber: Grid.ID
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved